:quality(70))
Apakah di lingkungan kantor kamu dituntut menggunakan second language? Kalau iya, wajar jika hal ini sering kali membuat kamu merasa cemas karena merasa kemampuanmu belum matang untuk bersanding dengan rekan kerja lainnya. Akibatnya, kamu mungkin sering merasa mendadak kaku, lidah kelu, atau bahkan freeze saat harus berbicara di depan atasan karena takut dinilai salah memilih kosakata. Padahal, rekan kerja atau klien di kantormu sebenarnya jauh lebih fokus pada urusan bisnis yang sedang dibahas, bukan bertindak sebagai penguji bahasa yang mencari kesalahanmu.
Untuk mengatasi permasalahan yang kamu alami, simak beberapa tips ini untuk mengurangi rasa minder kamu dalam bicara mulai hari ini:
Langkah paling awal adalah memetakan hambatan komunikasi yang membuat kamu merasa kesulitan (weak points). Ketika kamu sudah tahu letak titik kelemahanmu, kamu bisa langsung mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan topik yang harus dibicarakan. Pada umumnya, pembahasan di kantor tidak akan jauh dari pekerjaan yang sedang kamu fokuskan saat ini, topik yang sedang tren, hingga kehidupan sehari-hari.
Ketika kamu bekerja, singkirkan prasangka buruk bahwa rekan kerja sengaja menjatuhkanmu saat kamu berbicara. Ubah ketakutan akan dinilai buruk oleh orang lain menjadi fokus pada bagaimana ide atau solusi yang kamu bawa untuk mengatasi permasalahan tersebut. Selama solusi yang kamu bawa jelas dan bermanfaat bagi kemajuan tim, rekan kerja biasanya tidak akan memperdulikan struktur kalimatmu dalam berbicara.
Menjadi pembicara yang baik dimulai dengan menjadi pendengar yang aktif. Saat berada di dalam rapat, perhatikan dan dengarkan bagaimana rekan kerja atau atasanmu berbicara. Amati serta tiru frasa profesional yang sering muncul, lalu catat dalam notes kamu. Dengan cara ini, kamu akan lebih mudah terbiasa dengan kosakata baru yang sering digunakan di lingkungan kantormu.
Rasa malu sering muncul karena ketakutan mendadak blank di depan banyak orang. Untuk mengatasinya, tulis poin-poin utama yang ingin kamu sampaikan serta daftar beberapa kosakata yang relevan dengan topik bahasan. Langkah ini akan membuat kamu merasa siap secara mental sebelum rapat dimulai, sehingga kamu bisa berbicara secara berurutan tanpa takut kehilangan arah.
Cobalah membangun rasa percaya diri dengan berlatih kemampuan bicaramu melalui obrolan one-on-one dengan rekan kerja, contohnya saat jam istirahat atau sebelum rapat dimulai. Di situasi tersebut, kamu bisa mengurangi rasa cemas dengan berlatih secara perlahan dan mulai aktif berbicara tanpa beban. Begitu kamu sudah terbiasa, barulah tingkatkan keberanianmu untuk bersuara di forum yang lebih besar.
Ketika kamu gugup, jangan berbicara terlalu cepat karena hal ini akan mengacaukan artikulasimu dan membuatmu terlihat kurang profesional. Apabila situasi ini terjadi, ambil napas dalam-dalam lalu perlambat tempo bicaramu. Berikan jeda di setiap pergantian kalimat untuk memberi waktu bagi otakmu dalam mencerna kosakata berikutnya yang akan diucapkan. Justru dengan tempo yang tenang ini, kamu akan memperkuat kesan sebagai seorang profesional yang matang.
Saat merasa malu, tubuh kamu cenderung otomatis menyusut, menunduk, dan menghindari kontak mata. Justru hal tersebut membuat kamu terlihat tidak percaya diri di mata orang lain. Jika mendadak gugup di tengah presentasi, tetap jaga kontak mata, gunakan gestur tangan yang rileks, dan jaga postur tegap. Pembawaan diri yang tenang akan membuat lawan bicara tetap fokus pada gagasanmu dan kamu pun terlihat profesional.
Jangan biarkan rasa bersalah menghantui pikiranmu setelah presentasi atau rapat berakhir. Daripada meratapi kesalahan pengucapan yang terjadi, gunakan momen tersebut sebagai bahan evaluasi mandiri. Catat kata atau kalimat yang tadi sempat membuatmu kesulitan, lalu cari tahu cara pengucapan kata yang benar. Dengan mengubah kesalahan menjadi bahan evaluasi, kamu akan merasa jauh lebih siap dan percaya diri menghadapi interaksi berikutnya di kantor.
EFellas, itu tadi beberapa tips untuk mengatasi rasa malu ketika berbicara bahasa asing di kantor. Apabila kamu mendapat kesempatan untuk bekerja di lingkungan yang menggunakan bahasa asing, ingatlah bahwa ini adalah kesempatan yang tidak datang dua kali. Jadi, jangan biarkan rasa takut salah membatasi potensi yang kamu miliki untuk meraih jenjang karier internasional di masa depan.
Di EF Efekta Blog juga punya banyak tips bahasa Inggris lainnya untuk mendukung perkembangan kariermu, lho. Yuk, cek artikel edukatif lainnya!