Bagaimana Cara Membaca yang Cerdas untuk Anak yang Tidak Bisa Diam

2017.07.10
Bagaimana Cara Membaca yang Cerdas untuk Anak yang Tidak Bisa Diam

Anak yang tidak bisa diam apakah mungkin diajarkan untuk membaca? Tanpa disadari, mungkin pertanyaan itu pernah terlintas di pikiran orangtua yang mempunyai anak aktif. Sekedar duduk diam dan hanya mendengarkan orangtua membaca sebuah buku terasa sangat membosankan bagi anak yang tidak bisa diam.
Hal ini bisa terjadi, mungkin dikarenakan beberapa alasan sebagai berikut:

  1. Anda memilih buku yang salah: terlalu sulit / terlalu mudah / terlalu membosankan.

Anak mungkin akan merasa terjebak ketika membaca sebuah buku yang mereka rasa membosankan atau terlalu sulit untuk dinikmati. Ketika buku tidak berada dalam tingkat kesulitan yang sesuai atau tingkat minat yang tepat untuk seorang anak, buku tersebut tidak akan menarik perhatiannya.

3

  1. Anda memilih cara membaca yang salah.

Ketika orang dewasa membaca, biasanya orang dewasa hanya membaca tulisan dan gambar saja. Akan tetapi, untuk anak-anak, informasi bisa diterima dari berbagai macam bentuk, seperti audio, visual, sentuhan, dan bahkan penciuman maupun pengecap. Untuk anak, duduk manis dan diam membaca bukan merupakan cara membaca yang paling baik.

  1. Anak Anda belum mengerti peraturannya saja.

Salah satu alasan kenapa anak tidak bisa duduk manis dan membaca adalah karena mereka tidak tahu bahwa saat itu merupakan waktu membaca. Apabila orangtua tidak memberikan kejelasan kepada anak apa itu waktu membaca dan apa yang seharusnya mereka lalukan pada waktu membaca, anak akan menjadi bingung dan tentu saja, tidak berperilaku seperti apa yang orangtua harapkan.

Berikut adalah beberapa tips yang mungkin dapat membantu:

  1. Biarkan anak Anda memilih buku bacaannya sendiri.

Anda dapat membawa anak Anda ke toko buku atau perpustakaan dan membiarkan mereka memilih sendiri buku yang mereka tertarik untuk membaca. Anda akan kaget dan menyadari bahwa bukan anak Anda yang tidak suka membaca, melainkan Anda tidak tahu buku bacaan apa yang di sukai anak Anda.

Untuk kebanyakan anak, buku yang interaktif merupakan alat yang baik untuk membentuk minat mereka. entah itu untuk mencari sesuatu di setiap halaman, seperti buku “I Spy” atau menyentuh bagian sebuah gambar, seperti buku “Press Here”Sebuah buku yang secara aktif menarik pembaca untuk dapat membantu mereka tetap terlibat selama waktu cerita.

  1. Five finger rule (Peraturan lima jari) untuk memilih buku“tepat”

Ketika anak memilih buku berdasarkan minat mereka, orangtua akan membantu mereka menentukan apakah buku tersebut berada pada tingkat kesulitan yang tepat. The Five Finger Rule (Peraturan lima jari) membantu mengevaluasikan kemampuan seseorang dalam membaca kata-kata. Untuk menggunakan strategi ini, mintalah anak Anda untuk membuka halaman buku secara acak dan memulai membaca. Untuk setaip kata yang anak tidak mengerti, mintalah mereka untuk mengacungkan satu jari. Apabila sampai akhir halaman, Anda memiliki 5 atau lebih jari teracung, maka buku ini terlalu sulit unuk Anda; apabila tidak ada atau hanya 1 jari mengacung, maka buku ini sangat mudah untuk Anda. Buku yang “tepat” adalah buku yang memiliki 2 – 4 jari teracung.

1

  1. Beri mereka gambaran umum mengenai cerita terlebih dahulu

Beberapa anak butuh berjuang dalam membaca buku karena mereka kesulitan dalam mengerti alur cerita. Sebelum Anda memulai membaca, jelaskan ke mereka apa yang dapat mereka harapkan dari cerita dan beberapa hal yang mungkin dapat mereka cari dari alur cerita atau ilustrasi yang ada.

  1. Pendekatan bacaan dialog

Ketika kebanyakan orang dewasa berbagi buku dengan seorang anak, mereka membaca dan sang anak akan mendengarkan. Dalam bacaan dialog, orang dewasa membantu sang anak untuk menjadi pencerita dari cerita tersebut. Orang dewasa menjadi pendengar, pemberi pertanyaan, dan penonton kepada sang anak. Dalam bacaan dialog, orangtua dapat bertanya pertanyaan terbuka, seperti “apa yang akan terjadi selanjutnya?” untuk memimpin diskusi dan membimbing mereka untuk aktif membaca dan berpikir. Tidak ada yang bisa belajar berenang hanya dengan melihat orang lain berenang. Sama halnya, tidak ada yang bisa belajar membaca dengan mendengarkan orang lain membaca. Anak-anak belajar paling banyak dari buku ketika mereka secara aktif terlibat.

  1. Ada banyak tipe pelajar “membaca” dengan cara berbeda

Setiap anak belajar dengan cara yang berbeda, yang artinya, duduk manis dan membaca bukanlah cara untuk setiap anak. Memang, bagi pelajar visual, dengan tenang melihat teks dan gambar dalam buku cetak merupakan pendekatan terbaik. Akan tetapi, untuk pelajar audio, nada dan ritme dari bacaan yg dibacakan orangtua sangatlah penting. Sedangkan untuk pelajar kinestetik, mereka membutuhkan sesuatu di tangan mereka untuk bekerja ketika membaca. Untuk pelajar social, mereka lebih memilih untuk belajar dalam satu grup atau bersama orang lain. Tidak ada 1 cara belajar yang terbaik untuk setiap orang, yang benar untuk masing-masing orang adalah yg terbaik.

  1. Menetapkan waktu membaca yang telah ditentukan sebagai jadwal regular waktu membaca

Menyisihkan waktu membaca khusus (dan juga tempat membaca khusus). Membantu anak, terutama yang enggan membaca, untuk berpikir bahwa membaca merupakan kegiatan sehari-hari yang sudah terjadwal normal. Ini memberikan sinyal yang jelas kepada anak apa yang harus dilakukan dalam jangka waktu tersebut.

2a

Sangatlah penting untuk sering membaca dengan anak Anda, tetapi sebaiknya kita tidak mendorongnya terlalu keras. Beberapa anak hanya perlu menjadi sedikit lebih dewasa sebelum mereka siap melakukan kegiatan membaca. Jangan mematikan rasa ingin tahu mereka dengan memberikan mereka pengalaman yang kurang nyaman. Berikan mereka ruang, sering kali untuk mencoba, dan menjadi model panutan untuk mencintai kegiatan membaca untuk mereka.