Tahukah Kamu Mengenai Tradisi Lantern Festival di Tiongkok?

2016.02.22
Tahukah Kamu Mengenai Tradisi Lantern Festival di Tiongkok?

Pada hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek bagi masyarakat Tiongkok terdapat tradisi “Lantern Festival”.  Tahukah kamu mengenai tradisi ini? Sejak masa dinasti Han (206BC-AD 25) hingga sekarang, anak-anak etnis Cina keluar rumah pada malam hari membawa lentera dan menyelesaikan teka-teki yang berada pada lentera sambil memakan tangyuan (dumpling manis). Berikut ini beberapa legenda menarik mengenai festival yang menandakan berakhirnya musim dingin:

Berdoa kepada dewa

tianguan

Festival ini dihubungkan dengan Taoism. Tianguan yang merupakan dewa atas keberuntungan bagi Taoist berulang tahun pada hari ke -15 setelah Tahun Baru Imlek. Dan karena ia sangat menyukai kesenangan maka ia selalu berpesta di hari ini agar dunia memiliki keberuntungan yang baik.

 

Menolong gadis bernama Yuanxiao

dongfang shuo

Versi lainnya dari legenda ini berhubungan dengan seorang gadis bernama Yuanxiao pada dinasti Han. Gadis ini berniat untuk bunuh diri karena ia tidak dapat bertemu keluarganya. Seseorang mendengar niatnya dan berusaha membantunya dengan menyebarkan gosip mengenai serangan dewa api pada hari ke -15. Untuk menghindari serangan ini maka seluruh desa harus memasang lentera merah dan memasang kembang api. Ini dilakukan untuk menipu dewa. Yuanxiao diminta untuk berdandan seperti dewi dan memasak dumpling manis bagi dewa agar ia dapat diijinkan untuk bertemu dengan keluarganya.

 

Awal Valentine di Tiongkok

Pada jaman dahulu para lelaki dan perempuan diperkenalkan di jalan di hari ini agar mereka dapat menemukan kekasih. Mereka dijodohkan melalui berbagai permainan, apabila kamu dapat memecahkan teka teki yang dibuat oleh seseorang maka kamu adalah jodoh mereka..

Pada masa modern, hari ini dirayakan di banyak negara seperti, Malaysia, Thailand, Vietnam, Amerika Serikat hingga Selandia Baru melalui cara yang berbeda-beda.

Di Vietnam:

vietnam

Di Amerika Serikat:

rise festival in Nevada U S

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_d15b85fc3d7ddf02cb2a1c8293b89fa3', 'a:1:{s:10:\"age_filter\";s:4:\"none\";}', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_expires_d15b85fc3d7ddf02cb2a1c8293b89fa3', '1569241730', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)