Tips: Membesarkan Anak dengan Kemampuan Bilingual

2016.02.23
Tips: Membesarkan Anak dengan Kemampuan Bilingual

Berbagai keuntngan kognitif, akademis maupun sosial dalam mempelajari bahasa asing, mendorong orang tua di dunia untuk mencari tahu cara membesarkan anak dengan kemampuan bilingual. Meskipun pada kenyataannya tidak mudah namun anak-anak pada usia dini dibangun untuk belajar. Maka orang tua yang ingin anak-anaknya mempelajari bahasa asing dapat memanfaatkan masa ini untuk membantu anak belajar. Tidak ada pendekatan yang sama untuk setiap keluarga tapi kami telah mengumpulkan 5 metode favorit untuk membesarkan anak bilingual:

 

1. SATU ORANG TUA, SATU BAHASA

Untuk keluarga yang kedua orang tuanya fasih dalam bahasa yang berbeda atau memiliki bahasa ibu yang berbeda, pendekatan ini juga dikenal sebagai “satu orang, satu bahasa” (OPOL). Pendekatan ini mendorong orang tua menggunakan bahasa ibu masing-masing kepada anak-anak. Contohnya, ibu yang berasal dari Indonesia menggunakan bahasa Indonesia dan ayah yang berasal dari UK menggunakan bahasa Inggris. Dengan pemikiran apabila mereka tinggal di Indonesia maka bahasa Indonesia menjadi lebih dominan karena anak-anak secara rutin menggunakan bahasa Indonesia dan menjadi lebih fasih. Untuk itu, bahasa Inggris sebagai bahasa minoritas harus cukup dilatih (pakar mengatakan paling tidak 25 jam per minggu). Menambah koleksi buku dan film serta interaksi dengan menggunakan bahasa Inggris akan sangat membantu.

2. BAHASA MINORITAS DI RUMAH

Pilihan lainnya adalah teknik Bahasa Minoritas di Rumah atau ML@H. Ini dapat menjadi pilihan apabila kedua orang tua nyaman mengkombinasikan dua bahasa. Contohnya Ibu yang berasal dari AS namun berbahasa Indonesia dan ayah dari Indonesia tinggal di Jakarta menerapkan peraturan dengan menggunakan bahasa Inggris di rumah namun bahasa Indonesia ketika di luar rumah. Pendekatan ini lebih bersahabat dengan komunitas karena keluarga dapat membaur namun memberikan aturan yang jelas bagi anak-anak jika di rumah mereka mengganti bahasa yang digunakan. Tantangan dari pendeketan ini adalah salah satu orang tua yang tidak menggunakan bahasa ibu mereka akan sedikit merasa tidak natural saat berinteraksi dengan anak-anak.

3. PINDAH KE NEGERA LAIN

Apabila satu keluarga pindah negara maka ini dapat membantu bahasa anak. Contohnya, keluarga Indonesia pindah ke Australia maka di rumah mereka dapat menggunakan bahasa ibu namun di luar rumah anak-anak harus belajar menggunakan bahasa Inggris dalam kesehariannya. Keuntungan dari pendekatan ini adalah anak-anak belajar sistem sekolah asing yang memberi keuntungan pengalaman sekolah di luar negeri sebelum kuliah. Ketika dewasa anak-anak ini biasa disebut sebagai “third culture kids” – pindah ke luar negeri untuk belajar ataupun bekerja bukanlah hal yang menakutkan lagi buat mereka.

4. PROGRAM SEKOLAH BAHASA ASING

Apabila pindah ke luar negeri bukanlah pilihan, maka orang tua dapat mencari sekolah bahasa asing. Sekolah ini menawarkan system belajar dengan menggunakan bahasa selain bahasa ibu. Orang tua dapat mendorong anak belajar bahasa minoritas melalui sekolah. Modul belajar internasional dan pelatihan bahasa asing yang intensif membuka kesempatan bagi anak untuk pilihan studi dan karier yang lebih luas.

5. KELAS BAHASA DI RUMAH DAN LUAR NEGERI

Bagi orang tua dengan bahasa yang sama (monolingual) maka mereka dapat mencari kesempatan untuk membangun bahasa ke-dua pada anak. Anak-anak dikenal sebagai ‘spons’, namun mereka juga perlu kegiatan yang aktif dan bervariasi untuk melatih kemampuan bahasa asing mereka. Salah satunya adalah mengikut sertakan anak dalam program kelas bahasa, summer camos dan pengalama belajar di luar negeri. Orang tua juga dapat mendorong anak menghabiskan waktu dengan orang lain yang fasih berbahasa asing serta menambah koleksi buku dan film bahasa asing di rumah.

EF menawarkan berbagai program menarik dan inovatif bagi anak-anak. Info lebih lengkapnya dapat Anda KLIK DI SINI!

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_f1ee5199a0710cbfbf31d0d3d69fa258', 'a:1:{s:10:\"age_filter\";s:4:\"none\";}', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_expires_f1ee5199a0710cbfbf31d0d3d69fa258', '1574216462', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)