Menu

Daftar Sekarang

Beranda

Selamat datang di EF

Daftar program

Lihat semua program

Kantor dan sekolah

Kantor terdekat

Tentang EF

Cerita kami

Karir

Bergabung dengan tim kami
skor ielts tinggi
Daily English

Metode Reading yang Wajib Kamu Kuasai untuk Skor Inggris Tinggi

2026.08.02

Membaca teks bahasa Inggris sepanjang beberapa halaman terkadang terasa seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Informasi yang dibutuhkan sebenarnya ada di depan mata, tetapi karena terlalu banyak detail, kita justru kesulitan menemukannya. Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari metode reading yang sering digunakan untuk menghadapi IELTS Reading agar dapat menemukan jawaban lebih cepat, memahami struktur bacaan akademik dengan lebih baik, dan meningkatkan peluang memperoleh skor yang lebih tinggi.

Berbeda dengan membaca novel atau artikel santai, IELTS Reading bukan hanya menguji kemampuan memahami bahasa Inggris. Bagian ini juga menguji kemampuan mengelola waktu, menemukan informasi penting, serta mengenali hubungan antar ide dalam sebuah teks akademik. Tak heran jika banyak peserta merasa waktu berjalan lebih cepat dibandingkan saat mengerjakan bagian lainnya.

Menariknya, kesulitan reading tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kosakata. Dalam banyak kasus, peserta sebenarnya memahami cukup banyak kata dalam teks, tetapi belum mengetahui strategi yang tepat untuk menemukan jawaban. Akibatnya, mereka menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu paragraf atau bahkan satu soal.

Oleh karena itu, menguasai beberapa metode reading berikut dapat membantumu bekerja lebih efisien selama menghadapi IELTS Reading.

1. Skimming: Melihat Peta Sebelum Memulai Perjalanan

Bayangkan kamu diminta mencari sebuah kafe di kota yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Kemungkinan besar kamu akan melihat peta terlebih dahulu sebelum mulai berjalan. Hal yang sama berlaku pada IELTS Reading.

Kesalahan yang cukup sering dilakukan peserta adalah langsung membaca setiap kalimat secara detail sejak paragraf pertama. Padahal, belum tentu semua informasi tersebut dibutuhkan untuk menjawab soal.

Metode skimming membantu kamu memahami gambaran besar bacaan sebelum masuk ke detail yang lebih spesifik. Fokuslah pada judul, subjudul, kalimat pertama setiap paragraf, serta kata-kata yang sering muncul.

Sebagai contoh, jika sebuah bacaan membahas perubahan iklim, kemungkinan besar kamu akan menemukan kata-kata seperti environment, carbon emissions, temperature, atau renewable energy. Kata-kata ini dapat menjadi petunjuk awal tentang arah pembahasan.

Dengan memahami "peta" bacaan terlebih dahulu, kamu tidak akan merasa tersesat ketika mulai mencari jawaban.

2. Scanning: Menemukan Jawaban Tanpa Membaca Ulang Semuanya

Jika skimming membantu memahami gambaran besar, maka scanning membantu menemukan detail tertentu. Dalam IELTS Reading, banyak pertanyaan meminta informasi spesifik seperti:

  • Tahun

  • Nama peneliti

  • Persentase

  • Lokasi

  • Hasil penelitian

Bayangkan kamu sedang mencari nomor rumah tertentu di sebuah jalan panjang. Kamu tidak perlu memperhatikan warna pagar atau jenis tanaman di setiap rumah. Fokusmu hanya pada angka yang dicari. Prinsip yang sama berlaku saat scanning. Misalnya pertanyaan berbunyi:

"In what year was the research conducted?"

Dalam kondisi seperti ini, fokus utama kamu adalah mencari angka tahun, bukan membaca ulang seluruh paragraf dari awal. Kemampuan scanning yang baik dapat menghemat banyak waktu selama mengerjakan Reading.

3. Jangan Cari Jawaban, Cari Kata Kuncinya

Banyak peserta IELTS terlalu fokus mencari jawaban secara langsung. Padahal, yang seharusnya dicari terlebih dahulu adalah kata kunci atau keywords. Sebagai contoh:

Question:

"What are the advantages of renewable energy?"

Sebelum membaca teks, tandai kata-kata penting seperti:

  • advantages

  • renewable energy

Ketika menemukan bagian yang membahas topik tersebut, peluang menemukan jawaban akan jauh lebih besar. Anggap saja kata kunci sebagai petunjuk arah. Tanpa petunjuk tersebut, pencarian jawaban akan terasa lebih melelahkan dan memakan waktu.

