:quality(70))
Active voice vs passive voice adalah dua cara untuk menyusun kalimat yang digunakan dalam bahasa Inggris. Dalam dunia kerja, memilih antara kalimat aktif atau pasif bukan hanya soal tata bahasa, tetapi soal siapa atau apa yang ingin kita tonjolkan. Mari kita bedah rumusnya dengan contoh sehari-hari di kantor.
Dalam Active Voice, subjek melakukan aksi atau perbuatan. Ini struktur pola kalimatnya: Subject + Verb1 (s/es) + Object. Penggunaan kalimat aktif ini sangat disarankan jika kamu ingin menunjukkan tanggung jawab yang jelas dan memberikan instruksi langsung kepada rekan kerja.
Kalimat Positif (+): The Manager signs the contract.
(Manajer menandatangani kontrak tersebut).
Kalimat Negatif (-): The Manager does not sign the contract.
(Manajer tidak menandatangani kontrak tersebut).
Kalimat Tanya (?): Does the Manager sign the contract?
(Apakah Manajer menandatangani kontrak tersebut?).
Do digunakan untuk subjek I, You, We, They, dan subjek jamak.
Does digunakan untuk subjek She, He, It, dan kata ganti tunggal.
Terdapat penambahan -s atau -es pada kata kerja (verb) untuk subjek He, She, dan It.
Contoh kerja harian lainnya adalah "I make reports every day" yang menunjukkan aktivitas rutin.
Dalam Passive Voice, fokus beralih kepada subjek yang menerima aksi. Tindakan dilakukan oleh subjek, dan objek dalam kalimat aktif berubah posisi menjadi subjek kalimat pasif. Polanya adalah: Object + is/am/are + Verb-3 + (By Actor). Penggunaan kalimat pasif ini sangat disarankan jika kamu ingin memberikan penekanan lebih pada hasil kerja.
Kalimat Positif (+): The contract is signed by the Manager.
(Kontrak tersebut ditandatangani oleh Manajer).
Kalimat Negatif (-): The contract is not signed by the Manager.
(Kontrak tersebut tidak ditandatangani oleh Manajer).
Kalimat Tanya (?): Is the contract signed by the Manager?
(Apakah kontrak tersebut ditandatangani oleh Manajer?).
Fokus utama adalah pada subjek yang menerima aksi.
Tidak ada penambahan -s atau -es pada kata kerja karena wajib menggunakan bentuk Verb-3.
Penggunaan to be (is/am/are) harus disesuaikan dengan subjek yang menerima aksi tersebut.
Contoh lainnya adalah "The reports are made by me", di mana fokusnya adalah pada laporan yang telah selesai dikerjakan.
Memahami perbedaan active vs passive voice membantu kamu menulis korespondensi yang lebih efektif dan profesional. Sebagai aturan praktis, gunakanlah kalimat aktif untuk memberikan perintah yang jelas (seperti saat mengirim email instruksi) atau saat melakukan klaim pencapaian tim agar terlihat lebih dinamis.
Sebaliknya, gunakan kalimat pasif untuk laporan hasil proyek yang bersifat formal dan objektif, atau saat menyampaikan kendala teknis secara diplomatis guna meredam kesan menyalahkan. Dengan memahami dan mempraktikkan pola kedua gaya bahasa di atas, kamu tidak akan bingung lagi bagaimana cara menyampaikan tugas-tugasmu secara profesional. Setiap aktivitas kantor yang kamu lakukan pun akan tepat sesuai tujuannya.
EFellas, apabila kamu mau cari tips gimana bahasa Inggris bisa menunjang karirmu, yuk cek artikel edukatif lainnya di EF EFEKTA Blog.