:quality(70))
Pernahkah kamu kesulitan menghafal kosakata baru dalam bahasa Inggris? Ternyata solusinya bukan menghafal, tetapi melatih muscle memory. Dalam artikel ini, kamu akan menemukan kunci teknik pronunciation kosakata bahasa Inggris dengan cara yang praktis secara otodidak.
Secara harfiah, muscle memory adalah kemampuan manusia melakukan aktivitas fisik secara otomatis. Secara linguistik, produksi pengucapan suatu kata dalam bahasa Inggris dapat dilakukan dengan adanya repetisi dan pengaplikasian yang tepat sesuai konteks yang dibutuhkan secara berkala untuk menghasilkan kelancaran bahasa Inggris dalam jangka panjang ke depannya.
Dalam hal ini, teknik hafalan biasa dianggap memerlukan waktu yang lebih lama serta cenderung mudah dilupakan. Oleh karena itu, muscle memory hadir sebagai jalan pintas untuk kamu yang sering lupa kosakata bahasa Inggris, terutama saat baru mempelajarinya.
Gerakan tubuh, termasuk di antaranya ucapan yang diproduksi oleh mulut kita, dapat dilatih sedemikian rupa untuk menghasilkan kemampuan berbahasa yang diharapkan. Adanya sinkronisasi memori otak dan memori otot (muscle memory) tentunya berperan sangat penting. Kebanyakan kesulitan pelajar bahasa Inggris adalah saat muscle memory jarang atau bahkan tidak pernah dilatih, dan memori otak tidak cukup kuat untuk merekamnya.
Coba bayangkan, jika memori otak kita tidak mampu merekam kosakata bahasa Inggris yang diperlukan, di situlah muscle memory menjadi solusi. Karena sering dilatih, muscle memory akan secara otomatis mengaitkan kosakata yang sempat terlupakan dan memproduksinya saat kamu mengucapkan kalimat dalam bahasa Inggris.
Metode drilling atau pengulangan merupakan salah satu cara untuk mengaktifkan muscle memory. Ketika menemukan kosakata baru dalam bahasa Inggris, kamu disarankan tidak hanya menghafal artinya, tetapi juga mengucapkannya sebanyak 5 hingga 15 kali. Hal ini membantu otot mulut kamu membiasakan pronunciation tersebut. Sebagai contoh, kamu ingin membiasakan diri dengan kosakata baru “however” yang berarti “tetapi”. Awalnya mungkin akan terasa asing dan tidak familiar, namun percayalah, semakin kamu latih, semakin lancar dan natural hasilnya.
Langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan muscle memory ke dalam konteks, sehingga fungsi dari kosakata bahasa Inggris tersebut tak terlupakan begitu saja. Pemahaman pun menjadi lebih mendalam dan tak sesederhana menerjemahkan satu kata dari bahasa Inggris dan artinya ke bahasa Indonesia saja. Berikut adalah contohnya:
Kalimat biasa:
“I am a big fan of fried egg, but egg roll skewer is my favourite”.
Kalimat baru:
“I am a big fan of fried egg, however, egg roll skewer is my favourite”.
Mudah sekali, bukan? Kamu tak perlu mengganti keseluruhan kalimat jika menemukan kosakata baru bahasa Inggris, cukup sisipkan ke dalam kalimat yang sesuai konteks dan sering diucapkan.
Karena tujuannya adalah kelancaran pronunciation, kamu perlu mengombinasikan metode drilling agar tak hanya terekam dalam memori otak, tetapi juga dalam memori otot. Tentunya hal ini perlu dibarengi dengan konsistensi yang menyeluruh.
Untuk mempertajam kesimbangan antara memori otak dan muscle memory, ada baiknya kamu mencari kosakata bahasa Inggris baru tersebut dalam cuplikan film, di mana percakapan yang muncul biasanya memang sering diucapkan secara kontekstual di beberapa negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Untuk mempermudahnya, kamu dapat mengakses cuplikan tersebut pada Play Phrase. Namun, tak ada salahnya pula jika kamu ingin mencarinya secara manual di YouTube, Instagram, ataupun TikTok melalui tombol search bar.
