1500-003

Bahasa Inggris membantuku bercerita pada dunia

Bukan lulusan jurnalis tidak membuat Nabila Charisty merasa kecil hati, namun karena niat dan tekad yang besar membuat Nabila terus mengasah kemampuannya yang tidak hanya di bagian jurnalis, namun juga dalam berkomunikasi. Nabila mengakui bahwa bahasa Inggris menjadikan karir semakin luas karena kini dia dapat lebih percaya diri dalam memberitakan cerita yang sebenarnya pada dunia. Simak terus keseruan Nabila dalam menceritakan karirnya bersama bahasa Inggris.

Hi Nabila, boleh ceritain bagaimana rasanya menjadi jurnalis di ibu kota? Dan apa yang kamu pelajari selama ini?

Bangga! Karena kita adalah perantara pertama yang berkesempatan membagikan informasi penting kepada publik, tapi tantangannya adalah kecepatan waktu dalam menulis, memilih angle berita yang tepat, dan membuat judul semenarik mungkin, serta eksklusivitas dalam mendapatkan informasi. Ke 4 hal itu sampai saat ini masih aku pelajari, dengan cara banyak memperbaharui informasi dengan membaca, menonton, atau menantang diri untuk terjun langsung ke lapangan untuk merasakan atmosfirnya dan memperbanyak koneksi dengan siapapun. Dari tingkat pejabat tinggi hingga masyarakat awam,
karena dari berbagai elemen itu kita bisa memperluas wawasan dan konektivitas
yang berkorelasi dengan eksklusivitas.

Kedua, rasa senang saya adalah saat kita berkesempatan wawancara tokoh publik terkenal, di mana kita merasa memiliki ilmu yang setara dengan narasumber, yang saya pelajari semenjak menjadi jurnalis adalah surviveBy the way, jurnalis bukan background di kuliah saya, jurusan dulu fisheries dan marine science.

Dan sejak jadi jurnalis ini saya belajar berani untuk melobi narasumber, hingga saya harus berani turun ke daerah bencana tanpa persediaan pasokan makanan, sandang, dan berbagai perlengkapan pendukung yang dibutuhkan. Dedikasi waktu yg kita berikan itu 24 jam, siap tidak siap harus berangkat, jika ada urgensi tertentu. Ketika kamu sedang berproses menjadi jurnalis, bagaimana awal cerita kamu memutuskan untuk memperdalam bahasa Inggris?

Waktu itu saya biasa pegang desk pembangunan manusia dan kebudayaan serta Ekonomi. Seringkali ada beberapa istilah asing, narasumber rata-rata dari luar negeri, kemudian saya sering diminta untuk menjadi MC dan saat itu ada pihak luar negeri yang hadir, serta wawancara eksklusif bersama para duta besar. Di saat itu pastinya, butuh banget bisa berbahasa asing terutama bahasa Inggris dalam bagian berbicara dengan grammar yang tepat.

Setelah menjalani pembelajaran di EF, menurut kamu sejauh mana EF sudah membantu kamu?

Prosesnya bisa membuat pertanyaan dengan grammar yang lumayan tepat,  terus pronunciation saya bisa seperti natives (mungkin), saya tidak perlu terjemahan kalau lagi nonton film, saya berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sama atasan dan teman teman di lapangan terkadang minta percakapan dengan Inggris, ketika ada narasumber asing dateng ke istana saya cepat mencair dibandingkan orang banyak. Selain itu, (gurunya yang aktif bertanya pada murid yang pasif) juga inisiatif dari kita yang rajin memanfaatkan peluang dengan cara membuat tulisan dan minta guru untuk mengoreksi. Oh iya, rajin bertanya dengan guru melatih percakapan saya. Selama belajar di EF, saya jadi terbiasa berbicara menggunakan bahasa Inggris.

Wah kayaknya kamu memang senang ya belajar di EF, adalagi tidak yang bisa kamu ceritakan mengenai EF Adults?

Ada dong, kelas EE (English Extra) membantu saya banget. Pada umumnya kelas biasa itu hanya untuk kita datang terus belajar saja. Sedangkan kalau kelas EE itu tidak perlu pesan kelas, dan yang paling penting itu adalah menambah wawasan kita terhadap grammar. Terus juga di EF ada kelas yang bernama LC (Life Club), F2F (face to face) dan WS (workshop). Di kelas-kelas tersebut dikhususkan untuk memperdalam grammar. Ada lagi, di kelas-kelas tersebut kita sangat dibantu dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.

Terimakasih banget loh, Nabila. Kamu sudah mempercayakan EF Adults sebagai tempat kamu memperdalam kemampuan bahasa Inggris. Perasaan kamu gimana nih terpilih menjadi salah satu EF Ambassador?

Surprised banget! Dan senang juga karena EF Ambassador mengadakan program seperti ini. Jujur saya senang sekali karena saya pun mendapatkan banyak pujian karena ini hehe. Dan bangga telah menjadi salah satu wajah yang mempresentasikan EF Adults.

Seru juga ya menjadi seorang jurnalis, karena dengan mengenal banyak orang dan juga mendatangi banyak tempat, kamu menambah banyak informasi yang ternyata berguna bagi kehidupan sehari-hari. Tak terkecuali jika kamu memiliki kemampuan lebih dalam berkomunikasi. Nabila Charisty telah membuktikan bahwa bermodalkan kemampuan bahasa Inggris sangat membantu jenjang karir. This is Nabila's English journey. What's yours?

Coba kelas pertama gratis