Menu
Bahasa Inggris sebagai Bahasa Ibu
Education Advice

Menjadikan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Ibu, Tepatkah?

Ben Small Stars
Author
Ben
2021.02.19

Apakah bahasa Inggris menjadi bahasa yang pertama kali Anda kenalkan pada anak sejak ia lahir? Lalu, apakah hal tersebut tepat untuk dilakukan? Bertepatan dengan momentum peringatan International Mother Language Day atau Hari Bahasa Ibu Internasional pada tanggal 21 Februari, artikel di bawah akan mendiskusikan tentang serba-serbi bahasa Inggris sebagai bahasa ibu.

Kemampuan bahasa Inggris yang baik menjadi dambaan semua orang. Tidak heran jika orang tua melakukan beragam upaya agar anak mereka fasih dalam berbahasa Inggris. Salah satunya adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu atau mother language (mother tongue). Artinya, bahasa Inggris adalah bahasa pertama yang digunakan untuk berkomunikasi dengan anak. Harapannya, langkah ini bisa mendorong sang anak supaya lebih cepat dan lebih mudah dalam menguasai bahasa Inggris. Namun, ada yang berpendapat bahwa tindakan seperti itu justru bisa menimbulkan efek yang merugikan.

Nah, di sini Ben akan menyajikan informasi tentang nilai plus dan minus dari menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Dengan demikian, Anda bisa mempertimbangkan apakah sebaiknya bahasa Inggris dijadikan sebagai bahasa ibu atau tidak. Jangan sampai terlewat!

HORE! Kamu dapat kelas demo GRATIS!

Isi data dirimu pada kolom di bawah ini, dan dapatkan kesempatan untuk mendapat voucher kelas demo GRATIS!* Buruan, penawaran terbatas!

Incorrect phone number
Daftar Sekarang!

Dengan menekan tombol Daftar Sekarang, Anda menyetujui Kebijakan Privasi EF serta bersedia menerima penawaran dari EF.

*Syarat dan Ketentuan Berlaku

Nilai Plus: Lebih Mahir dalam Berbahasa Inggris

Segala sesuatu yang dipelajari sejak kecil lebih gampang untuk terserap di ingatan daripada jika dipelajari ketika sudah dewasa. Tidak hanya itu, apa yang telah dipelajari sewaktu kecil juga cenderung melekat pada otak hingga sudah besar nanti. Sebaliknya, apa yang dipelajari saat usia tidak lagi muda biasanya tidak bertahan lama pada memori bila tidak terus-menerus dijaga. Konsep ini berlaku juga dalam hal mengenalkan bahasa Inggris kepada anak sedari ia bayi. Dengan seringnya terpapar bahasa Inggris, ia akan terbiasa dengan bahasa tersebut. Sehingga tidak mengherankan bila ia nantinya jadi mahir berbahasa Inggris secara pesat.

Jika bahasa Inggris merupakan bahasa pertama yang Anda pakai untuk berkomunikasi dengan anak, implikasinya anak akan mempelajari bahasa tersebut secara natural. Terlebih, dengan kecepatan menyerap informasi dari anak bisa menjadi faktor pendukung untuk menguasai bahasa tersebut tanpa kendala. Mula-mula ia belajar bahasa tersebut secara pasif dengan mendengar dari orang tuanya dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, ia mulai belajar secara aktif yakni turut menggunakannya untuk melakukan komunikasi. Semakin awal sang anak terekspos dengan bahasa Inggris, tentu semakin cepat baginya untuk dapat memahami dan mempraktikkan bahasa tersebut. Sang anak akan memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan teman-temannya yang tidak mengalami hal serupa.

Nilai Minus: Kemampuan Sosial Menurun

Secara sosial, dampak yang mungkin ditimbulkan bisa jadi kurang menyenangkan. Terutama, jika anak berada atau tinggal di lingkungan dengan bahasa yang berbeda dengan bahasa yang dipelajari sang anak. Apabila bahasa Inggris menjadi satu-satunya bahasa yang dikuasai sang anak, sementara lingkungan di sekitarnya berbahasa Indonesia atau berbahasa daerah, ia akan menemui kesulitan di lingkungan tersebut. Ia jadi terhalang untuk bersosialisasi secara baik dengan orang-orang sekitar karena kendala bahasa. Akibatnya, ia bisa kehilangan kesempatan untuk belajar hal-hal lain yang bisa diperoleh dari masyarakat sekitarnya.

Untuk menyiasatinya, Anda dapat menerapkan bilingualisme, yakni mengajarkan lebih dari satu bahasa kepada anak. Di samping bahasa Inggris, ia juga belajar bahasa yang sama dengan orang-orang di lingkungannya. Meskipun ada asumsi yang mengatakan bahwa bilingualisme mengakibatkan speech delay (keterlambatan bicara) atau hal negatif lainnya bagi otak, nyatanya pendapat tersebut tidak terbukti. Menurut berbagai penelitian yang dilakukan ahli menunjukkan bahwa bilingualisme justru memberikan dampak yang positif bagi anak. Sebuah publikasi dari Cambridge University misalnya, menyebutkan bahwa bilingualisme membuat fungsi kognitif meningkat.

Kesimpulannya, terdapat kelebihan dan kekurangan yang tidak terhindarkan dari memperkenalkan bahasa Inggris kepada anak sedini mungkin. Kedua uraian di atas barangkali bisa membantu Anda dalam menentukan.

Kalau Anda perlu bantuan untuk mengembangkan bahasa Inggris anak, EF bisa membantu loh. Kami memiliki program yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Terlebih, dengan guru yang profesional dan lingkungan yang suportif, kemampuan anak akan meningkat secara pesat. Ada penawaran khusus bagi Anda yang mendaftarkan anak di bulan Februari. Caranya mudah sekali, cukup dengan menekan tombol pink di bawah.

Berikan pengalaman terbaik belajar bahasa Inggris pada anak melalui EF!

Ben Small Stars
Author
Ben