:quality(70))
Pernahkah kamu merasa sudah memahami arti setiap kata dalam sebuah kalimat bahasa Inggris, tetapi tetap bingung dengan makna keseluruhannya? Misalnya, kamu mengetahui bahwa give berarti "memberi" dan up berarti "ke atas". Namun, ketika keduanya digabung menjadi give up, artinya justru berubah menjadi "menyerah". Inilah yang sering membuat banyak pembelajar bahasa Inggris kebingungan saat menemukan phrasal verbs. Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari apa itu phrasal verbs, mengapa penggunaannya sangat umum dalam percakapan sehari-hari, serta cara memahaminya agar lebih mudah digunakan dalam komunikasi.
Phrasal verbs merupakan salah satu bagian penting dalam bahasa Inggris karena sangat sering digunakan oleh penutur asli, baik dalam percakapan santai maupun komunikasi profesional. Sayangnya, banyak pembelajar justru menghindarinya karena menganggap maknanya sulit ditebak. Padahal, jika dipelajari secara bertahap dan dalam konteks yang tepat, phrasal verbs justru dapat membuat cara berbicaramu terdengar lebih natural.
Phrasal verb adalah gabungan antara verb (kata kerja) dengan preposition atau adverb yang menghasilkan makna baru.
Artinya, makna phrasal verb sering kali tidak bisa diterjemahkan berdasarkan arti masing-masing katanya. Sebagai contoh:
| Phrasal Verb | Arti |
|---|---|
| Wake up | Bangun tidur |
| Find out | Mengetahui atau menemukan informasi |
| Look after | Merawat |
| Turn on | Menyalakan |
| Run into | Tidak sengaja bertemu seseorang |
Penutur asli bahasa Inggris cenderung memilih phrasal verbs karena terdengar lebih alami dalam percakapan. Sebagai contoh, bandingkan dua kalimat berikut.
Please investigate this issue. dan Please look into this issue.
Keduanya memiliki makna yang hampir sama. Namun, dalam komunikasi sehari-hari, kalimat kedua terdengar lebih natural dan lebih sering digunakan. Hal yang sama juga berlaku pada berbagai situasi lainnya.
Misalnya:
continue → carry on
postpone → put off
cancel → call off
recover → get over
Dengan mengenal phrasal verbs, kamu akan lebih mudah memahami film, podcast, lagu, maupun percakapan dengan penutur asli.
Secara umum, phrasal verbs dapat dibedakan menjadi dua kelompok.
Pada jenis ini, objek dapat diletakkan di tengah atau setelah phrasal verb. Contoh:
Turn off the light. atau Turn the light off.
Kedua kalimat tersebut sama-sama benar.
Namun, apabila objeknya berupa kata ganti (pronoun), posisi objek harus berada di tengah. Contohnya:
Turn it off. Bukan: Turn off it.
Berbeda dengan sebelumnya, jenis ini tidak dapat dipisahkan. Contohnya:
She looks after her younger brother.
Kata her younger brother tidak boleh dipindahkan ke tengah. Begitu pula dengan phrasal verbs seperti:
look after
run into
get over
come across
Semuanya digunakan sebagai satu kesatuan.
Berikut beberapa phrasal verbs yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.
| Phrasal Verb | Arti | Contoh Kalimat |
|---|---|---|
| Wake up | Bangun | I usually wake up at six every morning. |
| Get up | Beranjak dari tempat tidur | She gets up before sunrise. |
| Find out | Mengetahui | I found out the answer yesterday. |
| Pick up | Mengambil atau menjemput | Can you pick me up after work? |
| Look for | Mencari | I'm looking for my keys. |
| Look after | Merawat | She looks after her grandmother. |
| Put off | Menunda | We had to put off the meeting. |
| Call off | Membatalkan | The event was called off because of the weather. |
| Work out | Berolahraga atau berhasil menemukan solusi | Everything worked out well. |
| Run into | Bertemu secara tidak sengaja | I ran into my lecturer at the mall. |
Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah menghafal daftar phrasal verbs dalam jumlah banyak sekaligus.
Cara seperti ini justru membuatmu mudah lupa karena setiap ungkapan dipelajari tanpa konteks. Sebaliknya, kelompokkan phrasal verbs berdasarkan situasi penggunaannya. Misalnya untuk aktivitas pagi:
wake up
get up
put on
go out
Untuk dunia kerja:
follow up
carry out
look into
take over
Sedangkan untuk komunikasi sehari-hari:
hang out
catch up
come over
drop by
Belajar berdasarkan konteks akan membantu otak mengingat kapan ungkapan tersebut digunakan.
Cara terbaik memahami phrasal verbs adalah melihat bagaimana ungkapan tersebut digunakan secara nyata. Saat menonton film atau mendengarkan podcast, cobalah memperhatikan phrasal verbs yang sering muncul. Misalnya ketika mendengar kalimat:
Let's catch up next weekend.
Kamu akan memahami bahwa catch up bukan berarti "menangkap ke atas", melainkan mengobrol atau saling berbagi kabar setelah lama tidak bertemu.
Semakin sering menemui phrasal verbs dalam berbagai konteks, semakin alami pula kamu menggunakannya ketika berbicara.
Setelah mempelajari satu phrasal verb baru, jangan berhenti sampai mengetahui artinya saja. Cobalah membuat satu atau dua kalimat menggunakan pengalamanmu sendiri. Sebagai contoh:
I need to look after my younger sister this afternoon. atau Our lecturer called off today's class.
Cara ini jauh lebih efektif dibandingkan sekadar menghafal daftar kosakata karena otak menghubungkan ungkapan tersebut dengan pengalaman yang lebih personal.
Phrasal verbs memang jumlahnya sangat banyak. Namun, bukan berarti kamu harus menguasai semuanya dalam waktu singkat.
Belajarlah sedikit demi sedikit. Misalnya, lima phrasal verbs setiap minggu, kemudian gunakan dalam percakapan maupun tulisan sederhana.
Lama-kelamaan, kamu akan menyadari bahwa ungkapan-ungkapan tersebut mulai muncul secara otomatis ketika berbicara atau menulis dalam bahasa Inggris.
Menguasai phrasal verbs dapat membuat bahasa Inggrismu terdengar lebih natural dan lebih mudah dipahami dalam berbagai situasi. Tidak hanya saat berbicara dengan teman, kemampuan ini juga sangat bermanfaat dalam dunia kerja, presentasi, hingga komunikasi dengan klien internasional.
Di EF EFEKTA for Adults, kamu akan mempelajari berbagai ekspresi yang benar-benar digunakan oleh penutur asli melalui kelas interaktif bersama pengajar bersertifikat. Dengan materi yang aplikatif dan relevan denganmu, kamu dapat meningkatkan kemampuan speaking, listening, reading, maupun writing secara lebih percaya diri!