Belajar Bahasa Kedua Secara Alami

2018.05.01
Belajar Bahasa Kedua Secara Alami

Ada yang berpendapat bahwa anak-anak bisa belajar bahasa secara alami. Tapi ada juga yang berpendapat bahwa hal tersebut tidaklah mudah. Manakah yang benar?

Sekarang ini, banyak orang tua yang merasa malu jika anak mereka tak bisa berbicara bahasa Inggris. Ada berbagai macam metode pembelajaran bahasa Inggris di luar sana, dan mereka mempunyai pandangan masing-masing, yang mungkin saling bertentangan dengan metode atau teori lain. Sebagai orang tua, kita perlu tahu latar belakang dari berbagai teori tersebut dan mengenal berbagai karakteristik berbeda saat mempelajari bahasa di usia tertentu.

Pertama-tama, pembelajaran bahasa dibagi menjadi berbicara dan membaca atau menulis.

Anak-anak bisa belajar bicara dengan cara meniru, dan mereka bisa belajar lebih dari satu bahasa pada saat bersamaan. Hasilnya, anak pun jadi bisa belajar bahasa Inggris lisan secara alami. Semakin muda usia anak, maka semakin mudah bagi mereka untuk belajar pelafalan bahasa asli dengan baik. Meskipun setiap anak memiliki situasi berbeda, tapi secara umum anak-anak bisa mulai belajar bahasa kedua (bukan bahasa ibu) saat berusia 3 tahun. Anak dapat meniru dan mengulangi apa yang mereka dengar, dan kemudian secara bertahap memahami arti kata-kata tersebut.

Sementara itu, setiap bahasa mempunyai tingkat kesulitan membaca yang bervariasi. Contohnya, meskipun bahasa Cina mempunyai karakter fonetik dan piktograf (huruf gambar), tetapi secara umum tetaplah sulit untuk menghafal dan mempelajari kata-kata baru. Akan tetapi, metode umum untuk membaca dalam bahasa Inggris adalah fonik.

Meskipun metode ini disebut fonik, tetapi anak-anak tak bisa membaca secara alami. Fonik mempunyai metode belajar yang tepat dan teratur, sehingga anak perlahan-lahan belajar membaca secara bertahap; mulai dari kata, lalu frase, lalu kalimat, hingga akhirnya mereka mengerti maknanya melalui konteks. Keuntungan fonik adalah anak bisa membaca buku meskipun mereka tak mengerti arti semua kata di buku tersebut. Mereka bisa menebak arti konteks sesuai dengan adegan atau gambar, meskipun mereka hanya mengetahui beberapa kata saja. Akan tetapi, anak-anak harus terus membaca sesuai dengan level mereka, agar mereka bisa menguasai keahlian membaca secara sepenuhnya.

Jika anak sering membaca, maka mereka akan mulai belajar mengeja sebelum akhirnya belajar cara menulis. Begitu anak mempunyai kosakata tertentu dan belajar mengeja, maka kini mereka pun bisa mulai berlatih menulis. Sebenarnya belajar menulis bisa dimulai dengan sangat mudah. Dialog dan deskripsi skenario, dengan subjek, predikat, objek, pernyataan, lalu tambahkan kata sifat, kata keterangan, frase preposisi, dan akhirnya membentuk kalimat dan paragraf.

Berdasarkan hasil pengamatan saya terhadap anak-anak dan hasil percakapan dengan para guru, maka saya pun menyimpulkan beberapa tips di bawah ini:

Usia 3-6 tahun adalah periode emas untuk pembelajaran lisan. Selama periode ini, anak perlu sering berlatih mendengarkan dan berbicara. Dengan begitu mereka bisa belajar bahasa lisan secara alami dan menguasai pelafalan bahasa. Di usia ini, anak-anak bisa membaca buku bergambar sederhana dan belajar “kata-kata isyarat”, misalnya “here, you, are”, yang bisa dimengerti oleh anak hanya dengan melihatnya dan tanpa perlu mengikuti aturan ejaan.

Fonik dalam bahasa Inggris adalah metode terbaik untuk belajar membaca. Saat belajar fonik, guru harus membimbing siswa untuk belajar mengeja dari kata-kata ke sederhana ke kata-kata rumit, serta menghafal ejaan kata-kata berdasarkan aturan pengucapan. Anak akan mendapatkan manfaat dari pembelajaran alami sebelumnya dan dapat terus melanjutkan belajar fonik. Hasilnya, anak dengan pengucapan bahasa Inggris yang bagus akan membuat kemajuan yang lebih besar dalam membaca.

Latihan menulis harus didasarkan pada jumlah bacaan. Pembelajaran bahasa Inggris mencakup menulis tulisan fiksi dan non fiksi. Anak diminta untuk berlatih mengarang cerita atau menulis deskripsi produk. Pada tahap ini, pembelajaran lebih tergantung pada pemahaman struktur bahasa saat membaca serta keakuratan kata-kata. Akibatnya, mustahil bagi anak untuk belajar menulis secara alami, karena mereka harus memiliki pemahaman yang lebih dalam terhadap bahasa serta tahu cara menggunakannya dengan benar.

Perlu diingat bahwa dalam tahap awal pembelajaran bahasa, biasanya anak perempuan lebih cepat belajar dibanding anak lelaki, terutama dalam berbicara. Anak perempuan biasanya lebih mampu meniru dan merangkai kalimat. Kemampuan bawaan ini juga membuat anak perempuan cenderung memiliki kemampuan membaca yang lebih baik dibanding anak lelaki. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya menetapkan tujuan berbeda untuk anak lelaki dan anak perempuan, karena umumnya mereka memiliki kemampuan yang berbeda meskipun usianya setara. Begitu anak lelaki bertambah usia, barulah mereka bisa “mengejar” anak perempuan dalam membaca, memahami bahasa, dan menulis.

Kesimpulannya, jika anak-anak mulai belajar bahasa kedua di periode peka bahasa, maka niscaya akan lebih mudah bagi mereka untuk menguasai bahasa kedua ini secara alami. Tetapi jika mereka ingin belajar mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis sebaik penutur asli, maka mereka harus banyak membaca dan berlatih menulis secara sistematis.

Mengenai penulis:

Tracy Liu (Mrs.)

Mrs. Tracy Liu adalah ibu dari 2 anak. Setelah lulus dari universitas Nankai dengan jurusan bahasa Inggris, dia telah bekerja di beberapa perusahaan internasional untuk berbagai peran dari jurnalis, sales, marketing hingga ke posisi senior manajemen. Dia pernah tinggal di Beijing, Shanghai, Paris, dan Hong Kong bersama dengan keluarganya. Saat ini dia hidup di Shanghai, dengan bekerja paruh waktu untuk merawat seorang putra berumur 11 tahun dan seorang putri berumur 6 tahun, dan separuh waktunya digunakan untuk bekerja menulis artikel orang tua di blogs dan forum orang tua. Pengalaman pribadi dan latar belakangnya telah mengajarkan dirinya pengertian yang mendalam mengenai kebudayaan Barat dan Timur mengenai pendidikan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Dia memiliki kepercayaan yang mendalam bahwa setiap anak memiliki pemahaman dan pemikiran mereka sendiri, dan pekerjaan kita sebagai orang tua adalah untuk mengkultivasi dan menemukan metode yang bekerja untuk mendorong perkembangan yang sehat kepada masing-masing individu dan di dalam masyarakat.

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_1572f19a498cb391eb548e18ad083efd', 'a:1:{s:10:\"age_filter\";s:4:\"none\";}', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_expires_1572f19a498cb391eb548e18ad083efd', '1573565501', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)