Menu
Ini Dia 8 Jenis Esai yang Perlu Kamu Ketahui
Reading and Writing

Ini Dia 8 Jenis Esai yang Perlu Kamu Ketahui

writing tipsjenis teks
Ben Small Stars
Author
Ben
2020.11.05

Pernahkah kamu mendapatkan tugas untuk menulis esai? Saat ini, kemampuan menulis esai yang baik semakin dibutuhkan untuk berbagai hal, seperti misalnya mendaftar beasiswa.

Untuk dapat menulis esai dengan baik, penting untuk mengetahui dan menentukan jenis esai yang akan ditulis. Jenisnya ada bermacam-macam, dan ini dia 8 jenis esai yang perlu kamu ketahui!

Kursus di EF cuma 1 juta-an?

Cuma di awal tahun 2021, kamu bisa gabung di EF mulai dari 1.2 juta Rupiah + potongan harga khusus*! Isi data dirimu pada kolom di bawah ini sekarang!

Incorrect phone number
Daftar Sekarang!

Dengan menekan tombol Daftar Sekarang, Anda menyetujui Kebijakan Privasi EF serta bersedia menerima penawaran dari EF.

*Syarat dan Ketentuan Berlaku

1. Expository Essay

Expository essay, yang dalam bahasa Indonesia adalah esai ekspositori atau esai definisi adalah jenis esai yang umum ditemui. Tujuan format esai ini adalah untuk menjelaskan suatu konsep atau hal lainnya, tanpa menyampaikan argumen. Karena bertujuan untuk memberikan informasi, bentuknya bisa bermacam-macam dengan menggabungkan berbagai jenis esai, seperti mendeskripsikan sesuatu, menjelaskan sebab akibat, atau berbentuk proses.

Beberapa contoh esai ekspositori yaitu esai tentang proses pembuatan kertas atau menjelaskan tentang konsep homeschooling.

2. Analytical Essay

Sama seperti esai ekspositori, analytical essay atau esai analisis juga berfungsi untuk memberikan informasi tentang sebuah konsep. Perbedaannya adalah, pada esai ini pembahasannya lebih mendalam untuk memaparkan informasi yang lebih objektik, seperti dengan menjelaskan kelebihan dan kekurangannya.

Contohnya adalah jika ingin menjelaskan tentang homeschooling, kamu bisa menambahkan penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan konsep sekolah tersebut.

3. Persuasive Essay

Penulisan esai persuasif yang juga dikenal sebagai esai argumentatif digunakan untuk menyampaikan opini atau posisi kita tentang suatu hal. Esai persuasif yang baik mengandung argumen serta bukti yang mendukung sehingga membuat pembaca memahami dan setuju dengan pendapat kita.

Kita ambil contoh lagi kalau kamu ingin menulis tentang homeschooling. Pada paragraf pertama atau introduction, kamu bisa menjelaskan sekilas apa itu homeschooling. Lalu, pada akhir paragraf tersebut, tulislah thesis statement yang menyatakan pendapatmu pandanganmu terhadap homeschooling. Pada bagian isi, jelaskanlah mengapa kamu berpendapat seperti itu, yang tentunya perlu didukung dengan data yang valid atau contoh.

Hal penting lainnya adalah untuk juga menuliskan pendapat oposisi atau pihak yang berlawanan, dan ‘pembelaan’ kamu terhadap pendapat tersebut. Dengan demikian, esaimu akan lebih menyeluruh dan pembaca bisa semakin setuju dengan apa yang kamu sampaikan.

4. Narrative Essay

Esai naratif biasa dikenal juga dengan sebutan esai personal. Esai ini disebut demikian karena menggabungkan kisah pengalaman pribadi dengan argumen yang bersifat akademis atau ilmiah. Oleh karenanya, esai naratif sering ditulis dari sudut pandang orang pertama. Gaya serta alur penulisannya bisa lebih disesuaikan menjadi tidak terlalu kaku seperti penulisan ilmiah agar terkesan lebih personal.

Esai yang ditulis untuk mendaftar universitas atau beasiswa biasanya berbentuk esai personal agar orang-orang yang menyeleksi bisa lebih mengenal para pendaftar melalui tulisan mereka.

5. Descriptive Essay

Sesuai namanya, tujuan dari penulisan esai deskriptif adalah untuk mendeskripsikan sesuatu secara detail dengan menggunakan panca indra kita (penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecap, peraba atau sentuhan). Subjek atau objek yang dibahas bisa berupa pengalaman, benda, tempat, dan sebagainya. Dengan membaca esai deskriptif yang kamu tulis, diharapkan pembaca bisa memahami dengan mudah hal yang kita jelaskan.

6. Compare and Contrast Essay

Jenis esai yang satu ini berfungsi untuk membandingkan kedua hal dengan menunjukkan berbagai persamaan serta perbedaan yang ada di antara keduanya. Dengan demikian, pembaca bisa mendapatkan gambaran perbandingan secara menyeluruh.

Terdapat 2 cara untuk menulis bagian isi esai komparatif ini. Pada cara yang pertama, kamu menuliskan satu bagian untuk menyebutkan persamaannya terlebih dahulu dan bagian selanjutnya untuk perbedaanya. Sementara untuk cara yang kedua, kamu bisa membandingkannya per poin yang ingin dibahas.

7. Cause and Effect Essay

Sesuai namanya, esai sebab akibat ditulis saat kamu ingin menjelaskan bagaimana sejumlah hal saling berhubungan. Kamu bisa fokus menulis tentang penyebabnya saja, akibatnya saja, atau menggabungkan keduanya. Misalnya adalah kamu ingin menulis esai tentang fenomena banjir. Kamu dapat membahas apa saja yang menyebabkan banjir serta apa saja dampak yang terjadi karena banjir.

8. Critical Analysis Essay

Esai ini termasuk ke dalan jenis esai akademis, di mana kita menganalisis secara kritis karya orang lain, seperti buku, film, lukisan, dan sebagainya. Kamu pun bisa memasukkan pandanganmu terhadap karya yang dianalisis. Meskipun demikian, kamu harus tetap memperkuat argumenmu dengan memberikan bukti berupa kutipan atau contoh yang terdapat dalam karya tersebut.

Kini, kamu pun sudah lebih mengenal berbagai jenis esai. Kamu bisa memilih jenis esai apa yang ingin ditulis sesuai dengan tujuanmu. Supaya penulisan esaimu semakin bagus, jangan lupa mengecek artikel cara menulis esai berikut ini, ya!

Yuk, terus asah kemampuan menulismu! Kamu pun bisa bergabung di EF untuk mengembangkan kemampuan menulismu menjadi lebih terarah.

Pada halaman ini, terdepat voucher khusus yang bisa kamu temukan, loh. Jangan sampai kelewatan, ya!

Ben Small Stars
Author
Ben