Menu

Daftar Sekarang

Beranda

Selamat datang di EF

Daftar program

Lihat semua program

Kantor dan sekolah

Kantor terdekat

Tentang EF

Cerita kami

Karir

Bergabung dengan tim kami
academic speaking
Daily English

Perbedaan Speaking dan Writing untuk Academic dan Professional English

2026.08.01

Banyak pelajar bahasa Inggris mengira bahwa speaking dan writing hanya berbeda media penyampaiannya. Dalam artikel ini, kamu akan memahami mengapa kalimat yang terdengar natural saat berbicara belum tentu cocok digunakan dalam penulisan akademik maupun profesional.

Sekilas, keduanya memang sama-sama menggunakan bahasa Inggris. Kosakata yang digunakan bisa saja serupa, begitu pula dengan aturan grammar yang mendasarinya. Namun, jika diperhatikan lebih jauh, terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam cara menyampaikan ide, memilih kata, hingga menyusun kalimat. Inilah alasan mengapa seseorang bisa sangat lancar berbicara, tetapi masih kesulitan menulis esai atau laporan profesional. Sebaliknya, ada pula yang mampu menghasilkan tulisan akademik yang baik, namun terdengar terlalu kaku saat berbicara.

Memahami perbedaan ini menjadi penting, terutama bagi kamu yang sedang mempersiapkan diri menghadapi tes kemampuan bahasa Inggris internasional, kebutuhan akademik, maupun dunia kerja yang semakin mengutamakan kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris.

Speaking dan Writing Mempunyai Tujuan yang Berbeda

Salah satu alasan mengapa speaking dan writing memiliki karakteristik yang berbeda adalah tujuan penggunaannya.

Dalam speaking, tujuan utama biasanya adalah menyampaikan pesan dengan cepat dan mudah dipahami oleh lawan bicara. Karena berlangsung secara langsung, terdapat kesempatan untuk melakukan klarifikasi jika terjadi kesalahpahaman. Tak heran jika percakapan sehari-hari sering dipenuhi jeda berpikir, pengulangan kata, hingga ekspresi spontan.

Sementara itu, writing mempunyai tantangan yang berbeda. Penulis tidak dapat langsung menjelaskan maksudnya kepada pembaca. Oleh karena itu, tulisan cenderung dibuat lebih terstruktur, lebih rinci, dan lebih jelas agar pesan dapat dipahami tanpa bantuan penjelasan tambahan.

1. Kontraksi Terdengar Natural dalam Speaking

Jika kamu sering menonton film atau mendengarkan podcast berbahasa Inggris, pasti akan menemukan bentuk-bentuk seperti:

  • I'm

  • Don't

  • Can't

  • We've

  • They'll

Bentuk tersebut disebut contractions atau kontraksi, yaitu singkatan untuk kesan yang lebih kasual. Contohnya:

  • Speaking

"I'm working on a new project."
"We don't have enough time."
"I've already finished the task."

Penggunaan kontraksi membuat percakapan terdengar lebih natural dan santai. Namun, dalam konteks akademik atau profesional tertentu, bentuk lengkap sering kali lebih disukai.

  • Writing

"I am working on a new project."
"We do not have enough time."
"I have already finished the task."

Bukan berarti kontraksi selalu salah dalam writing. Akan tetapi, penggunaan bentuk lengkap umumnya memberikan kesan yang lebih formal dan profesional.

2. Filler Words Membantu Saat Berbicara

Ketika sedang berpikir, banyak orang menggunakan ungkapan seperti:

  • Well...

  • You know...

  • I mean...

  • Actually...

  • Let me think...

Ungkapan tersebut dikenal sebagai filler words. Fungsinya sederhana, yaitu memberikan waktu tambahan untuk menyusun ide sebelum melanjutkan pembicaraan.

Sebagai contoh:

"Well, I think online learning offers many benefits."

Kalimat tersebut terdengar wajar dalam percakapan. Namun, dalam penulisan akademik maupun profesional, penggunaan filler words biasanya tidak diperlukan.

Daripada menulis:

"Well, I think online learning offers many benefits."

Lebih baik ditulis:

"Online learning offers numerous benefits."

Writing cenderung lebih menghargai kejelasan dan efisiensi dibandingkan jeda berpikir yang biasa muncul saat berbicara.

3. Speaking Sering Menggunakan Kosakata Umum

Ketika berbicara, seseorang cenderung memilih kosakata yang mudah diingat dan cepat diucapkan.

Sebagai contoh:

"A lot of people use social media."
"The project was really good."
"Things are getting better."

Kalimat tersebut terdengar natural dalam percakapan sehari-hari. Namun, dalam writing akademik maupun profesional, penggunaan kosakata yang lebih spesifik biasanya lebih disukai.

Perhatikan perbedaannya:

  • Speaking
    "A lot of people use social media."

  • Writing
    "Many individuals use social media."

  • Speaking
    "The project was really good."

  • Writing
    "The project was highly successful."

  • Speaking
    "Things are getting better."

  • Writing
    "The situation is gradually improving."

Pemilihan kosakata yang lebih tepat dapat membantu tulisan terlihat lebih matang dan profesional.

4. Spoken English Cenderung Lebih Fleksibel

ielts professional speaking

Dalam percakapan, seseorang tidak selalu berbicara menggunakan kalimat yang sempurna. Contohnya:

"It was kind of interesting."
"I wasn't really sure about it."
"It was pretty difficult."

Ungkapan seperti kind of, really, dan pretty sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Namun, dalam writing akademik, penggunaan kata-kata tersebut biasanya dikurangi karena dianggap kurang spesifik. Sebagai gantinya, penulis dapat menggunakan:

"It was moderately interesting."
"The conclusion lacked clarity."
"It was particularly challenging."

