Pendapat Guru EF Terhadap Dampak Mendengarkan Audio Bahasa Inggris di Rumah Untuk Si Kecil

2018.01.08
Pendapat Guru EF Terhadap Dampak Mendengarkan Audio Bahasa Inggris di Rumah Untuk Si Kecil

Berbicara mengenai “latihan mendengar bahasa Inggris”, banyak orang tua berpikir selama mereka dapat membeli banyak materi audio visual bahasa Inggris untuk anak mereka dan memainkannya terus menerus di rumah sebagai “suara belakang layar” digunakan untuk melatih anak agar berada di dalam lingkungan bahasa Inggris dimanapun dan kapanpun ketika mereka di rumah. Dengan cara ini, mereka berpikir bahwa kemampuan mendengar bahasa Inggris mereka dapat meningkat. Akan tetapi, sebenarnya tidaklah demikian.

Kenyataannya, secara tidak sadar “latihan mendengar bahasa Inggris” merupakan hal yang sia-sia untuk anak-anak. Terutama untuk balita, memainkan audio tanpa ada interaksi hanya menjadikan suara berisik, tidak hanya tidak membantu meningkatkan kemampuan mengenal suara untuk anak, tetapi juga menghilangkan waktu komunikasi dengan bahasa asal, atau bahkan menghambat lingkungan pertumbuhan yang sehat untuk anak.

Lalu, cara apa yang benar untuk “latihan mendengar bahasa Inggris”?

Seorang reporter bertanya kepada Ivy, salah satu guru untuk EF Kids & Teens, seorang ahli edukasi dari universitas San Francisco, untuk memberitahukan salah pengertian dan metode dari “latihan mendengar bahasa Inggris” untuk anak.

“Latihan mendengar bahasa Inggris” dibagi menjadi kategori pembelajaran ekstensif “Sadar” dan pendengaran intensif “Sasaran”.

  1. Pembelajaran ekstensif “Sadar”

Artinya, apa pun yang berirama seperti sajak, musik, atau cerita bersuara, anak-anak harus “diajar dengan tepat” yang artinya mudah dimengerti oleh anak-anak. Jika anak mendengarkan sambil bermain sendiri, hasilnya akan tidak teratur dan merupakan “sinyal suara tidak berguna”.

 

  1. Pendengaran intensif “Sasaran”

Artinya ada sasaran, “Mendengarkan” secara berulang dalam kondisi bahasa Inggris tertentu, maka sinyal suara yang efektif akan disimpan dalam memori anak-anak dalam kelompok, yang meletakkan dasar untuk pendengaran, deteksi suara dan korespondensi situasi di masa mendatang, inilah yang dinamakan hasil bahasa.

 

  1. Fokus mendengarkan secara bertahap

Anak-anak memiliki fokus yang berbeda dalam “belajar bahasa Inggris” pada setiap tahap usia mereka yang berbeda, namun berlatih mendengarkan tidak dapat dipisahkan pada tahap usia berapa pun dan hanya berguna bila digunakan bersama dengan anak lainnya. Perlu dicatat bahwa dalam proses “berlatih mendengarkan”, orang tua harus berinteraksi lebih sambil menemani anak-anak, terutama untuk anak di bawah usia 6 tahun.

0-1 tahun: mengutamakan fokus pada mendengarkan untuk membangun pondasi dasar bahasa Inggris

Patricia K. Kuhl, seorang pakar penelitian terkenal dibidang perkembangan bahasa anak-anak, mengatakan bahwa pembelajaran bahasa untuk anak membutuhkan kasih sayang, motivasi dan interaksi. Penting bagi orang tua untuk melakukan kontak sentuhan dan komunikasi dengan anak-anak pada tahap usia ini.

Latihan mendengar dapat dimulai semenjak anak baru lahi, bahkan ketika merkea belum mengerti apa yang merkea dengar. Suara ibu akan membantu anak merasa aman dan juga membantu menciptakan pondasi untuk tahap latihan mendengarkan setelah mereka berusia 1 tahun.

