Menghindari Plagiarisme Dalam Menulis

2019.06.24
Menghindari Plagiarisme Dalam Menulis

Hi EFriends, pernah mendengar kata plagiarisme atau plagiat? Apa sih plagiarisme itu? Menurut Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010, plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tahun 2008, plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat) sendiri.

Tindakan plagiarisme bisa dikenakan sanksi loh EFriends, apalagi jika terjadi di lingkungan akademik. Jika terbukti melakukan plagiarisme, kamu bisa terkena undang-undang no 20 tahun 2003 yang berisi tentang lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 Ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). Wow  kamu ga mau kan terkena sanksi. Nah, bagaimana cara menghindari plagiarisme terutama jika kamu akan membuat suatu karya tulis yang bersifat akademis atau ilmiah? Tips berikut ini bisa kamu coba untuk menghindari plagiarisme dalam menulis

1. Gunakan tanda kutip (sitasi)

Jika kamu ingin mengutip langsung dengan kata-kata yang sama persis, gunakan tanda petik “_____” dan jangan lupa untuk menyertakan sumbernya. Namun, yang harus diperhatikan adalah kalimat yang dikutip tidak boleh terlalu banyak ya.

2. Paraphrase

Teknik paraphrase adalah mengutip gagasan atau kalimat orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri namun tidak merubah gagasan yang disampaikan sumber. Cara untuk melakukan paraphrase adalah antara lain dengan mengubah struktur kalimat atau mengubah dari kalimat aktif menjadi pasif atau sebaliknya. EFriends harus ingat untuk tetap mencantumkan narasumbernya yaa.

3. Cantumkan daftar pustaka

Kamu bisa menuliskan sumber yang kamu kutip di akhir tulisan. Caranya kurang lebih hampir sama dengan dengan penggunaan tanda kutip dalam teks, namun dituliskan dengan lebih detil seperti mencantumkan nama pengarang, tahun penulisan, judul, penerbit. Contoh:

Sinegar, Robert. 2013. Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak. Jakarta: Elex Media

Kamu bisa menggunakan ketiga teknik di atas ketika kamu menulis suatu karya. EFriends harus ingat untuk selalu mencantumkan sumber yang kamu kutip ya. Selamat mencoba!

Dapatkan Diskon Kursus Back To School 2,5 Juta di EF, klik link biru ini ▶Diskon 2,5 Juta back To SchoolKursus Bahasa Inggris di EF English First, Belajar Bahasa Inggris makin seru!

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_9e32bc2471630b4dd7dcf6a31a30d9da', 'a:1:{s:10:\"age_filter\";s:4:\"none\";}', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_expires_9e32bc2471630b4dd7dcf6a31a30d9da', '1571097175', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)