Memilih Ekskul yang Tepat untuk Murid SD

2018.05.24
Memilih Ekskul yang Tepat untuk Murid SD

Minat anak bisa tumbuh berkat kegiatan ekstrakurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) adalah kegiatan yang dilakukan oleh anak sesuai sekolah. Konten ekskul mencakup berbagai hal yang tidak diajarkan di dalam kelas.

Tak peduli apakah Anda tipe ortu yang ingin anaknya menguasai berbagai macam keterampilan, atau Anda hanya ingin anak Anda sibuk menghabiskan waktu sepulang sekolah, faktanya semua orang tua mempunyai masalah yang sama: memilih ekskul yang tepat untuk anak mereka.

Sebagai seorang ibu dengan dua anak, saya mempunyai lebih dari 10 tahun pengalaman dalam memilih ekskul yang tepat untuk anak, dan saya akan berbagi pengalaman ini dengan Anda.

Ekskul mencakup kelas seni (musik, tari, drama, melukis), kelas olahraga, kelas sains (astrofisika, teknologi, ilmu lingkungan), serta kelas minat khusus, misalnya puisi kuno atau budaya India. Minat anak dalam ekskul dimulai sejak SD, dan minat ini akan terus tumbuh seiring dengan usia mereka, dan mungkin saja akan menjadi karir saat mereka besar nanti.

Pertama-tama, orang tua harus paham bahwa tujuan anak mengikuti ekskul adalah untuk memperluas wawasan mereka, jadi kita perlu memilih jenis pengetahuan dan keterampilan baru yang tidak mereka pelajari di sekolah.

Pilihlah jenis keterampilan yang Anda harap akan dikuasai oleh anak Anda, dan juga izinkan anak untuk memilih jenis kegiatan yang mereka sukai. Contohnya, jika Anda ingin anak Anda mengikuti ekskul piano, maka Anda juga harus mengizinkan anak Anda untuk mengikuti ekskul sepakbola yang dia idam-idamkan. Orang tua harus memilih 1 atau 2 jenis kegiatan yang disukai anak, lalu memilih jenis kegiatan lain yang tidak begitu menarik perhatian anak, tetapi Anda harapkan anak akan belajar tentang subjek tersebut.

Jika Anda ingin agar anak Anda hanya belajar satu jenis keterampilan saja, maka sungguh baik jika Anda bisa mengajak orang tua dari sahabat anak Anda untuk mengambil kelas yang sama. Berdasarkan pengalaman saya selama bertahun-tahun, anak akan lebih menikmati kegiatan ekskul jika sahabatnya juga berada di kelas yang sama.

Anak berusia muda bisa memilih ekskul dengan topik penjelajahan dunia dan sains; sementara anak yang berusia lebih tua bisa memilih ekskul olahraga untuk menyalurkan energi dan mengembangkan soft-skill mereka. Saat anak lelaki saya duduk di kelas 1 SD, dia adalah sosok anak yang kurus dan lemah. Meskipun dia menyukai sepakbola, tapi dia merasa takut karena sempat beberapa kali tertendang. Begitu anak saya duduk di kelas 3 SD, dia begitu penuh energi, dan bahkan bermain sepakbola di rumah. Maka dia pun lalu kembali mengikuti ekskul sepakbola, dan dia begitu bersemangat dan tak lagi takut tertendang, bahkan berteman baik dengan teman-teman ekskulnya.

Ekskul harus dipilih berdasarkan minat anak, tapi anak mungkin memerlukan bantuan orang tua agar bisa tetap giat berlatih.  Anak-anak biasanya cepat kehilangan minat. Maka orang tua harus mengajari anak tentang pentingnya ketekunan. Contohnya, anak perempuan saya tak bisa fokus pada satu hal untuk waktu lama. Saat dia berusia 6 tahun, dia ingin mengikuti ekskul piano karena melihat temannya bermain piano. Tapi setelah beberapa bulan, dia tak lagi fokus bermain piano. Saya melihat hal ini sebagai suatu kesempatan. Saya duduk di sampingnya selama 30 menit dan mendorongnya untuk terus berlatih piano. Setelah beberapa kali melakukan hal ini, anak saya perlahan-lahan berlatih piano dengan lebih baik dan lebih lama. Sangat penting halnya melatih anak untuk berkonsentrasi pada satu kegiatan.

Ekskul adalah pelengkap dari pembelajaran di kelas, dan merupakan sumber minat anak. Saya harap setiap orang tua bisa menemukan jenis ekskul yang sesuai untuk anak mereka.

Mengenai penulis:

Tracy Liu (Mrs.)

Mrs. Tracy Liu adalah ibu dari 2 anak. Setelah lulus dari universitas Nankai dengan jurusan bahasa Inggris, dia telah bekerja di beberapa perusahaan internasional untuk berbagai peran dari jurnalis, sales, marketing hingga ke posisi senior manajemen. Dia pernah tinggal di Beijing, Shanghai, Paris, dan Hong Kong bersama dengan keluarganya. Saat ini dia hidup di Shanghai, dengan bekerja paruh waktu untuk merawat seorang putra berumur 11 tahun dan seorang putri berumur 6 tahun, dan separuh waktunya digunakan untuk bekerja menulis artikel orang tua di blogs dan forum orang tua. Pengalaman pribadi dan latar belakangnya telah mengajarkan dirinya pengertian yang mendalam mengenai kebudayaan Barat dan Timur mengenai pendidikan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Dia memiliki kepercayaan yang mendalam bahwa setiap anak memiliki pemahaman dan pemikiran mereka sendiri, dan pekerjaan kita sebagai orang tua adalah untuk mengkultivasi dan menemukan metode yang bekerja untuk mendorong perkembangan yang sehat kepada masing-masing individu dan di dalam masyarakat.

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_84c7f97bf73d9436b2c6ffb399aadd2e', 'a:1:{s:10:\"age_filter\";s:4:\"none\";}', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_expires_84c7f97bf73d9436b2c6ffb399aadd2e', '1574343888', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)