Panduan Memilih Jurusan Universitas

2018.09.20
Panduan Memilih Jurusan Universitas

Memilih jurusan universitas adalah hal terpenting sebelum anak memulai karir mereka.

Sebagian besar siswa SMA perlu menentukan jurusan universitas pilihan mereka sekitar 1-2 tahun sebelum kelulusan. Hal ini sangatlah penting, tetapi juga membingungkan. Banyak orang tua dan siswa yang masih ‘buta’ akan jurusan pilihan ini di tahun terakhir SMA.

Berikut ini adalah berberapa cara untuk membantu siswa SMA memilih jurusan yang tepat.

 

Pertama-tama, pilihlah jurusan berdasarkan cita-cita profesi.

Jika anak Anda sudah memiliki arah yang jelas untuk karir masa depan mereka, maka anjurkan pada mereka untuk memilih jurusan sesuai dengan lingkup karir tersebut. Setelah menentukan jurusan, Anda lalu bisa mengajak anak Anda untuk mengunjungi kampus dan mencari tahu tentang mata kuliah spesifik, sistem kredit nilai, dsb. Jika Anda mempunyai kenalan, mintalah mereka untuk berbagi pengalaman gengan anak Anda agar ia mendapat sedikit gambaran.

 

Pilihlah profesi sesuai hobi.

Di masa lalu, pakemnya adalah kita harus mencintai apa yang kita kerjakan. Tetapi kini pakem tersebut berubah: Kerjakan apa yang kamu cintai. Jika kita mencintai suatu subjek, maka hal itu akan memberi kita motivasi untuk lebih tekun belajar. Apalagi jika hobi tersebut bisa diwujudkan menjadi suatu profesi yang bisa menghasilkan uang. Ada orang tua yang merasa khawatir dengan hobi anak mereka yang tak sesuai dengan profesi ideal, dan takut bahwa anak mereka takkan mampu mendapatkan pekerjaan dengan upah tinggi. Akibatnya, orang tua semacam ini melarang anak untuk memilih jurusan favorit mereka. Padahal kenyataannya hanya ada sedikit mahasiswa yang lulus dan langsung mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang profesional mereka; kebanyakan mahasiswa yang baru lulus biasanya bekerja di bidang lain yang tak berkaitan. Kemudian, hal-hal lain yang mereka pelajari semasa kuliah barulah akhirnya membantu mereka dalam menemukan suatu pekerjaan spesifik.

Di universitas, mahasiswa tak hanya belajar tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga berbagai jenis keterampilan lainnya (misal cara berpikir, dsb) yang niscaya sangat bermanfaat untuk profesi spesifik di masa depan. Oleh karena itu, orang tua dan murid sebaiknya tak perlu terlalu terpaku akan profesi tertentu, dan sebaiknya mendorong rasa antusiasme anak untuk belajar berbagai jenis keterampilan, agar anak bisa menerapkan apa yang telah mereka pelajari.

Ada situasi dimana anak tak tahu apa yang sebenarnya ingin mereka pelajari. Beberapa universitas, terutama di Amerika Serikat, memberi kesempatan pada siswa untuk mencoba berbagai jenis subjek berbeda di tahun pertama kuliah mereka. Siswa bisa mencoba segala subjek dan kemudian memilih subjek yang menarik minat mereka. Di tahun kedua kuliah, barulah mereka menentukan jurusan yang ingin mereka ambil. Meskipun gelar sarjana perlu ditempuh dalam waktu satu tahun lebih lama dibanding universitas biasa, tetapi kurikulum semacam ini memberikan kesempatan ekstra bagi para siswa yang masih merasa bimbang untuk mencoba dan menentukan pilihan.

 

Di sebagian besar universitas, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengubah karir. Jika mahasiswa telah belajar untuk jangka waktu tertentu, dan kemudian enggan melanjutkan studi dan ingin pindah ke jurusan lain yang lebih cocok, maka biasanya mereka bisa mendaftar untuk mengganti jurusan. Hal ini tentunya tergantung pada kebijakan masing-masing universitas (misalnya siswa mungkin perlu mengulang kembali mata kuliah tertentu). Dalam beberapa kasus, mahasiswa juga dapat mengajukan permohonan transfer ke universitas lain.

 

Orang tua dan siswa sangat fokus pada profesi dengan upah tinggi. Hal ini sangat mempengaruhi jurusan yang akan diambil. Menurut tren beberapa tahun terakhir, jurusan yang berkaitan dengan STEAM (misal jurusan teknik, digital, IT, dan desain) adalah jurusan dengan prospek yang baik. Lalu jurusan ekonomi, keuangan, fesyen dan arsitektur dianggap sebagai profesi dengan upah tinggi. Di saat yang sama, jurusan ‘klasik’ seperti kedokteran dan hukum masih menjadi jurusan incaran. Dan belakangan ini, karir yang berkaitan dengan dunia high-tech dan hiburan (seperti media sosial, e-sport, VR) dianggap akan menjadi karir yang popular dan berpotensi memberi upah tinggi.

 

Setiap anak akan melewati berbagai pilihan di masa pertumbuhan mereka. Salah satu pilihan penting dalam hidup mereka adalah saat memilih jurusan kuliah. Dalam momen penting ini, anak sangat memerlukan dukungan dan bantuan dari orang tua agar mereka bisa menyelesaikan kuliah dengan lancar dan percaya diri terjun ke dunia nyata.

 

Mengenai penulis:

Tracy Liu (Mrs.)

Mrs. Tracy Liu adalah ibu dari 2 anak. Setelah lulus dari universitas Nankai dengan jurusan bahasa Inggris, dia telah bekerja di beberapa perusahaan internasional untuk berbagai peran dari jurnalis, sales, marketing hingga ke posisi senior manajemen. Dia pernah tinggal di Beijing, Shanghai, Paris, dan Hong Kong bersama dengan keluarganya. Saat ini dia hidup di Shanghai, dengan bekerja paruh waktu untuk merawat seorang putra berumur 11 tahun dan seorang putri berumur 6 tahun, dan separuh waktunya digunakan untuk bekerja menulis artikel orang tua di blogs dan forum orang tua. Pengalaman pribadi dan latar belakangnya telah mengajarkan dirinya pengertian yang mendalam mengenai kebudayaan Barat dan Timur mengenai pendidikan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Dia memiliki kepercayaan yang mendalam bahwa setiap anak memiliki pemahaman dan pemikiran mereka sendiri, dan pekerjaan kita sebagai orang tua adalah untuk mengkultivasi dan menemukan metode yang bekerja untuk mendorong perkembangan yang sehat kepada masing-masing individu dan di dalam masyarakat.

Dapatkan Diskon Kursus Terbatas 2,3 Juta di EF hanya 7 Hari, klik link biru ini ▶PaydayKursus Bahasa Inggris di EF English First, Belajar Bahasa Inggris makin seru!