Apakah Minat dan Hobi Itu Penting?

2018.03.13
Apakah Minat dan Hobi Itu Penting?

Jika Anda ragu tentang kelas mana yang harus dipilih untuk anak Anda (kelas Olimpiade Matematika atau kelas Taekwondo?), maka ini adalah artikel yang tepat untuk Anda.

Belum lama ini saya mempunyai suatu masalah: Anak saya telah belajar gitar selama bertahun-tahun, tapi dia lalu bilang bahwa dia ingin berhenti les gitar. Saat saya bertanya alasannya, dia bilang bahwa lhal itu terlalu sulit baginya. Lalu dia bertanya pada saya, “Ibu, kenapa aku harus belajar alat musik? Kenapa aku harus punya minat dan hobi?”

Ini adalah pertanyaan yang sulit, karena anak saya baru berusia 12 tahun dan belum bisa berdiskusi secara dewasa. Saya jawab, “Saat besar nanti, kamu akan mengerti bahwa musik adalah hal yang menyenangkan, dan bisa membuat hatimu merasa bahagia. Bukankah hal yang menyenangkan jika kamu bisa menguasai alat musik, menciptakan lagu dan menghibur dirimu sendiri?” Anak saya tak setuju dan berpikir bahwa hal yang paling menyenangkan adalah bermain sepakbola. Tentu saja bagus jika dia bisa bermain sepakbola seumur hidup. Sebagai seorang ibu yang demokratis, maka kami pun berdiskusi dan mencapai kompromi: anak saya setuju bahwa sayang halnya jika dia menyerah di tengah jalan, jadi dia akan tetap les gitar, tapi kini dia hanya perlu pergi les gitar setiap dua minggu sekali (tadinya seminggu sekali). Orang tua dan guru les juga tak boleh membuat peraturan lain untuk perkembangannya.

Saya lalu memikirkan hal ini setelah mengalami pergulatan batin. Sebagai orang tua, kita selalu ingin memupuk minat anak, tapi untuk siapakah minat tersebut sebenarnya? Saat anak merasa kewalahan dengan begitu banyak PR, maka orang tua biasanya menyuruh anak untuk melepaskan hobi dan minat mereka yang “tak berguna”.

Kenapa anak-anak perlu menemukan hobi mereka? Apakah hobi ini “tak berguna” jika dibanding belajar?

Hobi bisa mendatangkan uang. Banyak orang tua yang bilang bahwa anak mereka tak boleh kalah sejak awal. Orang-orang mempunyai pandangan berbeda tentang kemenangan. Makin banyak orang tua yang menganggap bahwa kompetisi di dunia anak kini semakin ketat. Anak akan kalah jika mereka hanya bersaing pengetahuan di kelas. Dunia masa depan yang cerdas semakin membutuhkan lebih banyak orang dengan soft power dan kreativitas, jadi artinya minat yang kini dianggap “tak berguna” mungkin saja akan menjadi aset bersaing di masa depan. Orang-orang yang mempunyai banyak minat dan hobi tak hanya bisa menikmati dunia penuh warna, tapi juga memiliki lebih banyak peluang dan pilihan karir.

Minat dan hobi bisa merangsang antusiasme anak sehingga mereka merasa senang melakukan hal yang mereka sukai. Hobi tersebut bahkan mungkin akan menjadi karir masa depan mereka. Saya pernah bilang: hobi dan minat akan mendatangkan antusiasme dan kekuasaan. Banyak orang dewasa yang tetap bertahan dan terobsesi dengan minat mereka. Sungguh beruntung jika kita mempunyai satu atau dua hal yang sangat kita sukai.

Anak teman saya sangat suka menyanyi dan menari sejak kecil, dan saat tumbuh dewasa dia tergila-gila dengan drama musikal. Meskipun si anak mengalami kesulitan belajar, tapi sang ibu terus mendukung minat anaknya. Teman saya tidak melarang anaknya untuk ikut les musik, meskipun tugas-tugas sekolahnya semakin berat. Akhirnya begitu lulus SMA, si anak berhasil masuk ke New York Julliard School yang ternama. Jika sang ibu tidak mendukung minat sang anak, maka sulit membayangkan dia bisa berhasil mengejar dan mewujudkan mimpinya ini.

Minat dan hobi membuat hidup lebih indah serta membuat seseorang menjadi sosok yang menarik saat dewasa.

Saya mengenal seorang pria paruh-baya yang sukses di perusahaannya dan berhasil meraih posisi tinggi dalam beberapa dekade terakhir. Setelah sukses, dia lalu jatuh sakit dan harus beristirahat di rumah, dan dia berpikir untuk berhenti kerja dan menikmati hidup. Akan tetapi, dia lalu menyadari bahwa dia tak tahu harus melakukan apa setiap harinya. Dia hanya mendekam di rumah karena dia tak punya minat atau hobi. Hidupnya didominasi dengan pekerjaan dan karir, sehingga dia bahkan tak mempunyai sahabat. Dia hampir jatuh depresi karena tak punya minat, hobi atau teman. Dia bilang pada saya bahwa penyesalannya yang terbesar adalah bahwa dia tak menumbuhkan minat saat masih muda, tidak menjelajahi dunia, dan tidak menikmati indahnya kehidupan.

Hal ini bukan berarti bahwa kita harus bersantai dan menganggur. Penting halnya untuk bekerja keras, tapi kita juga harus ingat untuk bersenang-senang. Kita harus menikmati kehidupan. Tanpa adanya kehidupan yang indah, maka pekerjaan hanyalah alat untuk membunuh waktu.

Jadi, jangan ragu untuk mendorong minat dan hobi anak, tak perlu berpikir apakah hal tersebut berguna atau tidak. Selain belajar dan bekerja, setiap orang harus bisa menikmati hidup mereka. Minat dan hobi bukan hanya hal yang bermanfaat, tapi adalah hal yang penting, dan ini adalah kunci rahasia terbesar penentu apakah Anda akan mempunyai kehidupan yang suram atau cemerlang.

Mengenai penulis:

Tracy Liu (Mrs.)

Mrs. Tracy Liu adalah ibu dari 2 anak. Setelah lulus dari universitas Nankai dengan jurusan bahasa Inggris, dia telah bekerja di beberapa perusahaan internasional untuk berbagai peran dari jurnalis, sales, marketing hingga ke posisi senior manajemen. Dia pernah tinggal di Beijing, Shanghai, Paris, dan Hong Kong bersama dengan keluarganya. Saat ini dia hidup di Shanghai, dengan bekerja paruh waktu untuk merawat seorang putra berumur 11 tahun dan seorang putri berumur 6 tahun, dan separuh waktunya digunakan untuk bekerja menulis artikel orang tua di blogs dan forum orang tua. Pengalaman pribadi dan latar belakangnya telah mengajarkan dirinya pengertian yang mendalam mengenai kebudayaan Barat dan Timur mengenai pendidikan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Dia memiliki kepercayaan yang mendalam bahwa setiap anak memiliki pemahaman dan pemikiran mereka sendiri, dan pekerjaan kita sebagai orang tua adalah untuk mengkultivasi dan menemukan metode yang bekerja untuk mendorong perkembangan yang sehat kepada masing-masing individu dan di dalam masyarakat.