Stop Memberi Imbalan Untuk Anak!

2018.05.29
Stop Memberi Imbalan Untuk Anak!

“Kalau kamu mendapatkan nilai yang bagus dalam ujian, maka Mama akan membelikan iPad baru!”  Apakah Anda pernah bilang hal seperti ini pada anak Anda?

Orang tua mungkin berpikir bahwa memberi imbalan saat anak mendapat nilai bagus adalah cara yang efektif. Tapi apakah ini adalah cara yang baik dalam memotivasi anak untuk belajar? Tentu saja tidak.

Apakah efek negatif dari memberi imbalan untuk prestasi akademis anak?

Efek negatif untuk psikologis anak. Saat anak menerima imbalan materi untuk mendorong mereka belajar, maka mereka mungkin akan memiliki ketergantungan psikologis. Bahkan di saat mereka belajar lebih keras, mereka tetap percaya bahwa usaha mereka harus diberi imbalan dalam bentuk materi. Di saat yang sama, anak akan membentuk pola pikir berikut: Anak berusaha sebaik mungkin bukan untuk diri mereka sendiri, tetapi untuk mendapat pengakuan dari orang lain. Hanya usaha yang diakui oleh orang lainlah yang mereka anggap berarti.

Pengaruh pada perkembangan akademis anak. Setelah anak terbiasa menerima imbalan materi, maka mereka akan kehilangan rasa antusiasme untuk berkreasi dan bertualang, karena usaha ekstra mereka mungkin takkan mendapat imbalan ekstra. Orang tua harus membuat anak paham tentang pentingnya nilai kerja keras, bukan pada hasil. Tujuan anak bukanlah hanya skor/nilai yang mereka dapatkan, karena yang terpenting adalah proses saat mereka belajar.

Bagaimana orang tua dapat memupuk motivasi anak?

Orang tua harus mendorong, mendengarkan, menerima, dan merespon anak mereka. Anak tumbuh di bawah perhatian orang tua sejak kecil. Jika anak selalu mendapat dukungan dalam setiap usaha mereka, selalu mendapat pujian atas setiap kesuksesan mereka, dan selalu mendapat penghiburan di setiap kegagalan mereka, maka anak takkan mengharapkan imbalan materi dan akan fokus bekerja keras untuk mencapai tujuan.

Fokus pada usaha, dan mencoba untuk meraih tujuan berikutnya. Orang tua bisa membantu anak membagi tujuan besar mereka menjadi beberapa tujuan mini, sehingga anak bisa lebih mudah mencapai tujuan tersebut dan merasa bahwa mereka telah sukses dan berhasil dalam setiap langkah. Setiap kali anak berhasil meraih tujuan mini, mereka lalu bisa mencoba untuk meraih tujuan berikutnya. Dengan begitu, anak akan memiliki rutinitas: bekerja keras – meraih tujuan – merasa berhasil – mencoba meraih tujuan berikutnya. Ini adalah dorongan yang sehat dan positif untuk anak.

Cara seperti ini memang membutuhkan lebih banyak waktu dibanding memberi imbalan materi yang bersifat instan, tetapi cara ini akan berdampak besar bagi anak. Anak akan mampu untuk belajar mandiri tanpa adanya stimulasi imbalan materi. Anak juga akan mampu untuk mendorong diri mereka sendiri seiring dengan bertambahnya usia mereka. Sebaliknya, anak yang terbiasa diberi imbalan materi akan cenderung memecahkan masalah mereka dengan materi dan uang.

Akan tetapi, orang tua tentu saja boleh memberi hadiah untuk anak. Jangan menjanjikan imbalan hadiah untuk mengontrol perilaku anak. Orang tua harus memutuskan hubungan antara hadiah dengan perilaku anak.

Mengenai penulis:

Tracy Liu (Mrs.)

Mrs. Tracy Liu adalah ibu dari 2 anak. Setelah lulus dari universitas Nankai dengan jurusan bahasa Inggris, dia telah bekerja di beberapa perusahaan internasional untuk berbagai peran dari jurnalis, sales, marketing hingga ke posisi senior manajemen. Dia pernah tinggal di Beijing, Shanghai, Paris, dan Hong Kong bersama dengan keluarganya. Saat ini dia hidup di Shanghai, dengan bekerja paruh waktu untuk merawat seorang putra berumur 11 tahun dan seorang putri berumur 6 tahun, dan separuh waktunya digunakan untuk bekerja menulis artikel orang tua di blogs dan forum orang tua. Pengalaman pribadi dan latar belakangnya telah mengajarkan dirinya pengertian yang mendalam mengenai kebudayaan Barat dan Timur mengenai pendidikan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Dia memiliki kepercayaan yang mendalam bahwa setiap anak memiliki pemahaman dan pemikiran mereka sendiri, dan pekerjaan kita sebagai orang tua adalah untuk mengkultivasi dan menemukan metode yang bekerja untuk mendorong perkembangan yang sehat kepada masing-masing individu dan di dalam masyarakat.

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_1b267c9797f6ebf873ba457008cbfdd9', 'a:1:{s:10:\"age_filter\";s:4:\"none\";}', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_expires_1b267c9797f6ebf873ba457008cbfdd9', '1569177726', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)