Tips Cara Membuat Anak Siap untuk Perkemahan Musim Panas

2017.07.22
Tips Cara Membuat Anak Siap untuk Perkemahan Musim Panas

Dengan datangnya musim panas, banyak orangtua berusaha menciptakan sebuah rencana menyenangkan dan aktivitas bermakna untuk liburan musim panas.

Pergi ke luar negeri untuk mengikuti perkemahan musim panas dapat menjadi sebuah pilihan untuk banyak orangtua. Dalam satu sisi, berjalan-jalan ke luar negeri juga dapat memberikan anak kesempatan unik untuk mendapatkan pengalaman melihat budaya yang berbeda-beda. Tetapi dalam sisi lain, orangtua memiliki sedikit ketakutan apabila anaknya mendapatkan masalah di perkemahan. Bagaimana cara orangtua mengetahui apabila anak mereka sudah cukup umur untuk bisa meninggalkan rumah dan pergi berjalan-jalan ke luar negeri? Tidak dapat dipungkiri, di mata orangtua, anak akan selalu menjadi anak kecil.

1

Pertanyaan yang kebanyakan orangtua punya adalah pada umur berapa anak dapat berjalan-jalan ke luar negeri? Bagaimana caranya untuk mengetahui anak Anda sudah siap?

Sebenarnya, tidak ada aturan yang pasti mengenai usia yang pas yang dapat diterapkan ke semua anak. Secara umum, anak berusia di atas 8 tahun dapat mulai dipertimbangkan untuk pergi ke luar negeri untuk perkemahan musim panas, tetapi tetap harus di ingat setiap anak itu berbeda. Oleh karena itu, saya rasa setiap orangtua harus mempertimbangkan bagaimana cara mempersiapkan anak dan keterampilan apa yang perlu mereka miliki sebelum pergi ke perkemahan musim panas merupakan pertanyaan yang lebih penting.

2

 

  1. Sikap Mandiri dan Kesadaran Menjaga Keselamatan

Yang paling utama, sebelum meninggalkan rumah, anak harus telah membentuk tingkatan kemandirian tertentu, yang berarti mencakup sudah dapat mengepak barang sendiri, menjaga barang pribadi mereka dalam satu tempat, makan tepat waktu, dapat mencuci pakaian, dan lainnya. Berbagai kemampuan tersebut tidak dapat dipelajari dalam semalam. Kemampuan tersebut perlu di latih sedikit demi sedikit.

Dengan mengambil contoh anak saya sendiri, saya mulai mengajari dia cara mengepak isi tas sekolahnya. Walaupun tas dia selalu berantakan di awal, dia tidak pernah menolak untuk tetap belajar. Tidak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk mempelajarinya. Pada usia 10, dia sudah dapat mengepak kopernya sendiri sebelum berjalan-jalan. Sekarang, entah untuk perjalanan akhir minggu ataupun perjalanan satu bulan penuh, dia sudah bisa mengepak kopernya dengan baik dan rapi.

Saya biasanya membiarkan anak untuk mengerjakan beberapa pekerjaan rumah yang sederhana untuk membantu mereka membangun kemampuan tersebut secara bertahap, termasuk mempersiapkan meja makan, mencuci piring, dan lainnya. Selain itu, saya juga mencoba menolong mereka membangun kemampuan mengurus diri sendiri dengan mentransfer biaya makan siang mingguan ke kartu makan dia satu minggu sebelumnya dan membiarkan dia memutuskan sendiri bagaimana cara menggunakannya.

3

Sedangkan untuk Kesadaran menjaga keselamatan, anak butuh tahu apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan kepada mereka ketika mereka pergi dari rumah. Mereka harus menghargai peraturan kemana saja mereka pergi. Semua latihan dan Pratik ini perlu dilakukan lama sebelum anak diperbolehkan pergi ke perkemahan musim panas sendiri.

  1. Perkembangan Kognitif: siap berpisah dari orangtua

Hanya saat anak tidak lagi takut untuk meninggalkan orangtua, maka mereka dapat menikmati perkemahan musim panas. Ketika mereka siap meninggalkan orangtua mereka dan menghabiskan beberapa hari bersama teman sebaya, waktu singkat untuk tidak tidur di tempat tidur mereka sendiri, mereka akan tetap baik-baik saja.