Jika kamu sudah mulai mahir, saatnya kamu naik level, yaitu mulai mempraktikkan pronunciation menggunakan frasa maupun idiom yang tentunya lebih panjang dibandingkan kosakata sebelumnya yang hanya dipelajari per kata saja. Mengapa hal ini penting? Karena kebanyakan dari kita berpikir bahwa mempelajari bahasa adalah dengan menerjemahkannya satu per satu, nyatanya tidak sesederhana itu. Tujuannya adalah supaya ungkapan dan pengucapan bahasa Inggrismu lebih dimengerti secara internasional. Berikut adalah contoh penggunaannya:
Kosakata Biasa: “Consider”
Kosakata Idiom: “Sleep on it”
Kedua kosakata tersebut memiliki arti yang sama, yaitu “mempertimbangkan sesuatu”. Seperti biasa, cobalah untuk mengombinasikan metode drilling dengan penerapannya ke dalam kalimat sehari-hari. Simaklah contohnya dalam bentuk dialog ini:
A: “Hey, let’s hang out tonight!”
(Hai, ayo nongkrong malam ini!)
B: “Hmm… however, I haven’t finished my assignment”
(Hmm, tapi, aku belum menyelesaikan tugasku)
A: “Well, just finish it before tonight”
(Ya, bereskan dahulu sebelum malam ini)
B: “Let me sleep on it, dude”
(Biar aku pertimbangkan dulu, bro)
A: “Alright then, keep me updated. See you!”
(Oke deh, kabarin aku, ya. Sampai jumpa!)
B: “See you!”
(Sampai jumpa!)
Dalam percakapan tersebut, penggunaan idiom “sleep on it” terkesan lebih natural untuk percakapan santai sehari-hari dibandingkan dengan kata “consider” yang mempunyai kesan formal. Muscle memory dapat terbentuk lebih mudah selain dengan metode drilling, yaitu dengan metode percakapan seperti contoh di atas.
Kelancaran pada muscle memory tentunya tidak datang secara tiba-tiba, namun melalui praktik dan usaha kamu dengan garis start yang berbeda-beda. Ini saatnya kamu mengganti teknik menghafal biasa, dengan teknik pengulangan agar kemampuan pengucapan bahasa Inggrismu bisa selangkah lebih maju. Dengan demikian, kamu dapat menghemat waktu dan lebih siap untuk eksplor kosakata baru.
Berdasarkan metode ini, secara tidak langsung, kemampuan kinestetik yang terekam di dalam muscle memory tentunya dapat memperlancar kefasihan bahasa Inggris kamu, sekalipun dalam keadaan pikiran yang terkadang tidak sinkron dengan ucapan. Jadinya, secara otomatis mulutmu akan mengucapkan perkataan bahasa Inggris yang selaras dengan konteks dan kalimat yang sudah biasa diucapkan sebagai satu kesatuan.
Ingin cara yang lebih kreatif? Kamu bisa saja membuat gerakan khusus sambil mengucapkan kosakata baru agar dapat lebih mudah mengingatnya. Sebagai contoh, kamu bisa pejamkan mata sekejap sambil mengucapkan idiom “sleep on it”, karena ada korelasi kata “sleep” yang identik dengan tidur, dengan gerakan memejamkan mata. Meskipun, makna sesungguhnya adalah “mempertimbangkan”. Hal ini mungkin terlihat kecil, namun jika dilakukan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan output besar yang kamu impikan selama ini.
Jika latihan pengulangan pronunciation dapat memudahkanmu untuk lancar berbicara bahasa Inggris secara otomatis, maka pengembangan tersebut perlu diimbangi dengan praktik sehari-hari yang akan dibimbing oleh pengajar profesional, baik lokal maupun native. Di EF EFEKTA for Adults, kamu diberikan kebebasan untuk menentukan metode belajar dan jadwal yang fleksibel dengan kesibukanmu.
Pembiasaan pronunciation akan lebih terarah dan sesuai dengan konteks tanpa harus mengganggu rutinitas harianmu, karena kami sangat menghargai waktumu. Tak usah ragu-ragu dan terus mengulur waktu. Yuk, diskusikan terlebih dahulu ke center location atau hubungi kami di call center dengan mudah dan seru!