Tips Menulis Bahasa Inggris Akademik

2018.05.14
Tips Menulis Bahasa Inggris Akademik

Banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis bahasa Inggris akademik. Bagaimanakah cara penulisan bahasa Inggris akademik? Hari ini, Mr. Deng Zhang, seorang guru ternama dengan 12 tahun pengalaman mengajar TOEFL dan IELTS serta konsultan akademis EF untuk belajar di luar negeri, akan membahas tentang penulisan bahasa Inggris akademik.

Apakah itu penulisan bahasa Inggris akademik?

Bahasa Inggris dibagi menjadi 2 jenis, yaitu General English (Bahasa Inggris Umum) dan Academic English (Bahasa Inggris Akademik).

General English mudah dimengerti, yaitu jenis bahasa yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat berbelanja, memesan makanan, menanyakan arah, dll.

Sebaliknya, Academic English hanya digunakan dalam acara formal, misalnya diskusi akademis, pidato, debat, wawancara dan presentasi. Dalam penulisan bahasa inggris akademik, siswa dituntut untuk memiliki kemampuan bahasa yang sempurna dan menerapkan berbagai metode, misalnya analisa argumen, pemikiran kritis, dan persuasi yang efektif.

Pembelajaran Academic English harus didasarkan pada Comprehensive English. Tapi sejak SD, Academic English semakin dianggap penting. Di lain pihak, jika anak Anda ingin belajar di luar negeri, maka banyak ujian standar internasional (contohnya TOFEL, IELTS dan SAT) yang menguji kemampuan bahasa Inggris akademik anak.

Academic English sangatlah penting. Bisakah Anda membedakan antara Academic English dengan Comprehensive English? Perhatikan dua contoh di bawah ini, yang manakah yang merupakan Academic English?

Contoh 1: Tuliskan 100-150 kata tentang hal menyenangkan yang terjadi pada teman sekelasmu.

Contoh 2: Tuliskan 300-500 kata tentang topik berikut ini:

Apakah kamu setuju atau tidak setuju dengan pernyataan berikut: Pemerintah harus memberikan lebih banyak dana untuk pengembangan seni daripada untuk pembangunan taman hijau.

Contoh pertama meminta siswa untuk menulis narasi dengan menggambarkan suatu peristiwa. Contoh kedua meminta siswa untuk memaparkan opini mereka dengan menggunakan alasan dan contoh, yang merupakan poin utama penulisan bahasa Inggris akademik.

Bagaimana cara menumbuhkan kebiasaan, kesadaran dan keterampilan menulis akademik?

  1. Banyak membaca.

Membaca adalah input, sementara menulis adalah output. Bagian input meliputi: latar belakang pengetahuan dan mode spekulatif.

 

Saya menyarankan siswa untuk membaca artikel di situs berita internasional. Orang tua harus memilih topik yang menarik bagi anak. Topik yang menarik akan menginspirasi anak untuk melihat arti kata di kamus, dan akan meningkatkan kosakata mereka.

 

  1. Menyimpan pengetahuan latar belakang secara sadar.

Siswa yang berusia lebih muda biasanya lebih sedikit membaca, sehingga mereka tak mempunyai pemahaman mendalam tentang topik diskusi apa pun. Mereka mungkin bilang, “Aku suka ini, aku tidak suka itu.” Akan tetapi, setiap opini pribadi harus mempunyai alasan yang jelas dalam penulisan akademik. Contohnya, cantumkan tiga alasan yang tidak kamu sukai, dan setiap alasan harus mempunyai argumen yang kuat.

 

Jadi, saya menyarankan siswa untuk membaca majalah ilmu sosial, lalu mencatat hal-hal yang bisa digunakan sebagai argumen dan memperluas pengetahuan latar belakang mereka. Dengan begitu, siswa akan memiliki argumen yang kuat dalam tulisan mereka.

 

  1. Sering-sering menulis untuk melatih ekspresi dan logika.

Banyak siswa yang membaca banyak buku dan menghafal banyak kata, tetapi mereka tidak berlatih menulis dan berpikir bahwa mereka hanya perlu menulis di dalam kelas bahasa Inggris. Seharusnya tidaklah demikian. Siswa harus sering-sering menulis dengan benar. Mereka bisa menulis berbagai jenis tulisan, misalnya buku harian, ringkasan berita, ulasan buku, atau ulasan artikel. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan opini mereka dan berdiskusi dengan orang tua, tak peduli apakah tulisan tersebut ditulis dalam bahasa ibu atau bahasa Inggris.

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_8bc9a5d62d90a76def1afbd77a84e2f8', 'a:1:{s:10:\"age_filter\";s:4:\"none\";}', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_expires_8bc9a5d62d90a76def1afbd77a84e2f8', '1573822431', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)