Analisa dasar tentang universitas di Inggris dan AS

2018.09.25
Analisa dasar tentang universitas di Inggris dan AS

Setelah lulus SMA, ada sebagian siswa yang memutuskan untuk melanjutkan studi di luar negeri. Menurut daftar 100 top universitas dunia, 31 di antaranya berada di AS dan 16 berlokasi di Inggris. Dua negara ini memang masih menjadi pilihan destinasi utama untuk berkuliah di luar negeri. Universitas apakah yang perlu dipilih, dan apa saja persyaratan dan karakteristik universitas Inggris dan AS?

Pertama-tama, ujian masuk universitas Inggris dan AS tidaklah sama. Jika ingin masuk ke universitas Inggris, maka siswa harus lulus ujian A-level, meskipun kini ada beberapa universitas Inggris yang menerima skor tes IB. Sementara itu universitas AS biasanya memerlukan skor tes AP atau IB. Oleh karena itu, jenis studi yang dipelajari siswa (apakah itu A-level, AP, atau IB) adalah kunci utama dalam mendaftar ke universitas Inggris atau AS. Jika siswa belajar A-level, maka sebaiknya dia tidak mendaftar ke universitas AS. Saat ini, IB adalah jenis skor tes yang diterima luas oleh sebagian besar universitas internasional.

Sistem akademik Inggris adalah 3 tahun sarjana S1 dan 1 tahun master S2. Sementara itu, sistem akademik AS adalah 4 tahun sarjana S1 dan 2 tahun master S2. Maka dari itu, siswa akan menghemat waktu selama 2 tahun untuk bisa mencapai tingkat master S2 di Inggris, dibanding jika mereka berkuliah di AS. Sejak awal kuliah, mahasiswa S1 di Inggris harus memilih jurusan yang ingin mereka pelajari; tetapi ada juga beberapa universitas yang menawarkan program/kursus persiapan selama 1 tahun, dimana siswa bisa meningkatkan skor tes mereka dan memilih jurusan yang relevan. Sebaliknya, Kmayoritas universitas di AS tidak mengharuskan siswa untuk memilih jurusan di tahun pertama kuliah. Siswa bisa mengikuti berbagai jenis mata kuliah, dan barulah nanti memutuskan jurusan pilihan berdasarkan minat mereka. Peringatan: model di atas adalah model umum, dan tidak semua universitas menganut model semacam ini.

Visibilitas dan peringkat universitas Inggris dan AS. Dua universitas paling ternama di Inggris, yaitu Cambridge dan Oxford, selalu menempati peringkat atas dalam daftar universitas top dunia. Ada jarak yang besar antara kedua universitas ini dengan universitas lainnya di Inggris. Akan tetapi, banyak pula universitas lain di Inggris yang dinilai cukup mumpuni di bidang profesi tertentu. Contohnya, jurusan ekonomi di London School of Economics and Political Science dan jurusan teknik di Imperial College of Engineering juga menempati peringkat top dunia. Sementara itu, universitas AS mendapat keuntungan dalam daftar peringkat universitas top dunia, karena banyak universitas yang berhasil masuk daftar tersebut, termasuk di antaranya universitas Ivy League, universitas elit tradisional, serta universitas yang mengkhususkan diri  pada bidang profesional tertentu. Universitas AS dinilai kuat karena para siswanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk belajar/lulus, serta mempunyai kualitas pembelajaran yang lebih aman. Kesimpulan: Inggris memiliki universitas ternama yang dinilai veteran di mata internasional, serta memiliki landasan yang sangat kuat akan riset akademis. Sementara itu AS menempati posisi terkemuka di bidang teknologi dan high-tech.

Perbedaan sosial budaya. Baik Inggris dan US adalah negara berbahasa Inggris, tetapi budaya di kedua negara ini sangatlah berbeda. Inggris dinilai sebagai negara edukasi dengan sejarah akademis yang panjang dan peraturan akademis yang ketat, dimana siswa bisa belajar dengan dikelilingi oleh atmosfer kultur akademis yang kental. Sementara itu, universitas AS memiliki berbagai macam aktivitas ekstrakurikuler, termasuk ceramah profesional, pertukaran pelajar antar universitas, dsb. Atmosfer belajar di AS cenderung lebih aktif dan lebih rileks. Lalu, berhubung AS adalah negara imigran, maka siswa juga mempunyai kesempatan untuk mengenal dan mendalami budaya lokal, dan hal ini sangat membantu mereka untuk lebih cepat beradaptasi dengan ritme kehidupan pelajar internasional. Tetapi perlu diingat bahwa beberapa kota-kota besar di Inggris, misalnya London, juga telah lama menjadi melting pot berbagai jenis kelompok etnis, sehingga pelajar internasional di sini juga berkesempatan mendalami budaya masyarakat lokal.

