Menu
media sosial
Education Advice

Media Sosial dan Anak: Musuh atau Teman?

Ben Small Stars
Author
Ben
2021.01.26

Media sosial saat ini tidak lagi sekadar menjadi gaya hidup—melainkan menjadi rutinitas dan kebutuhan. Nyaris semua golongan masyarakat menggunakannya, bahkan termasuk anak-anak dan remaja. Pertanyaannya: apakah media sosial sebenarnya baik untuk mereka?

Media sosial sendiri adalah sebuah portal daring yang biasanya digunakan untuk berkomunikasi, berbagi, atau bertukar informasi dengan orang lain melalui jaringan Internet. Contoh dari media sosial yang umum digunakan adalah Facebook, Twitter hingga Instagram.

HORE! Kamu dapat kelas demo GRATIS!

Isi data dirimu pada kolom di bawah ini, dan dapatkan kesempatan untuk mendapat voucher kelas demo GRATIS!* Buruan, penawaran terbatas!

Incorrect phone number
Daftar Sekarang!

Dengan menekan tombol Daftar Sekarang, Anda menyetujui Kebijakan Privasi EF serta bersedia menerima penawaran dari EF.

*Syarat dan Ketentuan Berlaku

Dewasa ini, kita hidup dalam sebuah zaman yang sangat cepat berkembang. Media sosial menjadi salah satu hal paling masif yang mengubah kehidupan banyak orang. Daya tarik yang luar biasa dari media sosial membuatnya sulit untuk dihindari—terutama ketika alur informasi kini tak lagi berputar di media massa, dan malahan berpusat di media sosial.

Menyingkap sisi baik dan buruk media sosial

manfaat dan kerugian media sosial pada anak

Apakah anak Anda termasuk salah satu dari mereka yang menjadi pengguna media sosial atau mulai menunjukkan ketertarikan untuk menggunakannya? Jika jawabannya adalah ya, hal yang sangat wajar jika Anda memiliki kekhawatiran akan dampak yang bisa ditimbulkan dari penggunaannya yang berlebihan.

Berdasarkan data yang dibagikan oleh We Are Social pada tahun 2019, 150 juta jiwa dari total 268 juta penduduk Indonesia adalah pengguna media sosial. Jumlah ini terus meningkat tajam setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia telah terhubung melalui jejaring sosial ini.

Kebanyakan anak-anak dan remaja ingin menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan teman-teman mereka, atau pun berbagi informasi tentang hobi yang mereka miliki. Beberapa manfaat yang mereka juga dapat temukan adalah:

  • Kemudahan mengakses informasi yang bersifat umum

  • Kemudahan mengakses informasi yang berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar di sekolah

  • Dapat secara mudah terhubung dengan keluarga dan teman mereka

  • Kemudahan mengakses informasi yang berkenaan dengan berita atau kejadian terbaru

  • Menjadi sarana untuk mengembatkan minat dan hobi baru

Walau begitu, sudah menjadi rahasia umum apabila media sosial juga menyimpan resikonya sendiri. Banyak terdapat kasus kriminal dengan anak atau remaja sebagai korban yang bermula di media sosial. Di antara yang dapat Anda ketahui adalah:

  • Informasi yang tidak terkendali, yang bisa jadi tidak pantas untuk dilihat oleh anak atau remaja di bawah umur. Dapat berupa pornografi, kekerasan, perilaku destruktif, dan lain sebagainya

  • Pencurian identitas

  • Cyber bullying atau perudungan di dunia maya

  • Menciptakan jarak antara orang tua dan anak

  • Gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja

  • Berkurangnya rasa percaya diri dan gagap sosial

  • Kecanduan media sosial atau permainan daring

batasan usia di media sosial

Ketahui batasan usia untuk masing-masing media sosial

Saat Anda mendaftar media sosial, mungkin Anda menyadari bahwa kebanyakan portal memberikan patokan usia minimum pada penggunanya, umumnya 13 tahun. Walau begitu, banyak ditemukan anak-anak yang memalsukan usia mereka atau menggunakan akun orang tua mereka untuk mendaftar media sosial. Hal ini biasanya terjadi karena orang tua memberikan fasilitas berupa telepon genggam untuk anak-anak mereka.

