:quality(70))
Berniat melanjutkan studi ke luar negeri, tapi tak tahu harus mulai dari mana? Personal statement adalah salah satu kode yang harus dipecahkan untuk membuka gerbang ke universitas impian. Dalam artikel ini, kamu akan disuguhkan cara merangkai kosakata Inggris untuk menciptakan personal statement yang menarik dan otentik.
Personal statement merupakan esai yang digunakan untuk memperkenalkan diri, latar belakang, motivasi, serta tujuan akademik kepada pihak universitas. Berbeda dengan CV yang berisi daftar pengalaman secara ringkas, personal statement memberikan kesempatan bagi kamu untuk menceritakan alasan di balik perjalanan pendidikan dan karier yang telah ditempuh.
Karena sifatnya yang personal, banyak pelamar justru mengalami kesulitan saat menulis bagian ini. Mereka sering kali memiliki pengalaman yang menarik, tetapi belum mampu mengungkapkannya menggunakan kosakata bahasa Inggris yang tepat. Akibatnya, isi personal statement terdengar terlalu umum dan kurang meninggalkan kesan bagi tim admisi.
Oleh karena itu, pemilihan kosakata menjadi salah satu faktor penting untuk membantu personal statement terdengar lebih meyakinkan dan profesional.
Salah satu pernyataan yang hampir selalu muncul dalam personal statement adalah alasan mengapa kamu ingin melanjutkan studi. Daripada menggunakan kata-kata yang terlalu sederhana seperti I want to study abroad, kamu dapat mencoba beberapa kosakata berikut:
Passionate about
Memiliki ketertarikan atau minat yang kuat terhadap suatu bidang. Contoh:
"I am passionate about educational technology and its impact on modern learning environments."
(Saya memiliki ketertarikan yang kuat terhadap teknologi pendidikan dan pengaruhnya terhadap lingkungan belajar modern.)
Pursue
Menekuni atau mengejar suatu bidang studi maupun karier. Contoh:
"I wish to pursue a master's degree in Public Policy."
(Saya ingin menempuh pendidikan magister di bidang Kebijakan Publik.)
Aspiration
Cita-cita atau tujuan jangka panjang. Contoh:
"This program aligns with my long-term career aspirations."
(Program ini selaras dengan tujuan karier jangka panjang saya.)
Selain motivasi, universitas juga ingin mengetahui pengalaman yang membentuk dirimu saat ini.
Gain Exposure
Digunakan untuk menjelaskan pengalaman memperoleh wawasan atau pengalaman baru.
Contoh: "Through volunteering activities, I gained exposure to diverse educational challenges"
(Melalui kegiatan sukarelawan, saya memperoleh wawasan mengenai berbagai tantangan pendidikan.)
Develop
Mengembangkan kemampuan tertentu.
Contoh: "The project helped me develop leadership and communication skills."
(Proyek tersebut membantu saya mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan komunikasi.)
Contribute
Berkontribusi atau memberikan dampak.
Contoh:"I hope to contribute to educational development in my community."
(Saya berharap dapat berkontribusi terhadap perkembangan pendidikan di komunitas saya.)
Tidak sedikit personal statement yang menceritakan tantangan hidup sebagai bagian dari perjalanan akademik. Namun, pastikan cerita tersebut tetap berfokus pada pembelajaran yang diperoleh.
Overcome
Berhasil mengatasi tantangan atau hambatan.
Contoh:"I learned to overcome obstacles through perseverance and continuous learning."
(Saya belajar mengatasi berbagai hambatan melalui ketekunan dan pembelajaran yang berkelanjutan.)
Resilience
Kemampuan untuk bangkit kembali dari kesulitan.
Contoh: "The experience strengthened my resilience and adaptability."
(Pengalaman tersebut memperkuat ketahanan dan kemampuan adaptasi saya.)
Growth
Perkembangan diri atau pertumbuhan pribadi.
Contoh: "This challenge became an important part of my personal growth."
(Tantangan tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan diri saya.)
Salah satu kesalahan yang sering ditemukan dalam personal statement adalah penggunaan kata-kata yang terlalu generik dan berulang.
Sebagai contoh:
Kurang spesifik: "I am very interested in education."
Lebih kuat: "I am deeply passionate about improving access to quality education."
Perhatikan bahwa kalimat kedua memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai minat dan tujuan yang dimiliki penulis.
Dengan kata lain, jangan hanya memberi tahu pihak universitas bahwa kamu tertarik pada suatu bidang. Tunjukkan alasan dan konteks yang membuat ketertarikan tersebut bermakna.
Personal statement yang baik bukanlah tulisan yang dipenuhi kosakata rumit atau istilah akademik yang sulit dipahami. Sebaliknya, personal statement yang kuat mampu menunjukkan siapa dirimu, apa yang telah kamu pelajari, dan bagaimana program studi tersebut dapat membantumu mencapai tujuan di masa depan.
Oleh karena itu, gunakan kosakata yang profesional namun tetap mencerminkan pengalaman dan karakter asli yang kamu miliki. Dengan demikian, personal statement tidak hanya terdengar meyakinkan, tetapi juga terasa lebih otentik di mata tim admisi.
Jika kamu berencana melanjutkan studi ke luar negeri, kemampuan menulis personal statement hanyalah salah satu bagian dari perjalanan akademik yang perlu dipersiapkan. Kemampuan bahasa Inggris yang baik, mulai dari writing hingga speaking, juga menjadi modal penting untuk menghadapi proses seleksi maupun kehidupan perkuliahan internasional nantinya.
Mulailah membangun fondasi bahasa Inggris yang kuat dari sekarang agar peluang menuju kampus impian semakin terbuka lebar bersama EF EFEKTA for Adults!