Orang tua dapat membeli beberapa lagu nyanyian Inggris, dimana orang tua dapat belajar terlebih dahulu, kemudian menyanyikannya untuk anak-anak mereka. Orang tua juga dapat berinteraksi dengan anak-anak ketika menyanyikan lagu untuk memberi kesan terhadap konten lagu dan menggapai tujuan “masukan suara secara efektif”. Cobalah untuk bersikeras selama 20 menit setiap hari dan dapatkan kemajuan jangka panjang.

Apa yang perlu diperhatikan adalah ketika anak pada umur tersebut lebih memilih mendengarkan suara manusia, sehingga orang tua harus secara menyanyikannya secara nyata utnuk mendapatkan efek lebih tinggi daripada mendengarkan suara audio. Pada tahap ini tidak perlu takut bila mereka tidak berbicara seperti selayaknya orang asal. Tujuan dari proses ini adalah untuk menciptakan rasa nyaman terhadap bahasa Inggris terhadap anak dalam interaksi mereka dengan orang tua.

Bahan yang direkomendasi:

<My Favorite Rhymes>

 

1-3 tahun: kombinasi audio visual, menumbuhkan kemampuan pengertian bahasa dan pemahaman

Bayi pada tahap usia ini sangat mudah gelisah dan kurang dapat berkonsentrasi. Mereka hanya bisa melakukan aktivitas selama beberapa menit, tapi sangat sensitif terhadap suara dan bisa mengenali perbedaan kecil di antara setiap suara. Mereka sangat penasaran tentang sumber suara dan suara yang berbeda.

Jadi, orang tua dapat memanfaatkan minat dan rasa penasaran yang kuat terhadap berbagai suara anak-anak dengan memainkan sajak animasi bahasa Inggris untuk menumbuhkan rasa berbahasa dan pemahaman mereka secara sadar.

Orangtua bisa memainkan sajak animasi bahasa Inggris selama dua atau tiga menit dengan melodi untuk anak-anak, mendorong mereka untuk melakukan gerakan dengan animasi, atau untuk berbicara, bernyanyi dengan meniru animasi. Orangtua juga bisa bermain dengan materi audio. Sebagai contoh, ketika memainkan video “Head. Shoulders, Knees, and Toes”, orang tua dapat berbicara kata-kata yang berbeda dan biarkan anak-anak menyentuh bagian tubuh yang sesuai. Mereka juga dapat diajak diperkenalkan hewan-hewan di dalam video dengan menggunakan boneka hewan untuk membantu anak-anak mengingat bentuknya. Selain itu, orang tua juga dapat mencari kartu yang sesuai di dalam video dengan kartu yang sama sebagai materi mengajar.

3-6 tahun: mengutamakan fokus pada pendengaran yang intensif, meningkatkan kemampuan mendeteksi suara dan ejaan

Emosi anak menjadi lebih stabil dan konsentrasi mereka bertambah lama setelah umur 3 tahun. Mereka memiliki ketertarikan besar pada huruf dan bisa menari dengan video yang tidak ditonton bila mereka mendengarkan saja yang dikenal. Beberapa anak dapat bernyanyi dengan lagu yang ada di dalam video, atau bahkan menggunakan satu atau dua kata yang dipelajari dari lagu tersebut.

Tahap ini mengfokuskan terutama pada banyaknya informasi pendengaran dengan fonik dan buku bergambar yang juga didasarkan fonik.

Orang tua perlu mengingat tiga tahap ini dalam belajar:

  1. Tahap banyak mendengarkan dengan fonik
  2. Tahap menulis dan mengkombinasikan huruf abjad
  3. Tahap membaca buku bergabmar

Ketika berlatih dengan metode ini, Anda dapat memulai dengan melihat dan mendengarkan fonik dari video huruf “a, anak dapat diajak untuk mencari gambar dan kata-kata yang sesuai dengan huruf “a” dan ajak mereka untuk mengurutkan setelah selesai menonton video. Mereka juga dapat membaca buku bergambar tentang huruf “a”.

Bahan yang direkomendasi:

<dandelion English phonics>

<My first phonics story book>

<climbing English: interesting letters>

<climbing English: interesting alphabet combination>

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_cecaf068c7321d3212c83d984c66f37b', 'a:1:{s:10:\"age_filter\";s:4:\"none\";}', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_expires_cecaf068c7321d3212c83d984c66f37b', '1575860830', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)