Meninggalkan rumah untuk pertama kali akan menjadi tantangan untuk anak kecil, terutama untuk mereka yang pemalu, sensitive, dan introvert. Oleh karena itu, saya menyarankan sebelum pergi ke perkemahan musim panas di luar negeri dan cukup lama, anak sebaiknya mencoba mendapatkan pengalaman dengan melakukan perkemahan dengan jangka waktu pendek di tempat yang dekat dengan tempat asal Anda terlebih dahulu.

4

Sekali lagi, mengambil anak saya sebagai contoh, dia pergi ke perkemahan musim panas pertamanya pada umur 9 tahun. Walaupun perkemahan tersebut hanya terjadi untuk beberapa hari, sedikit merepotkan untuk membuat dia pergi dari rumah. Ada tahun berikutnya, dia sedikit lebih nyaman. Tahu ini, dia akan pergi ke sebuah kota lebih jauh dari rumah dan akan tinggal di tempat tersebut selama seminggu. Untuk seminggu penuh, kami akan merindukan dia sebanyak dia merindukan kami, tapi kami yakin bahwa dia sudah siap untuk menikmati perkemahan musim panas bersama dengan teman sebayanya.

  1. Kemampuan Bersosialisasi

Kemampuan bersosialisasi termasuk kemampuan berkomunikasi secara verbal dan nonverbal, kemampuan menjaga emosi, menghargai orang lain dan lainnya. Ketika mereka tidak ada di rumah, kemampuan ini menjadi sangatlah penting. Di perkemahan musim panas, mereka perlu belajar untuk berbagi kamar dan fasilitas, membuat teman dengan orang-orang yang datang dari kota yang berbeda atau bahkan dari negara lain, dan menjaga satu sama lain.

5

  1. Kemampuan belajar

Disini, kemampuan belajar berarti kemampuan untuk bisa dengan cepat mengatasi ketidaknyamanan di lingkungan yang asing dan mampu mengeksplorasi dan mempelajari pengetahuan di tempat yang benar-benar baru. Beberapa anak pergi berkemah hanya untuk mencari kesenangan, tetapi tidak belajar apa-apa dari aktivitas tersebut. Tetapi ketika kita mengirim anak untuk pergi ke perkemahan musim panas di luar negeri, kita mengharapkan mereka untu kdapat mempelajari sesuatu hal baru entah itu budaya negara atau seni maupun ilmu pengetahuan, dan dapat membantu memperluas cakrawala mereka dari pengalaman tersebut. Sebuah kemah yang baik harus mempersiapkan materi dan aktivitas terbaik untuk anak dapat belajar, tapi kita juga butuh memastikan anak kita juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan belajar.

Terlepas dari seberapa kecil atau atau seberapa tua umur anak Anda, mereka akan meninggalkan rumah suatu saat nanti , cepat atau lambat, untuk dapat melihat dunia dan menghadapi tantangan mereka sendiri. Mereka perlu berpetualang, dan mereka juga perlu perlindungan. Kita, orangtua, perlu mendukung mereka dan memberikan mereka kesempatan untuk mempersiapkan diri mereka terhadap tantangan yang akan datang.

 

Mengenai penulis:

Tracy Liu (Ms.)

Ibu dari 2 anak. Lulus dari universitas Nankai dengan jurusan Inggris, lalu dia telah bekerja di perusahaan internasional. Dia telah hidup dan bekerja di Beijing, Shanghai, Paris, dan Hong Kong. Saat ini dia hidup di Shanghai, dengan bekerja paruh waktu untuk merawat seorang putra berumur 11 tahun dan seorang putri berumur 6 tahun, separuh waktunya bekerja sebagai freelancer. Karena pengalaman pribadinya, dia memiliki pengertian yang mendalam mengenai kebudayaan Barat dan Timur. Selain itu , dia juga memiliki banyak pengalaman dan pemikiran untuk pendidikan anak-anak dan remaja, dan bersedia untuk berbagi dengan orang tua lainnya.