IQ dan EQ Merupakan Prioritas Kedua, Kesehatan Fisik Anak-anaklah yang Paling Penting!

2017.11.14
IQ dan EQ Merupakan Prioritas Kedua, Kesehatan Fisik Anak-anaklah yang Paling Penting!

Sebagai orang tua, kita semua ingin memberi anak-anak kita masa kanak-kanak yang bahagia dan sehat. Bayi yang dibungkus kain membuat kita menyadari pentingnya lingkungan sekitar untuk dapat tidur nyaman. Segalanya seperti makanan, udara dan air mempengaruhi saraf kita. Kita cenderung fokus pada berita tentang pebisnis yang tidak bermoral, setiap hari memeriksa indeks polusi udara. Kami membeli makanan organik yang mahal atau pakaian organik bermerek untuk anak-anak kami, kami mencari makanan alami dan persediaan yang tidak ditambah bahan pengawet untuk menjaga kesehatan.

Bayi kecil tumbuh di bawah perlindungan kita secara bertahap. Mereka mulai berlari bebas dan tumbuh setinggi 5 cm dalam satu musim panas. Melihat mereka tumbuh dengan cepat seperti pohon muda, bagaimana cara kita menjadi orang tua yang menjaga mereka dengan pertumbuhan yang sehat? Dalam lingkungan makro, Kita mungkin tidak bisa melakukan perbaikan oleh diri kita sendiri, namun apa yang bisa kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari?

Mendorong anak untuk melakukan latihan

Apakah kita harus melakukan kegiatan di luar ruangan?

Masalah ini adalah sebuah paradoks. Kita mungkin takut akan polusi lingkungan yang mempengaruhi kesehatan fisik kita saat pergi ke luar rumah, tapi bagaimana kita bisa memiliki tubuh yang sehat tanpa melakukan latihan. Menurut pandangan saya, kita tidak bisa takut pada sisi buruknya. Meski lingkungan udara saat ini mengkhawatirkan, kita bisa membiarkan anak-anak kita bermain di luar daripada di rumah asalkan lingkungan udara dalam keadaan tidak tercemar. Sinar matahari, udara segar dan permainan yang mengajak anak bebas berlari semuanya penting bagi kesehatan kita. Jika kondisinya tidak diijinkan, seperti hujan atau indeks polusi udara sedang sangat tinggi, kita bisa pergi ke kolam renang dalam ruangan atau taman hiburan untuk terus bergerak selama satu atau dua jam setiap hari, tujuannya adalah untuk membentuk kebiasaan berolahraga di kemudian hari.

Belajar satu atau dua keterampilan olahraga

Orang tua dapat membiarkan anak-anak bersikeras untuk berlatih dari usia empat atau lima tahun, tapi itu tergantung pada kondisi fisik anak-anak. Mereka bisa memilih dua jenis olahraga, satu adalah olahraga tim, seperti sepak bola, bola basket dan bola voli, yang bisa menumbuhkan semangat tim kepada anak-anak saat berolahraga, hal lain adalah olahraga individual, seperti berenang, bermain ski dan bermain skating, yang bisa dilakukan sendiri, sehingga anak bisa bersikukuh dengan olahraga sendiri tanpa memerlukan teman lain.

Kurangi waktu menghadapi layar kaca

Kita hidup di dunia dimana informasi ada dimana-mana. Sebagian besar waktu luang kita dipenuhi televisi, komputer tablet dan telepon genggam. Namun, anak-anak masih muda, mereka harus dikontrol saat menghadapi layar komputer sebelum mereka perlu berurusan dengan tugas sekolah yang berat. Hasilnya, mereka harus didorong untuk melakukan latihan di luar ruangan dalam cuaca yang nyaman. Orang tua dapat mengatur kegiatan olahraga untuk seluruh keluarga di akhir pekan.

Diet sehat

Pertama, Anda harus menyediakan makanan segar tanpa polusi atau aditif pada anak-anak. Selain itu, Anda harus tahu apa yang bisa disebut makanan sehat, makanan mana yang tidak sehat saat dimakan berlebih, berapa banyak nutrisi dalam makanan sehari-hari dan bagaimana nutrisi yang dibutuhkan bisa didapat dari makanan tertentu.

Bagaimana cara menumbuhkan kebiasaan makan sehat untuk anak?

Biarkan mereka tahu tentang makanan yang mereka makan setiap hari. Mereka dapat diajak menyaksikan ibu mereka memasak makanan dengan sayuran, daging dan bumbu di dapur untuk melihat tampilan semula makanan mereka dan dari mana asalnya. Anak yang lebih tua dapat membantu orang tua memasak dan diberi tahu bahwa minyak zaitun jauh lebih sehat, merebut dan mengukus jauh lebih sehat daripada menggoreng saat mengolah makanan, minyak dan garam harus dikurangi serta sayuran dan buah-buahan harus dimakan lebih banyak.

Pilih makanan ringan dengan hati-hati. Makanan ringan dengan gula dan lemak tinggi harus disimpan di tempat tersembunyi di rumah. Makanan ekstra harus dikontrol dengan ketat. Anak-anak tidak bisa makan makanan tanpa ada jeda dua jam sebelum makan malam.

