Cara Beradaptasi Saat Belajar di Luar Negeri

2015.03.16
Cara Beradaptasi Saat Belajar di Luar Negeri

Sebelum memutuskan apakah Anda akan menyekolahkan anak Anda di luar negeri, satu hal yang lebih penting adalah menganalisa apakah anak anda telah siap untuk segera pergi ke luar negeri.

Ahli pendidikan anak EF William Sanderson mengatakan jika Anda menginginkan putra putri anda mendapatkan pendidikan berstandard internasional, menyekolahkan mereka ke luar negeri adalah pilihan yang bagus. Tetapi sebelum mengirimkan anak berusia sangat muda ke luar negeri harus dipertimbangkan matang-matang.

Yang pertama harus jelas adalah setiap anak berbeda. Anda dihimbau untuk memahami karakter anak anda sebelum memutuskan apakah akan mengirim anak tersebut ke luar negeri.

Jika usia anak anda terlalu kecil, anak belumlah mandiri dan masih terlalu bersandar pada orang tua maka disarankan untuk tidak terburu-buru mengirimnya untuk belajar di luar negeri. Di lingkungan baru yang asing, sangatlah mungkin anak anda tidak mampu menahan kesedihan terpisah dari orang tua. Akan mudah baginya untuk menjadi resah dan depresi yang akan mengganggu hasil belajar dan perkembangan emosionalnya.

Sekolah menengah adalah saat penting bagi para remaja dalam pembentukan moral dan nilai. Selain itu, anak juga sedang dalam masa pemberontakan. Peranan orang tua dalam pengarahan dan pembentukan nilai-nilai tersebut sangatlah penting. Maka dari itu, harap dipertimbangkan matang-matang sebelum mengirim anak ke luar negeri.

Tentu saja, jika anak telah menujukkan niat kuat untuk bersekolah di luar negeri sejak kecil, dan orang tua juga telah melatihnya untuk hidup dan berpikir mandiri serta memiliki rasa saling percaya yang tinggi, anak juga memiliki kebiasaan untuk berkomunikasi dengan orang tua secara proaktif, maka kemungkinan anak untuk bersekolah di luar negeri dari usia sekolah menengah dan sukses juga jauh lebih besar.

Untuk keluarga yang telah memutuskan untuk bersekolah ke luar negeri, kesalahan yang sering ditemui adalah memusatkan seluruh perhatian pada SAT, TOEFL, IELTS dan hal-hal seperti ini dan melupakan untuk membantu anak menyiapkan dasar penggunaan bahasa. Kesalahan ini kemungkinan akan membuat anak mengalami kesulitan dalam kehidupan sehari-hari dan pembelajaran setibanya di luar negeri.

Untuk mengatasi masalah ini, ahli pendidikan anak EF Thomas Demerath menyarankan agar dalam persiapan bersekolah ke luar negeri anak dipersiapkan hal-hal di bawah:

  • Pertama, belajar berpikir dalam Bahasa Inggris akan mempermudah kehidupan di luar negeri.

Meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, dengan membaca lebih banyak buku, koran dan majalah berbahasa Inggris; menonton lebih banyak acara TV dan film asing dengan teks; mendengarkan lebih banyak stasiun radio dalam bahasa asing, meningkatkan kemampuan untuk mengidentifikasi bahasa. Dalam kehidupan sehari-hari cobalah untuk membayangkan lebih banyak adegan kehidupan sehari – hari seperti pergi ke dokter, berbelanja, bertanya jalan dalam Bahasa Inggris.

Tantangan yang lebih besar datang dari interaksi dan pembelajaran dalam kelas. Dikarenakan kelas di luar negeri, kelas lebih banyak menggunakan metode diskusi interaksi, pekerjaan rumah juga menggunakan metode laporan dan power point, maka disarankan untuk mempelajari terlebih dahulu mengenai cara mencatat pelajaran di kelas, cara membuat power point, cara berdikusi dalam group, bahkan juga bagaimana cara meminta ijin kepada profesor dan mengintegrasikan aktivitas berpesta siswa.

Orang tua dapat membantu mempersiapkan dasar penggunaan Bahasa Inggris anak dengan cara memasukkan anak ke pusat pendidikan Bahasa Inggris profesional sedini mungkin. Pengalaman mengikuti kelas interaktif dan menulis akan sangat membantu sesampainya di luar negeri.

  • Kedua, study tour di luar negeri, belajar hidup mandiri.

Jika keadaan ekonomi memungkinkan, orang tua disarankan menyertakan anak dalam program study tour sesering mungkin. Pengalaman homestay di rumah keluarga lokal di tempat asing akan membantu anak lebih muda untuk hidup mandiri. Dalam proses ini, anak juga akan mempelajari cara memesan makanan, menggunakan laundry room, sampai bagaimana membaca rambu lalu-lintas dan sebagainya.

Pengalaman study tour berjangka waktu pendek ini akan membantu anak membangun perspektif dan pengetahuan mengenai kehidupan di negara asing, yang akan mempercepat dan mempermudah mereka beradaptasi sewaktu benar-benar mulai bersekolah.

  • Ketiga, berteman dengan native speaker.

Banyak berinteraksi dengan anak-anak asing yang seumur, baik melalui surat, email, internet maupun bertatap muka secara langung, untuk memahami cara hidup masing-masing dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Pengalaman berinteraksi yang cukup dengan native speaker akan membuat anak lebih berani berkomunikasi dengan penduduk setempat yang akan mempermudah mereka masuk ke lingkaran sosial setempat dan mendapatkan teman baru sesampainya di luar negeri. Hal ini tidak hanya akan lebih meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga dapat menghilangkan kesepian anak di negara asing yang akan membuat kehidupan bersekolah di negara asing lebih lancar dan menyenangkan.