Merencanakan Masa Depan Anak

2018.09.11
Merencanakan Masa Depan Anak

Kuncinya adalah berjaga-jaga dan mengambil tindakan pencegahan.

Ada beberapa sesi tanya-jawab untuk para orang tua murid di sekolah anak saya. Sesi pertama berlangsung sebelum anak masuk SMP, dan sesi kedua berlangsung sebelum anak memilih mata pelajaran pilihan di SMA. Sesi kedua sangatlah penting!

Karena sekolah anak saya adalah sekolah bilingual, maka kontennya pun sesuai dengan ujian internasional. Selain mata pelajaran wajib Bahasa Mandarin, Bahasa Inggris, matematika dan Sains, para murid SMA juga harus memilih mata pelajaran pilihan; misalnya Musik, Seni, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Teknologi Komputer, dan lain sebagainya. Para murid memilih mata pelajaran yang akan mereka pelajari selama 2 tahun ke depan berdasarkan minat dan kemampuan mereka, sambil memikirkan subjek yang sesuai dengan syarat masuk universitas.

Anak-anak sering mendapat pertanyaan berikut dari para orang dewasa: “Kamu mau jadi apa saat besar nanti?” Saat anak menjawab ingin jadi ilmuwan atau astronot, para orang dewasa biasanya tidak menganggap serius hal ini. Akan tetapi, saat anak sudah memasuki tingkat SMP-SMA, mereka biasanya sudah punya ambisi dan cita-cita yang serius.

Para orang tua harus mendukung ambisi anak, meskipun hal tersebut mungkin terlihat sulit dicapai. Akan tetapi, mata orang tua / orang dewasa biasanya lebih mampu untuk melihat kekuatan dan kekurangan anak, serta kemampuan akademis mereka. Oleh karena itu penting halnya bagi para orang tua untuk melakukan seleksi bagi anak mereka. Jika anak Anda memang benar-benar berbakat, memiliki nilai bagus, dan mampu mencapai tujuannya dengan sukses, maka selamat! Tetapi ada juga orang tua yang memiliki ambisi mereka sendiri dan mengabaikan kemampuan anak. Para orang tua ini biasanya mempunyai target yang sangat tinggi: misalnya terus mendesak anak untuk masuk ke Rattan School, Tsinghua University, Oxford University atau Cambridge University. Mereka terus mendesak anak dan bilang “Kamu harus bisa!”. Jika hasil akhirnya tak sesuai dengan hIt is very easy to mislead tharapan orang tua, akibatnya anak akan merasa sangat kecewa dan bahkan menanggung beban dissalahkan. Para orang tua harus menghindari hal ini!

Lalu ada pula beberapa anak SMA yang masih bingung tentang arah karir masa depan mereka. Inilah saat yang tepat bagi orang tua untuk membantu dan memberi saran. Pertama-tama, orang tua harus berdiskusi dengan anak (bahkan dengan guru jika perlu) tentang mata pelajaran kekuatan dan kelemahan anak. Berdasarkan data-data ini, kita lalu bisa mengeksplorasi berbagai pilihan karir yang mungkin akan diminati anak. Jika anak masih belum merasa pasti tentang jurusan yang spesifik, Anda bisa menyarankan mereka untuk belajar seni liberal atau bisnis.

Jika anak tertarik dengan penelitian sains dan teknologi, Anda bisa menyarankan anak untuk masuk universitas dengan latar belakang riset , atau mencari beasiswa lewat lembaga penelitian. Jika anak senang bergaul dengan orang banyak, Anda bisa menyarankan anak untuk masuk jurusan manajemen manajemen hotel atau industry jasa. Jika anak senang menggambar, mereka bisa memilih untuk masuk jurusan desain fashion atau desain lanskap. Jika anak suka membantu orang lain, mereka punya pilihan untuk menjadi dokter, pengacara, atau guru. Jika anak suka berhitung, maka bank dan asuransi bisa menjadi karir masa depan mereka. Jika anak suka menulis, mereka bisa menjadi editor atau penulis lepas. Intinya adalah mencari tahu topic favorti anak, agar mereka bisa semakin fokus saat memilih karir masa depan.

Orang tua juga harus membahas secara mendalam tentang tujuan hidup anak: seperti apakah gaya hidup dan kondisi pekerjaan yang ideal bagi mereka? Beberapa anak mungkin bilang: “Aku ingin punya uang banyak! Aku ingin menjadi selebritis!” Jika tak ada metode pelaksanaan khusus untuk mencapai hal ini, maka ini hanyalah cita-cita yang sia-sia saja. Ada pula anak yang berambisi untuk mencapai karir yang sukses dan tak takut untuk bekerja keras mencapai hal tersebut. Sementara ada anak lain yang yakin dengan hobi pribadi mereka dan tak ingin terlalu keras bekerja sepanjang hidup mereka. Orang tua harus membantu anak menemukan keseimbangan antara bekerja keras dan menikmati hidup.

Hal terakhir dan terpenting: dunia ini terus berkembang dan berubah, dan anak-anak tak bisa hanya sekedar mengikuti arus. Mereka harus mempunyai pandangan yang luas, memperhatikan sekitar mereka, dan mampu mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik. Oleh karena itu, arah karir masa depan anak tak boleh ditentukan hanya oleh orang tua saja. Kita juga harus menghormati pandangan dan pilihan anak akan masa depan mereka.

Mengenai penulis:

Tracy Liu (Mrs.)

Mrs. Tracy Liu adalah ibu dari 2 anak. Setelah lulus dari universitas Nankai dengan jurusan bahasa Inggris, dia telah bekerja di beberapa perusahaan internasional untuk berbagai peran dari jurnalis, sales, marketing hingga ke posisi senior manajemen. Dia pernah tinggal di Beijing, Shanghai, Paris, dan Hong Kong bersama dengan keluarganya. Saat ini dia hidup di Shanghai, dengan bekerja paruh waktu untuk merawat seorang putra berumur 11 tahun dan seorang putri berumur 6 tahun, dan separuh waktunya digunakan untuk bekerja menulis artikel orang tua di blogs dan forum orang tua. Pengalaman pribadi dan latar belakangnya telah mengajarkan dirinya pengertian yang mendalam mengenai kebudayaan Barat dan Timur mengenai pendidikan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Dia memiliki kepercayaan yang mendalam bahwa setiap anak memiliki pemahaman dan pemikiran mereka sendiri, dan pekerjaan kita sebagai orang tua adalah untuk mengkultivasi dan menemukan metode yang bekerja untuk mendorong perkembangan yang sehat kepada masing-masing individu dan di dalam masyarakat.