Tips Menulis Esai Argumentatif

2018.04.23
Tips Menulis Esai Argumentatif

Untuk bisa menulis sebuah esai argumentatif yang mengesankan dan bisa mendapatkan nilai yang bagus, maka pertama-tama kamu harus memahami terlebih dahulu: apakah esai argumentatif itu?

  1. Tulisan dimana kamu bisa mengutarakan pendapatmu tentang suatu masalah
  1. Tulisan dimana kamu bisa menyajikan fakta-fakta untuk mendukung pendapatmu
  2. Tulisan dimana kamu juga harus membahas argumen pihak yang berlawanan

Kini kamu sudah tahu definisi dari esai argumentatif. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menulis esai tersebut:

  1. Baca atau pilih topikmu dengan seksama

Jika kamu ditugaskan untuk menulis suatu topik, maka kamu harus membacanya dengan seksama agar bisa mengerti topik apa yang perlu kamu bahas. Jika kamu boleh memilih topik apa pun untuk ditulis, maka pilihlah topik yang menarik bagimu atau topik yang membuatmu bersemangat. Jika tak ada gairah dalam esai argumentatifmu, maka tulisanmu takkan bisa menarik perhatian pembaca. Jika kamu tak peduli tentang topik tersebut, maka orang lain juga takkan peduli.

  1. Pertimbangkan kedua sisi topik dan pilih posisimu

Setelah memilih topik yang menarik bagimu, kini kamu harus membuat daftar poin tentang kedua sisi argumen. Setiap topik argumentatif mempunyai sisi pro dan sisi kontra. Esaimu perlu mempertimbangkan kedua sisi ini, tetapi kamu hanya boleh berpihak pada satu sisi.

Dalam esai argumentatif, kamu juga perlu membahas sisi kontra/lawan atas topik yang dibahas. Namun, sangat penting bagimu untuk bisa menyajikan suatu argumen kuat yang bisa “menjatuhkan” argumen lawan. Dengan menyanggah argumen lawan, maka hal ini akan membuat pendapatmu terdengar lebih meyakinkan.

  1. Kumpulkan bukti

Apa gunanya esai argumentatif jika tidak didukung dengan fakta? Kamu memerlukan fakta-fakta untuk mendukung argumenmu tentang topik kontroversial pilihanmu. Supaya argumenmu terdengar meyakinkan, maka kamu harus memiliki fakta-fakta kognitif yang dapat dibuktikan yang akan mendukung argumenmu secara penuh. Jika tidak didukung oleh fakta, maka kamu akan terlihat tidak profesional dan tidak siap. Dalam suatu esai akademis, bukti-bukti ini bisa berupa artikel jurnal, ceramah, buku pelajaran, atau sumber informasi lainnya yang terpercaya.

  1. Tulis

Setelah mempunyai dasar-dasar yang kuat untuk berkarya, maka kamu pun kini siap untuk menyusun esai. Esai argumentatif, sama seperti jenis esai lainnya, harus terdiri dari 3 bagian: pengantar, isi, dan kesimpulan. Panjang paragraf di tiap bagian ini bervariasi, tergantung pada seberapa panjang tugas esaimu.

  1. Revisi

Selalu luangkan waktu untuk membaca ulang esaimu. Perhatikan jika ada kesalahan tata bahasa atau ejaan, atau jika kamu perlu memperjelas alur esai. Periksa kembali untuk memastikan apakah esaimu masih sesuai dengan topik. Terkadang saat kita mengaitkan suatu ide dengan ide lain, kita mungkin tanpa sadar menyimpang dari topik awal.

 

JANGAN:

  1. Jangan mengarang data. Statistik dan fakta yang dibuat-dibuat atau dikarang takkan bisa menipu pembaca. Jangan tergoda untuk mengarang data karena kamu bukanlah “ahli” dalam materi subjek tersebut.
  1. Jangan melampiaskan emosi. Berbeda seperti buku harian, ulasan film atau surat pribadi, maka esai argumentatif bukan berisi tentang perasaanmu! Jangan menulis pujian atau keluhan di dalam esai argumentatifmu.