Tepatkan Silent Treatment pada Anak?

2019.07.30
Tepatkan Silent Treatment pada Anak?

Apakah Anda pernah mendengar istilah silent treatment? Silent treatment berbeda dengan mengabaikan anak yang sedang tantrum atau time-out. Silent treatment adalah bentuk hukuman dengan cara mendiamkan seseorang dengan sengaja, tanpa memberitahu apa penyebabnya, berapa lama hukuman ini berlangsung, dan apa yang dapat menghentikan hukuman ini. Banyak orangtua yang menganggap silent treatment adalah hukuman yang paling aman dan damai. Tapi benarkah tidak ada efek yang ditimbulkan dari silent treatment?

Ketika orangtua memberikan silent treatment, orangtua akan mengabaikan komunikasi verbal dan interaksi dengan anak. Orangtua tidak memberi tau kesalahan apa yang dilakukan anak maupun memberikan kejelasan kapan silent treatment akan berakhir dan apa yang anak harus lakukan agar orangtua mau berkomunikasi lagi dengannya. Orangtua berharap anak akan mengetahui kesalahannya sendiri. Padahal, berbeda dengan orang dewasa anak belum bisa membaca dan memahami isyarat yang sifatnya non-verbal.

Dapatkan Diskon Kursus Back To School 2,5 Juta di EF, klik link biru ini ▶Diskon 2,5 Juta back To SchoolKursus Bahasa Inggris di EF English First, Belajar Bahasa Inggris makin seru!

Anak yang menerima silent treatment pada akan ikut terdiam juga. Namun, lama-kelamaan ia akan merasa cemas dan bingung apa yang harus ia lakukan. Ia merasa tidak nyaman, tidak dicintai, dan merasa kehilangan orangtua. Banyak psikolog dunia sepakat bahwa penggunaan silent treatment sebagai hukuman anak adalah bentuk manipulasi serta kekerasan mental, emosional, dan psikologis terhadap anak. Bahkan, profesor psikologi dari Purdue University menemukan bahwa menerima silent treatment dapat mengaktifkan anterior cingulate cortex atau bagian otak yang mendeteksi rasa sakit pada fisik. Jadi, rasa sakit karena silent treatment sama menyakitkannya dengan sakit fisik. Jika anak sering menerima silent treatment, ia tidak berani bereksplorasi dan mengambil resiko karena ia takut salah.

Lalu cara apa yang efektif untuk menggantikan silent treatment? Anda bisa melakukan komunikasi terbuka dengan anak. Misalnya membuat perjanjian dengan anak. Jika anak tidak mengerjakan tugas sekolah maka ia tidak boleh bermain selama satu minggu. Dengan begitu anak akan belajar untuk mematuhi peraturan yang sudah disepakati bersama.