:quality(70))
Pernah dengar istilah ini? Mungkin kamu lebih familiar dengan “fake it till you make it” atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai “berpura-puralah hingga kamu berhasil”. Lalu, kenapa kata “make” diubah menjadi “become”? Istilah “fake it till you become it” terinspirasi dari salah satu pembicara ternama di acara motivasi bergengsi TED Talk, yaitu Amy Cuddy yang mengemasnya kembali secara unik dan bermakna.
Karena jika frasa “make it” atau “berhasil” hanya menjadi tujuan akhir yang terjadi sekali, sedangkan kata “become” atau “menjadi” diharapkan menjadi identitas murni yang berkelanjutan. Dalam artikel ini, kamu akan memahami strategi beliau selaku seorang psikolog dan penulis terkenal di Amerika ini untuk melatih kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris, terutama speaking.
Sadar gak sih kalau orang yang percaya diri itu rata-rata punya pose atau bahasa tubuh yang serupa? Hal ini disebut Amy Cuddy sebagai power pose, di mana gerakan tubuh tertentu dapat memengaruhi lawan bicara dan membuat mereka yakin akan apa yang kita ucapkan. Kemampuan ini juga secara tidak langsung membuat kita menjadi percaya diri. Lantas, gerakan apa saja yang dapat ditiru dari power pose? Berikut adalah pilihannya:
Bukan berarti kamu harus berdiri kaku seperti prajurit tentara. Berdiri tegak yang dimaksud di sini adalah berdiri tegak dan rileks sejak awal. Meskipun terasa gugup, biarlah hanya kamu yang tahu. Berpura-pura percaya diri dengan menegakkan badan dapat menjadi solusi untuk mengelabui audiens agar tidak menyadarinya dan lebih merasa aman saat menyimak.
Kerja sama antaranggota tubuh dapat memengaruhi kekuatan dalam berbicara. Badan yang tegak selaras dengan bahu yang tidak membungkuk. Hasilnya, kamu bisa lebih siap dalam menghadapi medan dan berusaha tampil maksimal.
Dapat dilakukan asal tidak berlebihan. Tujuannya agar tatapanmu bisa fokus dan tidak terus menunduk seperti sedang membaca teks. Hal ini juga menunjukkan kesiapanmu dalam menyampaikan informasi pada audiens.
Sinkronisasi antara ucapan dengan gerakan tangan merupakan salah satu teknik public speaking yang menjanjikan. Contohnya, saat memberikan urutan poin, kamu dapat menggerakkan jari-jari 1, 2, 3. Lalu, penegasan kata tertentu dapat memindahkan tangan seolah sedang memotong sesuatu. Terakhir, gerakan menggulung tangan dapat dilakukan untuk menjelaskan suatu proses. Tanpa disadari, hal ini pun dapat mengurangi rasa gugup saat berbicara di khalayak umum.
Biasakan untuk tidak hanya menatap ke satu sisi, karena hal ini justru membuatmu semakin gugup tak karuan. Saat berbicara satu kalimat, kamu bisa memindahkan pandangan dari kanan ke kiri, begitu pula sebaliknya secara perlahan, agar seluruh audiens merasa diperhatikan. Tak ada salahnya pula untuk menambahkan sedikit senyuman untuk kesan yang ramah jika diperlukan.
Kepercayaan diri terkadang buyar seketika ketika dihadapkan pada waktu tersulit atau kondisi tak terduga. Kondisi paling umum adalah ketika diberikan pertanyaan yang di luar kemampuan kita, atau kita tidak mengerti apa yang dimaksud karena kemampuan bahasa Inggris yang masih terbatas, dan yang terburuk mungkin tiba-tiba nge-blank dan tak tahu harus mengatasinya seperti apa. Solusinya adalah:
Tetap menjawab pertanyaan dengan bahasa Inggris berdasarkan hal yang diketahui dan memberikan pengertian bahwa hal tersebut di luar kemampuan, tak menutup kemungkinan untuk mencari jawabannya di kemudian hari.
“As far as I know…”
“My apologies, but it is out of my expertise. I will try to find the answer next time”
Melakukan konfirmasi terhadap pertanyaan yang diajukan seperti:
“Let me confirm, do you mean…?”
“I’m sorry, I didn’t get that. Could you please repeat?”
Mengingat kembali keywords dari topik yang ingin disampaikan. Maka dari itu, ada baiknya penyampaian informasi dalam bahasa Inggris dilakukan bukan dengan teknik menghafal, tetapi dengan mengembangkan ide secara spontan dan berurutan berdasarkan kata kunci atau keywords yang dimiliki.
Rasa gugup yang berlebihan sering kali membuat kita lupa akan momen saat ini. Rasanya ingin cepat-cepat berakhir, namun justru hal ini yang membuat kita tidak bisa mengontrol diri. Oleh karena itu, alihkan fokusmu pada waktu saat ini, hargai setiap detik yang dilewati, ambil momentum dan lakukan yang terbaik sebisa mungkin. Kesempurnaan atau ekspektasi hanyalah standar awal; sisanya biarkan mengalir seperti air. Hal ini dapat dilakukan secara berkala dengan jam terbang yang berbeda-beda bagi setiap individu, termasuk kamu.
Kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris memang tak bisa dibangun secepat kilat, namun akan meningkat jika dibangun dengan kebiasaan dan sudut pandang yang tepat. Meskipun ada fase naik turunnya, keinginan yang kuat untuk terus mencoba terlepas dari kondisi yang dihadapi merupakan suatu fondasi yang diperlukanmu.
Ingin terinspirasi dan praktik langsung dengan teman yang mempunyai latar belakang bahasa Inggris yang beragam dan tidak membosankan? Salah satu cara menerapkan prinsip “Fake It Till You Become It” adalah dengan menempatkan diri di lingkungan yang mendorongmu untuk berbicara.
Di Life Club EF EFEKTA for Adults, kamu berkesempatan bertemu siswa dari berbagai latar belakang dan level kemampuan bahasa Inggris. Semakin sering kamu berpartisipasi dalam diskusi, aktivitas sosial, maupun sesi interaktif lainnya, semakin terbiasa pula dirimu menggunakan bahasa Inggris secara spontan dalam situasi nyata. Dengan demikian, rasa percaya diri yang awalnya masih terasa kaku perlahan berubah menjadi bagian dari dirimu!