Perbedaan TOEFL, IELTS, dan TOEIC

2019.07.29
Perbedaan TOEFL, IELTS, dan TOEIC

Apakah EFriends sedang merencanakan untuk melanjutkan kuliah di luar negeri? Selain visa, ada hal yang penting yang perlu EFriends perhatikan, yaitu hasil tes kemampuan bahasa Inggris. Ada tiga macam tes kemampuan bahasa Inggris yang diakui oleh perguruan tinggi di luar negeri yaitu; TOEFL, IELTS, dan TOEIC. Apa perbedaan TOEFL, IELTS, dan TOEIC?

Dapatkan Diskon Kursus Back To School 2,5 Juta di EF, klik link biru ini ▶Diskon 2,5 Juta back To SchoolKursus Bahasa Inggris di EF English First, Belajar Bahasa Inggris makin seru!

TOEFL

Test of English as a Foreign Language disingkat TOEFL adalah ujian kemampuan bahasa Inggris yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke universitas di Amerika Serikat, Kanada, dan negara-negara bagian Amerika utara. TOEFL terdiri dari 4 bagian yaitu, listening comprehension, grammar structure and written expression, reading comprehension, dan writing. Ada lima jenis TOEFL yaitu:

1. Prediction test 

Mengikuti tes TOEFL membutuhkan biaya yang tidak sedikit, untuk itu kamu bisa mengambil TOEFL prediction test terlebih dulu. Tujuannya agar kamu bisa mengukur kemampuan bahasa Inggrismu terlebih dulu kemudian mengevaluasi kekuranganmu.

2. Internet based test

Internet based test (IBT) adalah tes TOEFL yang dilakukan via internet. Durasi IBT kurang lebih 4-5 jam dengan penilaian skor mulai dari 0-120.

3. Computer based test

Computer Based Test (CBT) adalah tes TOEFL yang dilakukan langsung di komputer. Skor untuk CBT adalah 30 – 300.

4. Paper based test

Paper based test (PBT) adalah tes TOEFL yang dikerjakan melalui media kertas, layaknya ujian pada umumnya. Durasi pengerjaan PBT ini kurang lebih 3 jam. Rentang skor tes TOEFL jenis ini antara 310-667.

5. Institutional Testing Program

Institutional Testing Program (ITP) merupakan tes yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi atau lembaga bahasa terpercaya. Namun, untuk soal yang diberikan tetap mengikuti standar internasional. Biasnya, ITP tidak diakui secara internasional dan hanya diakui di dalam negeri dan beberapa negara di Asia.

IELTS

International English Language Testing System atau disingkat IELTS adalah ujian kemampuan bahasa Inggris yang diperlukan untuk mendaftar masuk ke universitas di negara sekitar Eropa, Inggris, New Zealand, dan Australia. Ada dua bentuk ujian IELTS, yaitu versi academic dan versi general training. Versi academic diperuntukan untuk mendaftar ke perguruan tinggi atau untuk keperluan akademis. Sedangkan versi general training diperlukan untuk kegiatan non akademis seperti bekerja atau tinggal ke luar negeri.

Ujian IELTS terdiri dari tiga bagian; 40 menit digunakan untuk bagian listening (mendengar), 60 menit untuk reading (membaca), dan 60 menit lagi untuk writing (menulis). Hasil dari nilai IELTS diurutkan dengan 9-band scoring system. Nilai tertinggi yaitu 9 akan dinyatakan sebagai Expert User, sedangkan nilai terendah yaitu 1 dinyatakan sebagai Non User.

TOEIC

Test of English for International Communication atau TOEIC ditujukan untuk mengukur kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Poin yang dapat kamu dapatkan untuk ujian ini adalah 10 – 990 untuk yang tertinggi. TOEIC terdiri dari dari dua bagian yaitu listening dan reading.

Sekarang kamu sudah tau kan perbedaan TOEFL, IELTS, dan TOEIC. Kamu perlu memperhatikan apa yang menjadi syarat untuk mendaftar ke universitas yang kamu inginkan. Apakah universitas tersebut membutuhkan hasil tes TOEFL, IELTS, atau TOEIC. Jadi, kamu tidak perlu mengambil ketiga tes tersebut. Ketiga tes ini tidak hanya diperlukan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi saja loh. Hasil tes ketiga ini bisa kamu gunakan untuk mengajukan beasiswa atau melamar ke perusahaan idaman.

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_6e50f7c9ec3e804552ddbac10861ec56', 'a:1:{s:10:\"age_filter\";s:4:\"none\";}', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_expires_6e50f7c9ec3e804552ddbac10861ec56', '1573650337', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)