4. Waspadai Sinonim yang Menyamar

get highest score

Salah satu alasan mengapa IELTS Reading terasa menantang adalah penggunaan sinonim. Jawaban sering kali tidak ditulis menggunakan kata yang sama persis dengan pertanyaan. Perhatikan contoh berikut:

Question:

"Why do employees prefer remote working?"

Text:

"Many workers favor working from home because it offers greater flexibility."

Di sini terdapat beberapa perubahan:

  • Employees → workers

  • Prefer → favor

  • Remote working → working from home

Jika hanya mencari kata yang sama persis, kamu mungkin melewatkan jawaban yang sebenarnya sudah ada di depan mata. Karena itu, memperkaya kosakata sinonim menjadi salah satu investasi yang sangat berguna untuk Reading.

5. Jangan Terjebak Menerjemahkan Kata per Kata

Ketika menemukan kosakata yang tidak familiar, sebagian peserta langsung berhenti dan mencoba menerjemahkannya. Masalahnya, kebiasaan ini dapat mengganggu alur membaca.

Bayangkan sedang menonton film yang seru, tetapi setiap beberapa menit harus menekan tombol pause hanya untuk mencari arti satu kata. Tentu pengalaman menontonnya menjadi kurang nyaman.

Hal yang sama terjadi saat reading. Tidak semua kata harus dipahami secara sempurna. Dalam banyak situasi, konteks sudah cukup membantu untuk memahami makna umum suatu kalimat.

Fokus utama tetaplah memahami ide yang sedang disampaikan, bukan menerjemahkan setiap kata yang muncul.

6. Kenali Struktur Bacaan Akademik

Sebagian besar teks IELTS Reading berasal dari sumber akademik seperti artikel penelitian, jurnal populer, laporan ilmiah, atau pembahasan sejarah. Meskipun topiknya beragam, struktur penulisannya sering memiliki pola yang mirip:

  • pengenalan topik

  • penjelasan

  • data atau contoh

  • kesimpulan

Jika memahami pola ini, kamu akan lebih mudah menemukan lokasi informasi yang dibutuhkan. Misalnya, ide utama biasanya muncul di awal paragraf, sementara data pendukung sering ditemukan setelahnya.

Kemampuan mengenali struktur teks dapat mempercepat proses pencarian jawaban tanpa perlu membaca ulang seluruh bacaan.

7. Jangan Terlalu Lama Bertahan pada Satu Soal

Ada kalanya satu pertanyaan terasa sangat sulit hingga membuat kita terus kembali ke paragraf yang sama. Padahal, waktu yang tersedia tetap berjalan.

Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menghabiskan tiga hingga lima menit hanya untuk satu soal. Akibatnya, waktu untuk soal lainnya menjadi berkurang.

Jika sudah mencoba beberapa kali tetapi belum menemukan jawaban, lanjutkan terlebih dahulu ke pertanyaan berikutnya.

Siapa tahu saat membaca bagian lain dari teks, kamu justru menemukan petunjuk yang membantu menjawab soal sebelumnya.

8. Reading adalah Tentang Pemahaman

Banyak orang mengira bahwa skor Reading yang tinggi hanya bisa dicapai dengan menghafal ribuan kosakata baru. Meskipun vocabulary memang berperan penting, strategi membaca sering kali memberikan dampak yang sama besarnya.

Skimming membantu memahami gambaran besar. Scanning membantu menemukan detail penting. Keyword hunting membantu mempersempit pencarian, sedangkan kemampuan mengenali sinonim membantu menemukan jawaban yang disamarkan.

Dengan kata lain, Reading bukan hanya tentang seberapa banyak kata yang kamu ketahui, tetapi juga tentang bagaimana menggunakan informasi tersebut secara efektif dalam waktu yang terbatas.

Kemampuan ini tidak muncul dalam semalam. Namun, dengan latihan yang konsisten dan strategi yang tepat, proses membaca yang sebelumnya terasa seperti mencari jarum di tumpukan jerami perlahan akan menjadi lebih terarah dan efisien.

Jika kamu ingin mengembangkan kemampuan IELTS Reading sekaligus mendapatkan bimbingan yang sesuai dengan target skor yang diinginkan, EF EFEKTA for Adults menyediakan program belajar yang membantu kamu memahami berbagai tipe soal, strategi pengerjaan, serta teknik membaca yang relevan dengan kebutuhan akademik maupun profesional. Dengan demikian, persiapanmu tidak hanya lebih terstruktur, tetapi juga membuatmu lebih percaya diri saat menghadapi tes yang sesungguhnya.