:quality(70))
Mendapatkan tawaran kerja pertama tentu menjadi pencapaian yang membanggakan bagi seorang fresh graduate. Namun, setelah menerima kabar tersebut, muncul satu tahap yang sering membuat banyak orang merasa gugup, yaitu negosiasi gaji. Tidak sedikit lulusan baru yang langsung menerima nominal yang ditawarkan karena takut dianggap terlalu banyak meminta atau bahkan khawatir kesempatan kerjanya dibatalkan. Padahal, negosiasi gaji merupakan bagian yang wajar dalam proses rekrutmen apabila dilakukan secara profesional. Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari beberapa strategi negosiasi gaji pertama yang dapat membantu fresh graduate menyampaikan ekspektasi dengan percaya diri tanpa mengurangi kesan profesional.
Perlu dipahami bahwa negosiasi bukan berarti memaksa perusahaan untuk memenuhi semua keinginanmu. Tujuannya adalah menemukan kesepakatan yang sama-sama menguntungkan berdasarkan kemampuan, tanggung jawab pekerjaan, serta kondisi pasar kerja.
Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah menentukan angka gaji hanya berdasarkan perkiraan atau membandingkannya dengan teman. Sebelum memasuki tahap negosiasi, cari tahu kisaran gaji untuk posisi yang kamu lamar melalui berbagai sumber terpercaya, seperti situs pencarian kerja, laporan survei gaji, atau komunitas profesional.
Dengan memiliki data pendukung, kamu akan lebih percaya diri ketika menjelaskan alasan di balik ekspektasi gaji yang diajukan.
Meskipun belum memiliki pengalaman kerja penuh waktu, bukan berarti kamu tidak memiliki nilai tambah. Pengalaman magang, organisasi kampus, sertifikasi, kemampuan bahasa asing, pengalaman menjadi relawan, hingga proyek yang pernah dikerjakan dapat menjadi keunggulan yang relevan.
Saat melakukan negosiasi, fokuslah menjelaskan bagaimana pengalaman tersebut dapat memberikan kontribusi kepada perusahaan, bukan sekadar menyebutkan daftar pencapaian.
Negosiasi gaji sebaiknya dilakukan setelah perusahaan menunjukkan ketertarikannya untuk merekrutmu, biasanya ketika memberikan penawaran kerja. Mengangkat pembahasan mengenai gaji terlalu awal, misalnya saat wawancara pertama, dapat membuat percakapan kehilangan fokus dari kompetensi yang sebenarnya ingin dinilai oleh perekrut.
Menunggu hingga tahap penawaran menunjukkan bahwa perusahaan memang sudah melihat potensimu sebagai kandidat yang sesuai.
Daripada langsung menyebut satu angka tertentu, cobalah memberikan kisaran gaji yang realistis berdasarkan hasil risetmu. Menyampaikan rentang nominal menunjukkan bahwa kamu telah melakukan persiapan sekaligus tetap terbuka terhadap proses negosiasi. Sebagai contoh, kamu dapat mengatakan:
"Based on my research and the responsibilities of this position, I was hoping for a salary in the range of IDR 6.5 million to IDR 7.5 million per month. However, I'm happy to discuss what works best for both of us."
Kalimat tersebut terdengar profesional karena menjelaskan dasar pertimbanganmu sekaligus menunjukkan fleksibilitas dalam berdiskusi.
Cara menyampaikan negosiasi sering kali sama pentingnya dengan nominal yang diajukan. Gunakan bahasa yang profesional dan hindari kesan menuntut. Daripada hanya mengatakan:
"I want this salary."
Lebih baik gunakan kalimat seperti:
"Would it be possible to discuss the compensation package based on the responsibilities of this role?" atau
"I really appreciate the offer. I was wondering if there is any flexibility regarding the salary package."
Pilihan kata seperti would it be possible, I was wondering, atau I appreciate the offer membuat negosiasi terdengar lebih sopan tanpa mengurangi rasa percaya diri.
Kompensasi kerja tidak selalu hanya berupa gaji bulanan. Perhatikan juga berbagai manfaat lain yang ditawarkan perusahaan, seperti:
Tunjangan kesehatan
Bonus kinerja
Program pelatihan
Kesempatan pengembangan karier
Fasilitas kerja
Sistem kerja yang fleksibel
Jika perusahaan belum dapat memenuhi angka yang kamu harapkan, kamu dapat menanyakan manfaat lain dengan cara yang profesional, misalnya:
"Could you tell me more about the overall compensation package, including benefits and professional development opportunities?" atau
"Are there any additional benefits or training programs included in the offer?"
Dalam beberapa situasi, paket kompensasi secara keseluruhan dapat memberikan nilai yang lebih besar dibandingkan hanya melihat nominal gaji pokok.
Apabila perusahaan bertanya mengapa kamu mengajukan nominal tertentu, hindari memberikan alasan yang bersifat pribadi, seperti biaya hidup, cicilan, atau kebutuhan sehari-hari.
Sebaliknya, jelaskan berdasarkan hasil riset dan nilai profesional yang kamu miliki. Misalnya:
"Based on my research of similar entry-level positions and the skills I can contribute, I believe this salary range is appropriate." atau
"Considering my internship experience, certifications, and the responsibilities of this position, I believe this range reflects the current market standard."
Jawaban seperti ini terdengar objektif karena didukung oleh data dan kemampuan yang relevan.
Negosiasi bukanlah proses menang atau kalah. Ada kemungkinan perusahaan belum dapat memenuhi ekspektasimu karena memiliki kebijakan anggaran tertentu.
Apabila hal tersebut terjadi, dengarkan penjelasan mereka terlebih dahulu sebelum memberikan respons. Sebagai contoh, kamu dapat mengatakan:
"Thank you for explaining that. I completely understand the company's budget considerations."
Kemudian lanjutkan dengan:
"I appreciate your transparency. I'm still very interested in this opportunity, and I'd be happy to discuss other aspects of the offer."
Respons seperti ini menunjukkan bahwa kamu mampu berdiskusi secara profesional tanpa menciptakan suasana yang kaku.
Negosiasi pada dasarnya merupakan keterampilan komunikasi. Semakin baik cara kamu menyampaikan pendapat, menjelaskan alasan, dan merespons lawan bicara, semakin besar pula peluang tercapainya kesepakatan yang baik.
Kemampuan ini tidak hanya bermanfaat saat negosiasi gaji pertama, tetapi juga ketika mengikuti wawancara kerja, berdiskusi dengan klien, memimpin rapat, hingga berkomunikasi dengan atasan di lingkungan kerja internasional.
Memasuki dunia kerja membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Komunikasi profesional, termasuk saat wawancara maupun negosiasi gaji, menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan di perusahaan multinasional maupun lingkungan kerja internasional.
Di EF EFEKTA for Adults, kamu dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris melalui kelas interaktif yang dirancang sesuai kebutuhan profesional. Mulai dari komunikasi bisnis, presentasi, hingga negosiasi dan percakapan di dunia kerja, seluruh materi disusun untuk membantumu tampil lebih percaya diri dalam berbagai situasi.