:quality(70))
Menguasai bahasa inggris formal yang sopan dalam menolak tugas dari atasan menjadi salah satu skill yang harus dipunyai setiap individual. Hal ini penting agar kamu tetap bisa menjaga batasan tanpa menjatuhkan profesionalisme saat berada dalam situasi sulit di kantor. Dalam dunia kerja, sering kali kita dihadapkan pada tumpukan pekerjaan dan permintaan atasan yang melebihi kapasitas waktu atau keahlian kita.
Satu hal yang harus kita pahami selama ini banyak dari kita merasa takut untuk menolak. Padahal, menolak itu boleh, asal bahasanya sopan. Kamu tidak harus selalu bilang “tidak”, tapi gunakanlah kosakata yang halus agar tetap terlihat profesional.
Sering kali ketika atasan meminta tugas diselesaikan hari ini juga, pada akhirnya kita cuma bisa bilang "Noted, Pak/Bu." Padahal, kamu bisa menolak tanpa harus selalu bilang noted.
Kalau kamu bingung dan takut bagaimana menunjukkan profesionalisme kamu tanpa terlihat kasar dan tidak mau meninggalkan kesan untuk tidak mau mengerjakan hal pekerjaan tersebut, kamu bisa mencoba menggunakan kalimat ini dengan menunjukkan bahwa kamu juga lagi menghandle kerjaan lain
"But at the moment, we are handling several priorities."
Artinya, kamu sedang menangani beberapa prioritas lain. Kalimat ini jauh lebih profesional karena memberikan penjelasan logis mengenai kapasitas kerjamu saat ini.
Berikut adalah beberapa versi jawaban yang bisa kamu gunakan sesuai dengan kondisi yang kamu hadapi:
Cocok kalau kamu ingin menjaga hubungan sangat baik dengan atasan."Thank you very much for the opportunity. I would genuinely like to assist; however, given my current responsibilities, I’m concerned I may not be able to deliver the quality this task deserves."(Terima kasih banyak atas kesempatan ini. Saya sebenarnya ingin membantu, namun dengan tanggung jawab saya saat ini, saya khawatir tidak dapat memberikan hasil yang optimal untuk tugas ini.)
Cocok jika kamu tetap ingin terlihat membantu."I appreciate your trust in assigning this to me. Unfortunately, I’m unable to take it on right now, but I would be happy to assist in another way or revisit this when my schedule allows."(Saya menghargai kepercayaan yang diberikan. Sayangnya, saya belum dapat menerimanya saat ini, namun saya dengan senang hati membantu dalam bentuk lain atau mempertimbangkannya kembali ketika jadwal saya memungkinkan.)
Gunakan ini jika beban kerjamu memang sudah benar-benar penuh."Thank you for considering me. At this time, I must decline as my current workload does not allow me to take on additional tasks."(Terima kasih telah mempertimbangkan saya. Saat ini saya harus menolak karena beban kerja saya tidak memungkinkan untuk menerima tugas tambahan.)
Ini adalah versi yang paling disukai di lingkungan kerja."Thank you for the opportunity. Unfortunately, I’m unable to take on this task right now due to my current priorities. Perhaps we could consider assigning it to someone with more availability, or I can support it in a limited capacity."(Terima kasih atas kesempatannya. Sayangnya, saya belum dapat menerima tugas ini karena prioritas yang sedang berjalan. Mungkin tugas ini dapat diberikan kepada rekan yang memiliki ketersediaan lebih, atau saya bisa membantu dalam kapasitas terbatas.)
Jangan Terlalu Banyak Meminta Maaf: Saat menolak, meminta maaf satu kali sudah cukup. Jangan menormalisasikan kebiasaan terlalu banyak minta maaf karena bisa membuat kamu terlihat tidak percaya diri atau bersalah atas sesuatu yang sebenarnya merupakan hak kamu dalam manajemen beban kerja.
Tetap Jujur: Jangan mencari alasan yang dibuat-buat. Kejujuran mengenai kapasitasmu akan lebih dihargai dalam jangka panjang karena mencegah terjadinya kegagalan proyek di tengah jalan.
Jaga Komunikasi dan Intonasi Suara: Gunakan bahasa dan intonasi yang sopan, tidak emosional, dan jelas. Hal ini sangat membantu untuk menghindari kesalahpahaman dengan atasan.
Menguasai bahasa inggris formal untuk menolak tugas menunjukkan bagaimana cara kita berkomunikasi di kantor. Ini bukan hanya soal tata bahasa dan kosakata, tapi soal membangun batasan yang sehat secara profesional. Dengan penyampaian yang tepat, atasanmu akan tetap menghormati dedikasimu meskipun kamu tidak bisa menerima setiap permintaan. Ingatlah bahwa komunikasi yang jelas, transparansi, serta batasan terhadap kuantitas kerja sangatlah penting, karena kualitas pekerjaan jauh lebih berharga daripada kuantitas yang berujung pada hasil setengah-setengah.
Kalau kamu merasa butuh cara untuk melancarkan komunikasi profesional agar tidak terjebak dengan bahasa yang itu-itu saja (atau sekadar jadi yes-man), EF EFEKTA punya solusinya. Kamu bisa belajar kapan saja, di mana saja, dan fokus pada materi yang relevan dengan dunia kerja. Dengan sistem belajar 24/7 dan dukungan pengajar profesional yang memahami lingkungan kerja, kamu akan dibimbing agar cara berkomunikasi kamu terlihat semakin berkelas.
Di sini EF EFEKTA juga punya banyak tips bahasa Inggris untuk menunjang karirmu. Yuk, cek artikel edukatif lainnya di EF EFEKTA Blog ya. Selamat membaca!