Anda tidak perlu terlalu ketat

Makanan lezat bukan hanya untuk menyingkirkan rasa lapar, tapi juga untuk dinikmati. Tidak semua makanan lezat bisa memenuhi kriteria kesehatan. Anak-anak harus menikmati makanan lezat bersamaan dengan mengetahui pola makan sehat. Intinya adalah mengajarkan anak-anak mengetahui kontrol diet, artinya mereka tidak bisa minum dan makan tanpa ada batasan kepuasan.

Jaga kebiasaan hidup sehat

Menjamin waktu tidur. Anak-anak segala usia memiliki kebutuhan tidur yang berbeda, mereka harus membentuk kebiasaan tidur yang baik dan memiliki tidur yang cukup, hal ini merupakan dasar bagi kesehatan. Anak-anak yang kurang tidur di masa kecilnya mungkin akan memiliki masalah tidur saat mereka dewasa. Orang tua harus memperhatikan apakah anak-anak memiliki waktu tidur yang memadai setelah memperhitungkan pekerjaan belajar mereka yang lebih berat.

Sediakan makanan bergizi berlimpah dan bergizi serta perhatikan secara serius kualitas makanan ringan. Jika anak tidak makan malam karena mereka makan banyak cemilan sebelumnya, maka mereka tidak bisa makan cemilan keesokan harinya. Anak-anak biasanya memiliki kemampuan pengendalian diri yang buruk, sehingga orang tua harus tahu apa dan berapa banyak makanan yang mereka makan setiap hari serta memberi contoh untuk anak-anak. Bagaimana bisa orang tua yang menyimpan banyak makanan ringan di atas meja setiap hari meminta anak mereka untuk makan lebih sedikit.

Anak-anak harus melakukan pemeriksaan fisik secara teratur, pemeriksaan termasuk injeksi vaksin dan pemeriksaan semua jenis pertumbuhan fisik, gigi, penglihatan, dan kemampuan mendengar. Karena rasa dan pewarna buatan yang terlalu banyak digunakan dalam semua jenis makanan, anak-anak harus diperiksa tepat waktu ketika mereka mulai beranjak dewasa.

Pengelolaan mentalitas dan emosi yang sehat

Pengaruh keluarga kandung memiliki dampak yang besar terhadap pikiran sehat anak-anak. Namun, kesehatan mental masih menjadi bagian yang paling mudah terbengkalai oleh orang tua. Anak-anak tidak berdosa dan mereka tumbuh di bawah perlindungan orang tua mereka, akan tetapi, cepat atau lambat mereka harus menghadapi dunia yang sulit. Anak-anak perlu memiliki keadaan pikiran dan energi positif yang sehat.

Saya pikir ada tiga hal penting: Pertama, sebagai orang tua, Anda harus memiliki pikiran yang kuat dan mengendalikan emosi Anda. Emosi orang tua bisa sangat mempengaruhi anak. Banyak konflik antara orang tua dan anak-anak adalah karena orang tua kehilangan kendali atas emosi dan kesalahan mereka terhadap anak-anak.

Lebih bersabar terhadap anak-anak, ajarkan mereka daripada menyalahkan mereka. Terkadang kesabaran hampir sama dengan cinta. Cinta untuk orang tua bisa tercermin dalam kesabaran kepada anak-anak. Yang disebut sederhana dalam pendidikan berarti mereka harus mendidik anak-anak dengan sedikit kesabaran dan metode terberat. Jika orang tua memiliki cukup kesabaran dan rasa hormat, mereka bahkan bisa mengobrol dengan anak-anak hanya beberapa tahun, menjelaskan disiplin kepada anak-anak dengan sabar dan menghadapi masalah anak dengan tenang dengan nada damai dan sikap tegas. Anak bisa mendapatkan informasi positif secara pasti dan meniru perilaku orang tua mereka saat menghadapi masalah.

Yang penting adalah membiarkan anak-anak tahu bahwa orang tua mencintai dan mendukung mereka selamanya. Anak-anak mendapatkan dukungan dan kenyamanan dari orang tua setelah disakiti atau dipukul di luar rumah. Tidak peduli apa yang terjadi, orang tua akan selalu berada di pihak mereka.

Semoga orang tua di seluruh dunia dapat melindungi anak-anak mereka dengan cara yang benar. Semoga semua anak bisa tumbuh dengan bahagia dan sehat di bawah perlindungan orang tua mereka.

 

Mengenai penulis:

Tracy Liu (Mrs.)

Mrs. Tracy Liu adalah ibu dari 2 anak. Setelah lulus dari universitas Nankai dengan jurusan bahasa Inggris, dia telah bekerja di beberapa perusahaan internasional untuk berbagai peran dari jurnalis, sales, marketing hingga ke posisi senior manajemen. Dia pernah tinggal di Beijing, Shanghai, Paris, dan Hong Kong bersama dengan keluarganya. Saat ini dia hidup di Shanghai, dengan bekerja paruh waktu untuk merawat seorang putra berumur 11 tahun dan seorang putri berumur 6 tahun, dan separuh waktunya digunakan untuk bekerja menulis artikel orang tua di blogs dan forum orang tua. Pengalaman pribadi dan latar belakangnya telah mengajarkan dirinya pengertian yang mendalam mengenai kebudayaan Barat dan Timur mengenai pendidikan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Dia memiliki kepercayaan yang mendalam bahwa setiap anak memiliki pemahaman dan pemikiran mereka sendiri, dan pekerjaan kita sebagai orang tua adalah untuk mengkultivasi dan menemukan metode yang bekerja untuk mendorong perkembangan yang sehat kepada masing-masing individu dan di dalam masyarakat.