10 Majas Untuk Menciptakan Kalimat Penuh Warna

2018.05.21
10 Majas Untuk Menciptakan Kalimat Penuh Warna

Majas atau gaya bahasa adalah sebuah seni tulis atau lisan persuasif yang pertama kali dikembangkan di era Yunani kuno. Jika kita membubuhkan seni ini ke dalam tulisan kita, maka kita bisa bermain dengan kata-kata. Berikut ini adalah beberapa jenis majas yang berguna, lengkap dengan definisi singkat serta contohnya:

  1. Amplification: Amplifikasi
    Mengulang sebuah kata atau ekspresi sambil menambahkan berbagai detail, dengan tujuan untuk memberi penekanan pada kata tersebut. Amplifikasi berguna untuk menarik perhatian, untuk menekankan, dan untuk memperluas sebuah kata atau gagasan, agar pembaca menyadari seberapa penting kata tersebut.
  • Contoh: “A massive tree centuries old holds out against the odds here across from my mother’s house, one of the biggest trees in Pittsburgh, anchored in a green tangle of weeds and bushes, trunk thick as a Buick, black as night after rain soaks its striated hide. Huge spread of its branches canopies the foot of the hill where the streets come together…” [1]

 

  1. Anaphora: Anafora
    Repetisi atau pengulangan satu atau sekelompok kata yang sama pada awal frase, klausa atau kalimat secara berturut-turut.
  • Contoh: In Dr. Martin Luther King Jr.’s famous “I Have a Dream” speech, he uses anaphora by repeating “I have a dream” eight times throughout the speech. [2] Dr. MLK Jr.’s use of repetition calls to the audience and persuades them to be the change.

 

  1. Allusion: Alusio

Referensi singkat dan informal berdasarkan suatu hal yang terkenal.

  • Contoh: I must have won the “golden ticket.” (reference from the book Charlie and the Chocolate Factory)

 

  1. Climax: Klimaks

Pengaturan sebuah kata, klausa, atau kalimat secara berturut-turut sesuai dengan urutan tingkat kepentingan, berat, atau penekanan yang semakin meninggi. Paralelisme biasanya membentuk klimaks, karena kalimat tersebut memberikan nuansa berkesinambungan, tertib, dan bergerak sesuai urutan tingkat kepentingan.

  • Contoh: “Out of its vivid disorder comes order; from its rank smell rises the good aroma of courage and daring; out of its preliminary shabbiness comes the final splendor. And buried in the familiar boasts of its advance agents lies the modesty of most of its people.” [3]

 

  1. Hyperbole: Hiperbola

Dengan sengaja membesar-besarkan suatu kondisi untuk memberikan efek penekanan. Dalam tulisan formal, sebuah hiperbola harus dengan jelas dimaksudkan sebagai hal yang berlebihan, dan penggunaannya haruslah dibatasi.

  • Contoh: “There are a thousand reasons why more research is needed on solar energy.”

 

  1. Hypophora: Hipofora

Bertanya tentang suatu hal, lalu menjawab sendiri pertanyaan tersebut. Biasanya digunakan dengan cara mengajukan pertanyaan di awal paragraf, lalu menggunakan keseluruhan paragraf tersebut untuk menjawabnya.

  • Contoh: “Does learning only occur inside the classrooms? I don’t think so.”

 

  1. Metaphor: Metafora

Membandingkan dua hal yang berbeda, tanpa menggunakan “like” (“seperti”) atau “as” (“bagai”).

  • Contoh: “ Her eyes were fireflies.”

 

  1. Personification: Personifikasi

Membandingkan hewan atau benda tak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia – misalnya memiliki karakter, perasaan, atau perilaku. Sebuah ide juga bisa dipersonifikasikan.

  • Contoh: We bought this car instead of the one on sale, because this one is more friendly.

 

  1. Rhetorical question: Pertanyaan Retoris

Majas ini berbeda dari hipofora karena tidak dijawab oleh si penulisnya sendiri. Majas retoris berupa kalimat tanya, yang jawabannya sudah jelas diketahui, biasanya hanya Ya atau Tidak. Pertanyaan retoris digunakan untuk memberi efek, penekanan, provokasi, atau untuk membentuk pernyataan berdasarkan fakta-fakta yang ada.

  • Contoh: “Must I argue the wrongfulness of slavery?” [4]

 

  1. Simile: Simile

Membandingkan dua hal berbeda yang memiliki kesamaan sifat. Dalam prosa formal, simile adalah sebuah alat seni sekaligus penjelasan, karena ia membandingkan hal yang tak dikenal dengan suatu hal lain (misalnya objek, peristiwa, proses, dll) yang dikenal dan diketahui oleh pembaca.

  • Contoh: I feel imprisoned, as a bird in a cage.

 

 

Reference:

  1. John Edgar Wideman, “All Stories Are True.” The Stories of John Edgar Wideman. Random House, 1996
  2. Dlugan, Andrew 2009, “Speech Analysis: I Have a Dream – Martin Luther King Jr”.
  3. B. White “The Ring of Time”, 1956. http://www.brunswick.k12.me.us/hdwyer/the-ring-of-time-by-e-b-white-3/
  4. Frederick Douglass, “What to the Slave Is the Fourth of July?” July 5, 1852

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_e5f18c8d1d80913e0156f7c5696f4dbf', 'a:1:{s:10:\"age_filter\";s:4:\"none\";}', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_expires_e5f18c8d1d80913e0156f7c5696f4dbf', '1575863918', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)