4 Tips Belajar Menulis untuk Anak

2018.05.07
4 Tips Belajar Menulis untuk Anak

Banyak orang tua yang berpikir bahwa kegiatan menulis dalam bahasa inggris adalah tugas untuk siswa SD di kelas yang lebih tinggi, atau bahkan tugas untuk siswa SMP. Tapi hal itu tidaklah benar. Jika anak sudah mulai belajar menulis bahasa Inggris di awal SD, maka mereka akan mahir menulis begitu masuk SMP dan SMA.

Dr. Yihuai Cai, PhD dari Pennsylvania State University menyarankan agar anak mulai berlatih menulis dalam bahasa Inggris sejak TK dan awal SD!

Bagaimana cara melatih keterampilan menulis bahasa Inggris anak di rumah? Dr. Yihuai Chai berbagi 4 tips berikut ini:

  1. Mencari bahan tulisan lewat aktivitas luar ruang

Menulis bahasa Inggris tak hanya tentang kemampuan bahasa; hal ini juga mencakup kreativitas serta pengamatan anak tentang kehidupan mereka. Anak bisa mendapatkan inspirasi menulis dari kegiatan mereka sehari-hari.

Di Amerika, anak-anak di tingkat TK hingga kelas 2 SD melakukan latihan menulis setiap minggunya, dengan topik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya, selain menuliskan kegiatan kelas, mereka juga mendeskripsikan cuaca atau kegiatan sehari-hari. Setiap minggunya, guru akan mengajak para murid ke kebun binatang atau ke taman, dan meminta murid untuk menuliskan pengalaman mereka.

Dr. Cai menyarankan orang tua untuk lebih sering mengajak anak mereka beraktivitas di luar ruang. Jika anak memperluas wawasan mereka, maka mereka pun akan memiliki lebih banyak hal untuk ditulis.

  1. Brainstorm dengan anak sebelum menulis

Sebelum anak mulai menulis paragraf singkat, maka orang tua bisa mengajak anak melakukan brainstorm (bertukar pikiran) untuk memperluas ide tulisan mereka, misalnya dengan mengingat kembali detail kegiatan dan menuliskan daftar topik dan poin-poin penting. Contohnya, orang tua bisa mengobrol dengan anak: “Apakah ada hal menarik yang baru terjadi? Kata-kata apa yang paling tepat untuk menggambarkan hal tersebut?” Biarkan anak mencatat atau menggambar informasi penting selama proses brainstorm ini.

Berikut ini adalah dua buah metode untuk membantu anak berpikir:

  1. Biarkan anak mendeskripsikan “lima indra”

Untuk murid TK dan tingkat awal SD, orang tua bisa membiarkan anak mendeskripsikan “lima indra” (penglihatan, pendengaran, peraba, penciuman dan pengecap) untuk mengingat kembali seluruh kegiatan. Tanyakan pada mereka: apa yang mereka lihat/dengar/rasakan/cium/cicipi?

  1. Mengingat elemen kunci “5W+1H”

Untuk murid SD di kelas yang lebih tinggi, orang tua bisa membantu anak mengingat kembali elemen “5W+1H” dengan menuliskan hal-hal menarik, termasuk When, Where, What, Who, Why dan How. (tautan ke artikel Tips Menulis 5W1H).

Catatan: Anak-anak memiliki pemikiran non-linear, jadi jika mereka menulis kalimat dan salah dalam tata bahasa, maka jangan terburu-buru mengkritik dan meredam antusiasme mereka. Murid tingkat pemula tak memiliki cukup banyak input bahasa dan kemampuan logis saat mempelajari bahasa kedua. Semakin lama mereka belajar, maka kemampuan ekspresi bahasa mereka pun akan semakin berkembang secara alami.

Selain itu, jika deskripsi anak tentang suatu peristiwa berbeda dari deskripsi orang dewasa, maka orang tua sebaiknya jangan membatasi daya imajinasi mereka. Contohnya, jika anak bilang, “Aku melihat bunga di dalam kolam renang!”, maka orang tua jangan bilang bahwa tak ada bunga di kolam renang. Sebaliknya, orang tua harus lebih lanjut membimbing anak (bagaimana bentuk bunga, apa warnanya, dsb) dan mendorong semangat anak untuk berkreasi.

  1. Bersama-sama mengatur ide tulisan

Setelah melakukan metode brainstorm di tahap kedua, maka kini waktunya mengatur kategorisasi ide. Orang tua bisa meminta anak untuk memilih detail penting dan melakukan klarifikasi dari kata-kata kunci tersebut.

Orang tua bahkan bisa menggambar mind map (peta pemikiran) bersama anak untuk memikirkan berbagai ide.

  1. Memberikan contoh kalimat awal

Untuk murid TK dan tingkat awal SD, orang tua bisa membantu membuat template/contoh kalimat awal, lalu membiarkan anak mengisi titik-titik dalam kalimat tersebut dengan kata sifat, kata kerja dan frase kata kerja yang baru saja dibahas. Lalu, anak bisa melanjutkan menulis paragraf berisi 3-5 kalimat.

Contoh: I feel very ( … ) today because ( … ).

 

Jika anak mendapat cukup bantuan dalam menulis, maka mereka akan semakin percaya diri untuk akhirnya bisa menulis secara mandiri. Dengan menggunakan berbagai metode di atas, orang tua bisa memberikan bimbingan dan bantuan di setiap langkah, sehingga anak akan merasa berhasil saat menulis langkah demi langkah dan mereka bisa meningkatkan kemampuan menulis bahasa Inggris secara bertahap.

Berikut ini adalah beberapa rekomendasi buku yang bisa membantu orang tua dalam mengajar anak menulis di rumah:

  • Scholastic Success with Writing Series (Grade 1-6)
  • 15 Easy Lessons that build basic writing skills in grades K-2
  • Treasure Chest: Treasure Chest American Reading Series.

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_230b05d13b7cb688d3ba730411aa0e82', 'a:1:{s:10:\"age_filter\";s:4:\"none\";}', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_expires_230b05d13b7cb688d3ba730411aa0e82', '1574440517', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)