Writing menuntut tingkat ketepatan yang lebih tinggi dibandingkan speaking.

5. Writing Lebih Menyukai Objektivitas

Perbedaan berikutnya terletak pada cara menyampaikan pendapat. Dalam speaking, penggunaan opini pribadi sangat umum. Contohnya:

"I think this policy is effective."
"I believe technology helps students learn faster."
"I feel this solution is better."

Saat berbicara, ekspresi seperti ini terdengar natural. Namun, dalam writing akademik, pendekatan yang lebih objektif sering kali dianggap lebih kuat. Sebagai contoh:

"This policy has proven effective."
"Technology can support faster learning."
"This solution offers several advantages."

Fokusnya bukan lagi pada apa yang dipikirkan penulis, melainkan pada argumen dan informasi yang disampaikan.

6. Pengulangan Lebih Terlihat dalam Writing

Saat berbicara, pengulangan sering kali tidak sering muncul. Contohnya:

"I think this program is useful because it helps people improve their skills, and I think many people can benefit from it."

Sebagian besar pendengar masih dapat memahami pesan yang disampaikan. Namun, ketika kalimat yang sama ditulis, pengulangan menjadi lebih mudah terlihat. Versi yang lebih efektif adalah:

"This program is useful because it helps individuals improve their skills and provides benefits for a wider audience."

Karena pembaca dapat melihat seluruh teks sekaligus, variasi kosakata menjadi lebih penting dalam writing.

7. Contoh Transformasi dari Speaking ke Writing

Agar lebih mudah dipahami, perhatikan beberapa contoh berikut.

Contoh 1

Speaking
"A lot of people work from home these days."

Writing
"Many employees currently work remotely."

Contoh 2

Speaking
"The company did really well last year."

Writing
"The company performed exceptionally well last year."

Contoh 3

Speaking
"People use technology for lots of things."

Writing

"Technology is utilised for various purposes."

Contoh 4

Speaking
"The event was pretty successful."

Writing
"The event was highly successful."

Perhatikan bahwa maknanya tetap sama, tetapi pilihan kata dan struktur kalimat disesuaikan dengan konteks penulisan yang lebih formal.

8. Jangan Menulis Seperti Sedang Mengobrol

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan pelajar bahasa Inggris adalah membawa gaya speaking ke dalam writing. Sebagai contoh:

"Nowadays, lots of people are using technology, and it's really helpful."

Kalimat tersebut masih dapat dipahami, tetapi terdengar terlalu santai untuk tulisan akademik. Versi yang lebih formal adalah:

"Nowadays, technology is widely utilised due to its numerous benefits."

Perbedaannya mungkin terlihat kecil, namun cukup berpengaruh terhadap kualitas tulisan secara keseluruhan.

9. Jangan Berbicara Seperti Sedang Membaca Esai

Kesalahan lainnya adalah kebalikan dari poin sebelumnya. Sebagian orang terlalu fokus pada writing sehingga gaya berbicaranya terdengar seperti membaca jurnal. Contohnya:

"In accordance with the aforementioned argument, it can be concluded that..."

Kalimat tersebut memang benar secara tata bahasa. Namun, dalam percakapan sehari-hari, penutur asli cenderung memilih bentuk yang lebih sederhana. Misalnya:

"Based on that, I'd say..." atau "So, I think..."

Kemampuan speaking yang baik bukan ditentukan oleh rumitnya kosakata yang digunakan, melainkan kemampuan menyampaikan pesan secara jelas dan natural.

10. Contoh Speaking vs Writing

Perhatikan percakapan berikut.

A: "How was the seminar yesterday?"
(Bagaimana seminar kemarin?)

B: "It was pretty good. A lot of people attended it, and they talked about technology."
(Itu cukup bagus. Banyak orang hadir dan mereka membahas teknologi.)

Jawaban tersebut terdengar normal dalam speaking. Namun, jika informasi yang sama ditulis dalam laporan profesional:

"The seminar was successful and attracted a large audience. The discussion primarily focused on technological developments."

Perhatikan perubahan berikut:

  • Pretty good =  successful

  • A lot of people = a large audience

  • Talked about = focused on

  • Technology = technological developments

Informasi yang disampaikan tetap sama, tetapi gaya bahasa yang digunakan berbeda.

Menyesuaikan Bahasa dengan Situasi

Pada akhirnya, kemampuan bahasa Inggris bukan hanya soal grammar atau banyaknya kosakata yang dimiliki. Kemampuan tersebut juga berkaitan dengan memahami kapan harus menggunakan bahasa yang natural dan kapan harus menggunakan bahasa yang lebih formal.

Speaking yang baik memungkinkan kamu berkomunikasi dengan lancar dan nyaman dalam situasi sehari-hari. Sementara itu, writing yang baik membantu kamu menyampaikan ide secara jelas dalam lingkungan akademik maupun profesional.

Oleh karena itu, jangan hanya berlatih speaking atau writing secara terpisah. Biasakan untuk memahami karakteristik keduanya agar dapat menyesuaikan gaya bahasa sesuai kebutuhan yang dihadapi.

Di EF EFEKTA for Adults, kamu tidak hanya belajar grammar dan vocabulary, tetapi juga memahami bagaimana bahasa Inggris digunakan dalam berbagai konteks nyata. Melalui latihan speaking, writing, diskusi interaktif, dan bimbingan dari pengajar profesional, kamu dapat mengembangkan kemampuan komunikasi yang lebih natural sekaligus profesional untuk kebutuhan studi, karier, maupun tes kemampuan bahasa Inggris internasional.