Ketahuilah bahwa tanggung jawab untuk anak di bawah usia 13 tahun sepenuhnya berada di bawah wewenang Anda sebagai orang tua (sebagaimana disebutkan dalam Children’s Online Privacy Protection Rule). Sebagai orang tua, hal ini dapat berarti lebih bijaksana dalam memberikan fasilitas terhadap anak dan mengawasi atau membatasi mereka dalam menggunakan media sosial.

Lantas, apa yang harus orang tua lakukan?

bersikap baik di media sosial

Ajari Anak untuk Bersikap Baik pada Semua Orang

Ajari anak Anda bahwa bersikap baik adalah hal yang mutlak yang harus mereka lakukan di mana pun mereka berada. Bersikap baik bukan hanya harus dilakukan pada kehidupan nyata, namun juga dunia maya. Tanamkan prinsip untuk menghargai semua orang, yang berarti menghindari komentar negatif atau publikasi yang memalukan mengenai dirinya sendiri atau orang lain.

menjaga privasi di media sosial

Ajari Anak untuk Mengamankan Akun Mereka

Jika Anda mengizinkan anak Anda untuk mulai menggunakan media sosial, duduklah bersamanya dan ajari ia caranya untuk mengamankan akun mereka. Mulai dari menggunakan password yang tidak mudah ditebak (beritahukan mereka juga bahwa password tersebut tidak boleh dibagikan pada siapa pun), tidak membagikan informasi yang bersifat pribadi, dan menghindari scam atau penipuan dalam dunia maya.

post di media sosial

Ajari bahwa Segala Sesuatu yang Mereka Post, Memiliki Konsekuensi

Masalah paling umum dalam kehidupan media sosial adalah over-sharing atau pembagian informasi yang berlebihan. Biarkan anak Anda tahu apabila apa pun yang ia publikasikan memiliki resiko dan konsekuensi; bahkan termasuk membagikan informasi sederhana seperti di mana ia sedang berada sekarang, atau ke mana ia akan berlibur minggu depan.

jam batasan bermain media sosial

Tanyakan Mereka tentang Batasan Jam Online

Membatasi jam di dunia maya pada anak mungkin merupakan hal yang menantang. Namun, alih-alih memberikan mereka batasan, tanyakan pada mereka waktu yang dapat mereka penuhi untuk bermain media sosial. Kebanyakan anak biasanya memberikan waktu yang masih masuk akal, dan Anda dapat mempercayai mereka untuk mematuhi peraturannya sendiri.

approve teman di media sosial

Beritahu Anak untuk Tidak Berteman dengan Orang Asing

Peraturan sederhana bagi anak-anak saat mereka menggunakan media sosial adalah dengan tidak berbicara dengan orang asing. Teguhkan bahwa mereka hanya boleh berhubungan dengan orang yang mereka kenal.

Salah satu hal yang disebutkan oleh penelitian, adalah masih minimnya ketertarikan anak-anak dan remaja dalam mengakses konten berbau edukasi saat mereka mengakses media sosial. Konten edukasi merupakan hal yang membosankan bagi mereka. Anak-anak serta remaja lebih menyukai permainan daring atau berita tentang selebriti dibanding dengan literasi.

Menanggapi hal tersebut, EF hadir dengan metode bahasa Inggris unik yang dirancang untuk membuat anak-anak dan remaja mencintai pelajaran bahasa Inggris. Kami percaya bahwa dalam kegiatan belajar, kelas yang menyenangkan serta partisipasi dan hubungan antara guru dan murid merupakan faktor penting yang tidak boleh terlupakan. Kami mewujudkan hal ini melalui pembelajaran online serta program jangka pendek seperti Speak Up, yang bisa meningkatkan kepercayaan diri anak-anak saat berbahasa Inggris.

Yuk, ajari anak Anda untuk mulai menyukai konten mengenai edukasi saat mereka berselancar di dunia maya!

Kami akan menunggu Anda!

Sumber:
TRIASTUTI, E., ADRIANTO, A., et al. 2017. Kajian Dampak Penggunaan Media Sosial bagi Anak dan Remaja. Pusat Kajian Komunikasi, FISIP Universitas Indonesia.
Ben-Joseph, E.. 2018. Teaching Kids to be Smart about Social Media. KidsHealth.
We Are Social. Digital 2019 Indonesia. 2020. Hootsuite, We Are Social.
O'Keeffe, G. S., Clarke-Pearson, K., et al. 2011. The Impact of Social Media on Children, Adolescents, and Families. American Academy of Pediatrics.

Ben Small Stars
Author
Ben