Menu

Daftar Sekarang

Beranda

Selamat datang di EF

Daftar program

Lihat semua program

Kantor dan sekolah

Kantor terdekat

Tentang EF

Cerita kami

Karir

Bergabung dengan tim kami
Mengatasi Rasa Jenuh dengan Rencana Karir
Karir & Bisnis

Mengatasi Rasa Jenuh dengan Rencana Karir

2022.12.27

Rasa jenuh memang lumrah terjadi, terutama kalau kamu merasa tidak berkembang atau tidak mengalami perubahan apapun selama beberapa waktu. Jadi, kalau tiba-tiba kamu merasa ‘stuck’ atau jenuh dalam karir kamu, kamu tidak perlu panik. Bila kamu merasa jenuh, solusinya tidak selalu berarti kamu harus mencari pekerjaan baru, lho. Simak beberapa langkah berikut ini untuk menghilangkan rasa jenuh yang kamu alami.

Cari tahu penyebabnya

Cari tahu penyebab rasa jenuh yang kamu alami. Apakah kamu merasa jenuh karena merasa tidak mendapat penghargaan atas kerja keras kamu? Apakah kamu merasa jenuh karena tidak memiliki kesempatan untuk berkembang dan menambah kemampuan? Apakah kamu merasa jenuh karena budaya dan nilai perusahaan tidak sejalan dengan budaya dan nilai dirimu? Untuk mencari tahu penyebabnya, tuliskan gambaran mengenai karir yang kamu inginkan secara detail. Kamu juga bisa menuliskan beberapa nilai yang kamu inginkan dimiliki oleh perusahaan tempat kamu bekerja. Setelah itu, kamu bisa menentukan apakah karir kamu atau perusahaan tempat kamu bekerja masih sesuai dengan cita-cita kamu. Selanjutnya, kamu bisa menentukan langkah yang sesuai dengan penyebab kejenuhan kamu.

Ubah kebiasaan kamu

Melakukan hal yang sama berulang-ulang kali tentu akan menyebabkan rasa jenuh. Jadi, bila kamu mulai merasa jenuh dalam menjalani karir, coba untuk mengubah rutinitas kamu. Cari kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru. Misalnya, kamu bisa mencari hobi baru, memperluas jaringan kamu, atau cara lain. Perubahan rutinitas yang sederhana pun bisa punya dampak yang besar.

Tentukan tujuan baru

Terkadang rasa jenuh muncul ketika kita lupa dengan tujuan awal kita, atau ketika kita merasa kerja keras kita sia-sia dan tidak berhasil mencapai tujuan. Padahal memiliki tujuan atau cita-cita bisa jadi suntikan semangat kita. Jadi, tentukan tujuan jangka panjang yang ingin kita capai, lalu tentukan beberapa tujuan jangka pendek yang menjadi langkah untuk mencapai tujuan jangka panjang tadi. Kemudian lakukan hal-hal yang akan membantu kamu mencapai tujuan jangka pendek tadi. Rasa bangga dan gembira ketika kamu berhasil mencapai tujuan kamu tentu akan membuat kamu lebih bersemangat.

Bergerak

Membuat rencana dan menentukan tujuan tidak akan ada gunanya kalau kamu tidak memulai langkah untuk melakukan rencana demi mencapai tujuan kamu. Jadi, ayo mulai bergerak untuk mengusir rasa jenuh kamu!

Dalam poin ke-3 di atas disebutkan kalau kamu perlu menentukan tujuan dalam karir kamu. Kalau kamu belum pernah membuat rencana karir, mungkin ini adalah saat yang tepat untuk mulai membuatnya.

Rencana karir membantu kamu mengatur strategi untuk mencapai tujuan karir kamu. Rencana ini membantu kamu merincikan tujuan karir kamu serta langkah-langkah yang perlu kamu lakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Beberapa langkah dalam perencanaan karir adalah:

Tentukan minat kamu

Bila kamu melakukan pekerjaan yang kamu cintai, tentu lebih menyenangkan, bukan? Jadikan minat dan hal-hal yang kamu sukai sebagai acuan dalam menentukan jenjang karir yang ingin kamu jalani. Misalnya, bila kamu menyukai pekerjaan sosial, kamu bisa mengembangkan karir di divisi yang berhubungan dengan pekerjaan sosial atau memilih karir di perusahaan sosial seperti organisasi nirlaba, dll.

Nilai diri kamu

Sama halnya dengan mengirim pesan melalui ponsel, membuat CV untuk melamar pekerjaan, kamu juga tidak disarankan menggunakan terlalu banyak emotikon saat sedang mengirim email dalam konteks profesional. Pasalnya, emotikon justru menunjukkan bahwa kamu kurang profesional dan ‘kurang tahu tempat’. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari menggunakan terlalu banyak emotikon dalam badan email yang hendak kamu kirim.

Meski kamu merasa cukup aman menggunakan emotikon karena sudah cukup akrab dengan calon penerima email, tetap hindari menggunakannya dalam jumlah banyak. Cukup gunakan satu atau dua saja jika kamu merasa cocok menggunakan emotikon di dalam email. Namun, jika bisa menghindari, sebaiknya tidak menggunakannya sama sekali.

Nah, dari beberapa penjelasan di atas, kamu sudah tahu kan apa saja etika mengirim email, termasuk do’s and don’ts yang perlu kamu perhatikan? Selamat mencoba!

Identifikasi kekurangan dan hambatan yang kamu hadapi

Dalam proses mencapai tujuan, prediksi hambatan yang mungkin akan kamu hadapi, sehingga kamu bisa mempersiapkan diri untuk mengatasi hambatan tersebut.

Tuliskan rencana keseluruhan kamu

Menuliskan rencana akan membantu kamu melihat gambaran yang lebih besar, menilai kelebihan dan kekurangan rencana kamu, serta menganalisa penyesuaian yang harus kamu lakukan untuk mencapai tujuan.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan munculnya rasa jenuh dalam berkarir. Menentukan rencana karir bukan hanya akan membantu kamu mengusir rasa jenuh, tapi juga mendorong kamu untuk semakin produktif dalam karir kamu.

Daftar Konsultasi Gratis

Mengatasi Rasa Jenuh dengan Rencana Karir – EF Adults