Prospek bekerja sesuai kelulusan. Jika memandang situasi nyata di lapangan kerja, faktanya jurusan kuliah yang dipilih tetaplah memegang faktor penting. Dalam beberapa tahun terakhir, hampir semua sekolah ternama menekankan bagaimana lulusan alamamater mereka mudah mendapat pekerjaan seusai kelulusan. Mahasiswa berkesempatan untuk magang di perusahaan tenar, dan beberapa perusahaan besar bahkan menggelar job fair di universitas. Jika kamu adalah lulusan universitas ternama di Inggris dan AS, maka prospek karirmu seusai kelulusan sangatlah bagus. Tetapi ingat, Inggris bukanlah negara imigran, dan jumlah perusahaan internasional di inggris tidaklah sebanyak di AS. Oleh karena itu, peluang untuk tinggal dan bekerja di Inggris sesuai kelulusan tidaklah mudah. Sebaliknya, AS mempunyai lebih banyak perusahaan Fortune 500, dan banyak di antara perusahaan tersebut yang mempekerjakan pekerja asing. Singkatnya, AS menawarkan lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa yang baru lulus untuk bekerja di perusahaan lokal. Di saat yang sama, salah satu kultur penting di AS adalah tren untuk memulai bisnis sendiri. Siswa didorong untuk mengembangkan potensi mereka dan menciptakan karir mereka sendiri, tanpa harus menjadi pegawai bagi orang lain. Ada lebih banyak siswa di AS yang mau memulai bisnis mereka sendiri dan menyadari profesi ideal mereka.

Saat ini, setiap tahunnya ada semakin banyak siswa yang memilih untuk beljar di luar negeri. Selain Inggris dan AS, ada banyak Negara lain yang juga menawarkan program universitas. Siswa perlu sepenuhnya memahami budaya dan karakteristik pembelajaran yang berbeda di tiap-tiap negara, agar mereka bisa memilih Negara dan universitas yang cocok untuk belajar di luar negeri.

Mengenai penulis:

Tracy Liu (Mrs.)

Mrs. Tracy Liu adalah ibu dari 2 anak. Setelah lulus dari universitas Nankai dengan jurusan bahasa Inggris, dia telah bekerja di beberapa perusahaan internasional untuk berbagai peran dari jurnalis, sales, marketing hingga ke posisi senior manajemen. Dia pernah tinggal di Beijing, Shanghai, Paris, dan Hong Kong bersama dengan keluarganya. Saat ini dia hidup di Shanghai, dengan bekerja paruh waktu untuk merawat seorang putra berumur 11 tahun dan seorang putri berumur 6 tahun, dan separuh waktunya digunakan untuk bekerja menulis artikel orang tua di blogs dan forum orang tua. Pengalaman pribadi dan latar belakangnya telah mengajarkan dirinya pengertian yang mendalam mengenai kebudayaan Barat dan Timur mengenai pendidikan dan perkembangan anak-anak dan remaja. Dia memiliki kepercayaan yang mendalam bahwa setiap anak memiliki pemahaman dan pemikiran mereka sendiri, dan pekerjaan kita sebagai orang tua adalah untuk mengkultivasi dan menemukan metode yang bekerja untuk mendorong perkembangan yang sehat kepada masing-masing individu dan di dalam masyarakat.

Dapatkan Diskon Kursus Terbatas 2,3 Juta di EF hanya 7 Hari, klik link biru ini ▶PaydayKursus Bahasa Inggris di EF English First, Belajar Bahasa Inggris makin seru!

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_24708a2382513eaa5b82aa02022a3ee8', 'a:1:{s:10:\"age_filter\";s:4:\"none\";}', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)

Galat database Wordpress: [The table 'wp_options' is full]
INSERT INTO `wp_options` (`option_name`, `option_value`, `autoload`) VALUES ('_wp_session_expires_24708a2382513eaa5b82aa02022a3ee8', '1569196069', 'no') ON DUPLICATE KEY UPDATE `option_name` = VALUES(`option_name`), `option_value` = VALUES(`option_value`), `autoload` = VALUES(`autoload`)