:quality(70))
Apakah kamu pernah stuck menggunakan past tense untuk laporan kerja? Wajar saja jika kamu takut salah memilih kata kerja dalam menerangkan aktivitas yang sudah selesai. Jika terjadi kesalahan dalam memilih tenses, dampaknya akan fatal karena rekan kerja, atasan, atau klien bisa mengira proyeknya masih berjalan dan membuatmu terlihat tidak profesional.
Padahal, kunci utama menghindari kesalahpahaman tersebut terletak pada ketepatan penggunaan Past Simple. Simak beberapa tips melalui artikel ini, bagaimana memanfaatkan dan mengaplikasikan Past Simple setiap aktivitas kerja yang harus dieksekusi dalam bentuk tulisan maupun lisan di tempat kerja agar terlihat meyakinkan dan profesional.
Agar laporan kerja tertulis kamu terlihat kredibel, pastikan tidak ada kesalahan dalam pengetikan (typo) saat kamu mengubah kata kerja ke bentuk lampau. Aturan ejaan Past Simple ini sangat penting kamu ingat buat kebutuhan email, laporan, dan draf presentasi:
Biasanya, kamu tinggal menambah akhiran "-ed" pada kata kerja dasar. Contoh: work → workedTapi, perhatikan beberapa kondisi :
Kalau kata kerjanya berakhiran huruf "-e" yang tidak dibaca (silent e), cukup tambah "-d" saja.
Contoh: arrive → arrived
Buat kata kerja pendek (satu suku kata) yang punya pola Konsonan + Vokal + Konsonan (CVC), huruf konsonan terakhirnya harus digandakan dulu sebelum ditambah "-ed".
Contoh: plan → planned
Kalau kata kerjanya berakhiran konsonan + huruf "-y", ubah dulu huruf "-y" menjadi "-i" baru ditambah "-ed".
Contoh: cry → cried
Kata kerja yang ini memang tidak memiliki pola pasti. Penguasaan kata kerja ini penting agar ketika kamu melakukan presentasi secara lisan atau menulis laporan, bahasa Inggrismu terdengar natural dan profesional.
Contoh: go → went, write → wrote, have →had
Dunia kerja tidak melulu soal membahas keberhasilan, tetapi juga tentang evaluasi kendala atau target yang belum tercapai. Kamu harus bisa menyampaikan hal ini dengan baik, baik saat menuliskannya di dokumen laporan maupun saat mengatakannya secara lisan di ruang rapat.
Gunakan kata bantu "did not" (atau "didn't") sebelum kata kerja dasar (base form). Setelah kata "did not", kata kerjanya kembali ke bentuk pertama tanpa tambahan apa pun.
Contoh (Tertulis/Verbal): "We did not identify any significant issues during the initial testing phase."
Letakan kata "did" di awal kalimat, diikuti subjek dan kata kerja dasar. Struktur ini bisa kamu gunakan untuk melakukan konfirmasi tertulis melalui chat pekerjaan atau ketika diskusi lisan di dalam rapat evaluasi.
Contoh (Tertulis/Verbal): "Did you send the updated proposal to the client?"
Sesuai kebutuhan di kantor, kamu bisa menggunakan Past Simple untuk beberapa tujuan strategis berikut, baik dalam bentuk dokumen formal maupun penyampaian lisan:
Ketika disisipkan ke lembar laporan bulanan, draft presentasi, atau diucapkan secara langsung di depan atasan untuk menunjukkan data performa yang konkret.
Contoh: "Last quarter, we increased our revenue by 15%."
Berguna saat kamu menulis teks studi kasus (case study) atau ketika menjelaskan urutan kejadian proyek secara lisan saat briefing tim.
Contoh: "We launched the product, received customer feedback, and then improved our offering."
Membantu kamu menguraikan latar belakang profesional secara transparan baik di draf proposal maupun saat pitching lisan ke klien baru dengan bantuan penanda waktu seperti ago atau last.
Contoh: "I worked on an international marketing campaign two years ago."
Ada kalanya jalannya proyek terikat dengan tenggat waktu. Di sinilah Past Simple memegang peranan penting untuk menegaskan batasan waktu yang jelas melalui tulisan dan ucapan:
Fungsi ini dapat membantu kamu menyatakan secara tegas bahwa suatu tahapan atau proyek telah berhasil diselesaikan tepat sesuai target jadwal yang ditentukan.
Contoh: "We completed phase 1 on time by the end of September."
Poin ini berfokus untuk mengkonfirmasikan bahwa suatu dokumen proyek telah selesai ditinjau, lalu percakapan langsung dialihkan ke agenda pembahasan berikutnya.
Contoh: "We reviewed the project initiation document last week. Moving on, I would like to highlight the next agenda..."
EFellas, dengan memahami kapan dan bagaimana cara mengaplikasikan Past Simple secara lisan dan tulisan dalam laporan kerja, komunikasi kamu bisa bebas dari ambiguitas. Langkah ini tentu bisa membuat kamu tampil lebih percaya diri dan tidak ragu lagi saat menyampaikan laporanmu.
Selamat membaca dan cek artikel edukatif lainnya hanya di EF EFEKTA Blog!