Menu
Ironi Inggris dalam Sepak Bola

Fakta tentang Inggris dalam Sepak Bola

2020.05.15

Sepak bola merupakan permainan olahraga yang sangat digemari di seluruh dunia. Hampir di seluruh negeri pasti memiliki liga sepak bola tersendiri. Sepak bola tak hanya sekadar permainan olahraga, sepak bola juga menjadi suatu hal yang menciptakan simbol, kebanggaan, dan identitas bagi suatu kota, negara, dan masyarakatnya.

Pada sejarahnya, yang menjadi inspirasi lahirnya sepak bola berada di Tiongkok pada zaman Dinasti Han di abad ke-2 dan ke-3. Saat itu sepak bola bernama T’su Chu. Pada abad ke-19 sepak bola modern lahir di Inggris. Saat itu muncul asosiasi sepak bola Inggris atau yang biasa disebut FA dan mulai membuat aturan-aturan tentang sepakbola. Dan pada 1904, FIFA atau federasi yang menanungi sepak bola seluruh dunia lahir.

Inggris sebagai negara yang melahirkan sepak bola modern tentunya menjadi negara dengan pengaruh sepak bola yang besar. Namun, Inggris justru memiliki fakta-fakta yang unik menyangkut sepak bola. Berikut fakta sepak bola di negara Inggris.

Piala Dunia

Ironi Inggris dalam Sepak Bola

Meskipun Inggris adalah pelopor sepak bola modern di dunia, namun Inggris justru tidak mengikuti tiga edisi pertama Piala Dunia di Uruguay pada 1930, Italia pada 1934, dan Prancis pada 1938. Setelah Perang Dunia II, Inggris baru mengikuti Piala Dunia yang diadakan di Brazil pada tahun 1950. Prestasi Inggris di Piala Dunia terbilang tidak cukup bagus atau mungkin buruk sekali. Dari 18 edisi Piala Dunia, Inggris justru hanya menjadi juara sekali pada tahun 1966 saat Inggris menjadi tuan rumah. Kejadian bersejarah tentang Piala Dunia pun terjadi di sini. Kejadian tersebut adalah dicurinya trofi Piala Dunia namun ditemukan oleh anjing yang bernama Pickles. Di luar dari itu, prestasi tertinggi Inggris adalah dua kali peringkat empat, yaitu pada tahun 1990 di Italia dan 2018 di Rusia. Inggris bahkan pernah tidak lolos tiga edisi Piala Dunia pada tahun 1974 di Jerman, 1978 di Argentina, dan 1994 di Amerika Serikat.

Incorrect phone number
Daftar Sekarang

Piala Eropa

Ironi Inggris dalam Sepak Bola

Kompetisi dunia yang juga diadakan adalah Piala Eropa/UEFA/Euro. Piala Eropa ini diadakan oleh UEFA. Sama seperti Piala Dunia, Piala Eropa juga diadakan tiap empat tahun sekali. Prestasi Inggris di Piala Eropa justru lebih buruk dari prestasinya di Piala Dunia. Inggris tidak pernah memenangkan kejuaran sama sekali. Prestasi tertingginya adalah menjadi peringkat ketiga pada tahun 1968 yang diadakan di Italia. Pada 1966 Inggris menjadi tuan rumah dan hanya bertahan sampai semi final. Inggris bahkan tidak lolos pada enam edisi Piala Eropa, yaitu pada tahun 1960 dan 1984 di Prancis, 1964 di Spanyol, 1972 di Belgia, 1976 di Yugoslavia, dan 2008 di Austria dan Swiss.

Liga di Inggris

Ironi Inggris dalam Sepak Bola

Divisi profesional yang pertama kali muncul di Inggris adalah English Football League atau Liga Sepak Bola Inggris pada tahun 1888. English Football League diprakarsai oleh direktur Aston Villa, William McGregor. Pada 1892, Football Alliance yang merupakan rival dari English Football League bergabung dan membentuk divisi yang baru, yaitu Divisi II. English Football League bertahan sampai 104 tahun hingga pada akhirnya pada 1992 klub-klub teratas Divisi I Football League keluar dan membentuk liga baru bernama FA Premier League. Dalam Premier League, klub lebih mudah mencari keuntungan yang bisa didapat dari hak siar. Sampai saat ini Premier League masih bertahan.

Liverpool

Ironi Inggris dalam Sepak Bola

Ada dua tim yang mendominasi liga Inggris sejak zaman English Football League sampai Premier League. Tim tersebut adalah Manchester United dan Liverpool. Manchester United sudah memiliki 20 gelar liga Inggris sedangkan Liverpool sudah menjuarai 18 gelar liga Inggris. Keduanya memang dianggap sebagai rival. Namun, Liverpool memang memiliki ceritanya sendiri sebagai klub Inggris. Sejak era Premier League, ada lima tim yang dianggap sebagai tim besar. Tim tersebut adalah Manchester United, Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Manchester City. Fakta uniknya adalah hanya Liverpool yang dianggap klub besar namun belum pernah menjuarai Premier League. Hal tersebut menjadi bahan olok-olok bagi rival-rival Liverpool. Pada tahun 2020, Liverpool akan menjadi juara, namun tertunda karena adanya wabah yang menyerang seluruh dunia. Meskipun begitu, Liverpool justru yang mampu mengharumkan nama Inggris di kancah Eropa. Liga Champions, liga tertinggi untuk klub-klub Eropa dipertemukan, adalah kebanggaan milik Liverpool. Dari 8 tim Inggris yang menjuarai Liga Champions, Liverpool menyumbang 6 trofi. Manchester United sebagai rivalnya justru hanya setengah dari Liverpool.

Tidak Memiliki Kiper Hebat Untuk Tim Nasional

Ironi Inggris dalam Sepak Bola

Mungkin salah satu alasan dari jarangnya Inggris menjuarai turnamen internasional adalah karena Inggris tidak memiliki kiper yang dianggap hebat. Padahal Inggris memiliki pemain-pemain hebat dan berbakat sehingga dianggap negara yang besar dalam sepak bola. Contoh dari nama-nama tersebut adalah David Beckham, Wayne Rooney, Roy Keane, Bobby Charlton, Steven Gerrard, Paul Scholes, dan Frank Lampard. Di era Premier League, lima tim teratas selalu menggunakan kiper-kiper yang bukan murni dari Inggris. Banyaknya pemain asing di Premier League mungkin jadi alasan kiper-kiper Inggris tidak berkembang. Kiper Inggris terakhir yang bermain untuk klub besar adalah Joe Hart yang bermain untuk Manchester City. Pada tahun 2018 pun Joe Hart tersingkir dan Manchester City dikawal oleh kiper dengan kebangsaan bukan Inggris. Kiper terbaik yang pernah dimiliki Inggris adalah Gordon Banks yang pernah mengantarkan Inggris juara Piala Dunia pada tahun 1966. Kiper terhebat lainnya adalah David Seaman yang pernah bermain untuk Arsenal dan Peter Shilton. Keduanya tidak pernah memberikan gelar internasional untuk Inggris.