Mixed Conditional

Dua bagian dari kalimat conditional dapat merujuk ke waktu yang berbeda, dan kalimat hasil penggabungan keduanya disebut kalimat "mixed conditional". Ada dua jenis kalimat mixed conditional.

Hasil di masa kini akibat kondisi di masa lalu

Bentuk

Dalam jenis kalimat mixed conditional ini, tense dalam klausa if adalah past perfect dan tense dalam klausa utama adalah present conditional.

Klausa if (kondisi) Klausa utama (hasil/akibat)
If + past perfect present conditional
If this thing had happened that thing would happen.

Sama seperti dalam semua kalimat conditional, urutan klausa tidaklah tetap. Anda mungkin harus menyesuaikan kata ganti (pronoun) dan tanda baca saat mengubah urutan klausa, tetapi artinya sama.

Contoh
  • If I had worked harder at school, I would have a better job now.
  • I would have a better job now if I had worked harder at school.
  • If we had looked at the map we wouldn't be lost.
  • We wouldn't be lost if we had looked at the map.
  • If you had caught that plane you would be dead now.
  • You would be dead now if you had caught that plane.
Fungsi

Jenis mixed conditional ini merujuk ke kondisi masa lalu yang tidak nyata dan kemungkinan hasilnya di masa kini. Kalimat-kalimat ini menyatakan situasi yang berlawanan dengan kenyataan, baik di masa lalu maupun di masa kini. Dalam kalimat-kalimat mixed conditional, waktu dalam klausa if adalah masa lalu dan masa kini dalam klausa utama.

Contoh
  • If I had studied I would have my driving license. (Tetapi, saya tidak belajar dan sekarang saya tidak punya SIM.)
  • I would be a millionaire now if I had taken that job. (Tetapi, saya tidak menerima pekerjaan itu dan saya bukan seorang miliuner.)
  • If you had spent all your money, you wouldn't buy this jacket. (Tetapi, Anda tidak menghabiskan semua uang dan sekarang Anda dapat membeli jaket ini.)

Dalam kalimat-kalimat mixed conditional ini, Anda juga dapat menggunakan modal dalam klausa utama dan bukan would untuk menyatakan tingkat kepastian, izin, atau rekomendasi mengenai hasil akhir.

Contoh
  • If you had crashed the car, you might be in trouble.
  • I could be a millionaire now if I had invested in ABC Plumbing.
  • If I had learned to ski, I might be on the slopes right now.

Hasil di masa lalu akibat kondisi di masa kini atau yang masih berlanjut

Bentuk

Dalam jenis kalimat mixed conditional ini, tense dalam klausa if adalah simple past dan tense dalam klausa utama adalah perfect conditional.

Klausa if (kondisi) Klausa utama (hasil/akibat)
If + simple past perfect conditional
If this thing happened that thing would have happened.

Sama seperti dalam semua kalimat conditional, urutan klausa tidaklah tetap. Anda mungkin harus menyesuaikan kata ganti (pronoun) dan tanda baca saat mengubah urutan klausa, tetapi artinya sama.

Contoh
  • If I wasn't afraid of spiders, I would have picked it up.
  • I would have picked it up if I wasn't afraid of spiders.
  • If we didn't trust him we would have sacked him months ago.
  • We would have sacked him months ago if we didn't trust him.
  • If I wasn't in the middle of another meeting, I would have been happy to help you.
  • I would have been happy to help you if I wasn't in the middle of another meeting.
Fungsi

Kalimat-kalimat mixed conditional ini merujuk ke situasi masa kini yang tidak nyata dan kemungkinan hasilnya di masa lalu (yang tidak nyata). Dalam kalimat-kalimat mixed conditional ini, waktu dalam klausa if adalah sekarang atau selalu dan waktu dalam klausa utama adalah sebelum sekarang. Misalnya, "If I wasn't afraid of spiders" berlawanan dengan kenyataan saat ini karena saya takut dengan laba-laba. "I would have picked it up" berlawanan dengan kenyataan di masa lalu karena saya tidak mengambilnya.

Contoh
  • If she wasn't afraid of flying she wouldn't have travelled by boat.
  • I'd have been able to translate the letter if my Italian was better.
  • If I was a good cook, I'd have invited them to lunch.
  • If the elephant wasn't in love with the mouse, she'd have trodden on him by now.