:quality(70))
Sering kali kita merasa semakin memperdalam ilmu, malah semakin tidak tahu apa-apa. Tenang saja, itu pertanda yang baik. Dalam artikel ini, kamu akan mengetahui Dunning-Kruger Effect, suatu teori yang akrab dikenal sebagai peribahasa “padi semakin berisi, semakin menunduk”, yang kurang lebih memiliki inti yang sama dan kaitannya dengan kemampuan speaking bahasa Inggris.
Merupakan hal yang lumrah ditemui, terutama bagi para orang yang belajar bahasa Inggris di level menengah hingga mahir. Mengapa bisa terjadi? Karena kebanyakan dari mereka sudah menghabiskan waktu cukup banyak untuk mengembangkan kemampuan speaking, tentunya hasil yang diharapkan harusnya pun sepadan. Tanpa disadari, sebenarnya kemampuan tersebut meningkat secara perlahan, meski belum terlalu signifikan. Hal ini diakibatkan oleh ekspektasi tinggi dan rasa lelah yang datang di waktu bersamaan.
Dunning-Kruger Effect mempunyai alasan di balik peristiwa tersebut. Pada tahap awal (beginner’s trap), kebanyakan orang merasa sudah tahu banyak ilmu, sedangkan pada tahap menengah hingga akhir (expert’s trap), yang terjadi justru sebaliknya. Mereka akhirnya menyadari bahwa ilmu yang dipelajari itu lebih kompleks daripada yang dibayangkan sebelumnya. Jika kamu merasakannya, secara keilmuan dan pemahaman kamu sebenarnya bertambah, tapi dari segi kepercayaan diri, kamu akhirnya sadar bahwa masih banyak hal yang belum digali dan diketahui. Titik inilah yang terkadang sulit dikendalikan.
Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk belajar speaking bahasa Inggris, semakin kewalahan kita mengejar materi tingkat lebih lanjut. Cara pertama yang dapat kamu lakukan adalah dengan bersikap tenang, supaya pikiran lebih jernih. Kamu boleh beristirahat sejenak agar tidak merasakan burnout atau kelelahan fisik dan mental yang terlalu berlebihan. Setelahnya, kamu disarankan untuk mempelajari materi per poin, dan merangkum inti dari poin tersebut supaya dapat lebih mudah dipahami saat review nanti.
Dengan cara seperti ini, tubuh dan pikiran terasa lebih rileks, dan tidak dalam survival mode, sehingga materi yang dipelajari dapat dipahami terlepas dari tingkat kesulitan yang kamu hadapi. Meski terdengar sederhana, hal ini perlu dilatih dengan konsistensi secara perlahan, terlebih setiap orang mempunyai cara yang berbeda untuk menenangkan diri. Di antaranya adalah dengan mendengarkan instrumen musik menenangkan seperti suara percikan air, melihat pemandangan hijau, atau sekedar memakan camilan dan minum menu favorit.
Proses tanpa adanya tracking rasanya bagai sayur tanpa garam. Biasakan untuk merangkum atau meriviu kembali materi speaking yang telah kamu pelajari. Apa saja yang sudah dipahami dan dikuasai, lalu apa saja yang masih perlu dipelajari kembali. Hal ini dapat menjadi tolak ukur bagi kamu untuk menghargai proses kecil dan mengevaluasi kekurangan yang ada. Buatlah evaluasi pribadi baik dalam bentuk tabel maupun checklist sederhana agar kedepannya dapat dikembangkan lebih baik lagi.
Karena berfokus pada perkembangan speaking, ada baiknya kamu mengucapkan kembali kata, frasa, klausa, maupun kalimat bahasa Inggris secara lantang untuk memperlancar pronunciation sembari melakukan evaluasi. Jangan lupa untuk mengecek ketepatan pronuncuation menggunakan kamus online resmi seperti di Cambridge atau Oxford Dictionary untuk hasil yang lebih maksimal.
Selain dalam bentuk tulisan, adanya proses perkembangan speaking dengan rekaman audio dapat menjadi bukti konkret terhadap kemampuan belajarmu. Hal ini dapat dimulai dengan merekam hasil riviu materi, atau hal-hal sederhana lainnya seperti afirmasi positif sebelum dan sesudah memulai aktivitas.
