Menu

Daftar Sekarang

Beranda

Selamat datang di EF

Daftar program

Lihat semua program

Kantor dan sekolah

Kantor terdekat

Tentang EF

Cerita kami

Karir

Bergabung dengan tim kami
Strategi Mengatur Keuangan Untuk Freelancer
Karir & Bisnis

Strategi Mengatur Keuangan Untuk Freelancer

2019.09.16

Menjadi freelancer memang menyenangkan; kamu tidak harusbekerja di jam dan tempat tertentu. Justru, kamu bisa bekerja di mana saja dankapan saja yang kamu mau selama pekerjaanmu selesai. Bahkan, jika kamu mampu, kamu bisa melakukan lebih dari satu pekerjaan, sehingga penghasilanmu juga bisalebih banyak dibanding orang yang memiliki pekerjaan tetap.

Sayangnya,pekerjaan yang tidak selalu “ada” membuat gaji yang kamu dapatkan juga tidakmenentu. Oleh karenanya, kamu harus sangat pintar mengatur keuanganmu danmenggunakan pemasukanmu dengan bijak. Tapi, tahukah kamu, apa yang haruskamu lakukan untuk mengatur keuangan?

1. Catat pengeluaranmu

Mencatat pengeluaran memang membutuhkan kecermatan, karena jika angka yang kamu catat berbeda dengan pengeluaran aslinya, kamu akan kebingungan melihat sisa uang yang ada dengan yang tercatat.

Sebagai freelancer yang tidak memiliki pemasukan tetap,kamu tentu harus pintar mengatur pengeluaran. Dengan mencatat pengeluaran bulananmu, kamu jadi tahu pengeluaran mana yang tidak bisa dihindari dan pengeluaran mana yang bisa kamu kurangi.

Jika sudah mengetahuinya,kamu akan lebih mudah mengatur budget pengeluaran setiap bulannya.Sisanya, bisa kamu tabung dan dijadikan uang cadangan jika sewaktu-waktu kamu tidak menerima upah sama sekali dalam satu bulan.

2. Gunakan proporsi seimbang untuk pengeluaranmu

Cobalah untuk menerapkan sistem 50/30/20, di mana kamu bisa menggunakan 50% dari penghasilan freelancer untuk pengeluaranmu setiap bulan. Lalu, 30% untuk uang bebas tergantung kebutuhan, dan 20% uang yang pastiditabung.

Sebenarnya, proporsinya tidak harus persis sama, tetapi gunakanproporsi sejenis setiap menerima upah agar kamu terbiasa melakukannya. Jikakamu bisa tetap menggunakan sistem ini, kamu mungkin bisa menabung untuk jangkapanjang; misalnya dana setelah pensiun atau dana pendidikan, seperti contohnya dana untuk les bahasa Inggris anak.

3. Cermati pengeluaran yang tidak begitu penting

Jika pegawai tetap memiliki upah yang sudah pasti didapatkannyasetiap bulan dengan jumlah uang yang sama, freelancer memiliki upah yangvariatif. Artinya, seorang freelancer mungkin menerima uang dalam jumlahbanyak dalam satu waktu, namun bisa juga tidak mendapat uang sama sekali diwaktu lainnya.

Hal ini membuat seorang freelancer harus berhati-hatidengan pengeluarannya. Kebiasaan berbelanja termasuk ke dalam salah satu kegiatanyang harus diperhatikan. Belanja tentu boleh, tetapi jangan berlebihan karenauang yang kamu gunakan untuk berbelanja barang yang tidak begitu kamu butuhkan,bisa saja sangat berguna untuk membeli kebutuhan lainnya.

4. Pisahkan akun bank untuk keperluan sehari-hari dan menabung

Mungkin terdengar ‘ribet’, tetapi memisahkan akun bank untuk kebutuhan yang berbeda-beda bisa menjadi salah satu solusi terbaik. Khususnya, untuk uang tabungan.

Saat dipisahkan dengan uangyang akan kamu gunakan untuk pengeluaran sehari-hari, kamu bisa menyelamatkanuang tabunganmu. Pisahkan dan jangan pernah gunakan uang yang ada di dalamnya.Jika perlu, lupakan untuk sementara waktu, sehingga kamu tidak tergodamenggunakan uang tabungan untuk hal yang kurang penting.

5. Sisihkan uang darurat

Selain tabungan tetap, kamu juga disarankan untuk memilikitabungan kebutuhan darurat. Misalnya, ada hal yang tidak terduga, terjadipadamu. Uang ini akan sangat berguna sehingga kamu tidak perlu menggunakan uangdari tabungan tetapmu.

Kamu boleh menyimpannya di akun bank yang sama dengan tabungantetap yang kamu miliki, tetapi catat dana darurat dan dana tabungan agar tidaksaling mengganggu.

Daftar Konsultasi Gratis

Strategi Mengatur Keuangan Untuk Freelancer