Jika kamu suka storytelling, kamu juga dibebaskan untuk mengekspresikan cerita yang dialami sehari-hari, harapan, atau rencana ke depannya dalam bahasa Inggris. Supaya lebih melekat di ingatan, sangat disarankan untuk menggunakan kosakata dan ekspresi yang telah dipelajari sebelumnya. Anggap saja sedang berbicara atau curhat dengan sahabat, sehingga rekaman monolog dapat terdengar lebih natural.
Setelah merekam suara dari cerita monolog tersebut, kamu dapat menghitung jumlah stutters yang dihasilkan, jika semakin sedikit, semakin bagus. Stutters adalah suatu kata atau bunyi yang memberikan jeda berpikir antara informasi sebelumnya dengan informasi yang hendak diucapkan. Sebagai contoh, yaitu kata um, uh, hmm.
Hal ini dapat menjadi parameter dikarenakan kefasihan bahasa Inggris seseorang biasanya dapat diukur dari semakin sedikit atau bahkan tidak ada stutters dalam ujarannya. Untuk mengakali hal tersebut, kamu dapat menggunakan filler words agar jeda tersebut tidak mengganggu. Berikut adalah filler words yang dapat kamu gunakan:
Well
You know
I mean
It’s about
What’s that?
Let me think
Sebagai contohnya saat proses berpikir dan kamu tiba-tiba stuck, kamu dapat merangkainya seperti ini:
“Indonesia is an archipelago country, you know, where it consists of diverse islands from Sabang to Merauke”
Jeda filler word “you know” di sini menjadi pertanda bahwa kamu sedang berpikir atau mencari kata selanjutnya guna menjelaskan istilah “archipelago”. Tentunya dengan penggunaan filler word ini, ujaran terasa lebih natural, tanpa jeda yang berlebihan.
Tahap selanjutnya adalah memberikan sedikit tantangan untuk mengukur fluency (kefasihan) dan coherence (keselarasan) kamu. Seseorang dapat dikatakan mahir berbahasa Inggris jika dapat menjawab atau mendeskripsikan sesuatu secara spontan, bahkan untuk topik yang rumit sekali pun.
Tantangan ini dapat dimulai dengan membahas beberapa mosi yang sering muncul dalam debat bahasa Inggris, seperti “e-money is better than cash” dan mosi lainnya. Coba utarakan sudut pandangmu dari salah satu sisi secara menyeluruh dalam waktu yang singkat.
Pada tahap awal, kamu dapat memulainya selama kurang lebih 1 menit, jika sudah lancar, coba kurangi lagi menjadi 30 detik. Dengan membiasakan diri, kamu dilatih untuk tetap in line dengan topik. Hal ini juga membantu kamu untuk mengurangi stutters akibat kebingungan untuk membahas poin selanjutnya.
Kebanyakan dari kita merasa takut dan malu melihat feedback karena merasa hal tersebut merupakan aib yang harus dihindari. Nyatanya, tanpa adanya feedback yang jelas, kita berada di fase yang membingungkan, dan jika terus dibiarkan, bisa sampai hilang arah. Jika tak mau hal ini terjadi, sebaiknya kamu mulai membuka diri untuk menerima masukan dan belajar dari kesalahan selama hal tersebut membangun dan tidak merendahkan.
Dari mana kamu bisa mendapatkan feedback yang membangun? Cara termudah tentunya adalah melalui orang terdekat seperti keluarga ataupun teman yang sudah lebih mahir dalam speaking bahasa Inggris.
Kalau tak punya, bagaimana? EF EFEKTA for Adults siap jadi sahabat belajar bahasa Inggris kamu yang menemani proses perkembangan speaking sesuai level kamu. Dengan pengajar yang profesional di bidangnya, kami tak cuma mengajar, namun juga senantiasa memberikan feedback yang dipersonalisasikan berdasarkan kebutuhan.
Mau tanya-tanya dulu untuk memastikan perkembangan bahasa Inggris kamu? Yuk, klik link di bawah ini buat konsultasi dulu!