5 Manfaat Mengikuti Kompetisi Ajang Bakat Untuk Anak

2019.03.05
5 Manfaat Mengikuti Kompetisi Ajang Bakat Untuk Anak

Bagi sebagian besar anak, kompetisi merupakan momok yang menakutkan. Tak hanya menimbulkan tekanan yang besar bagi mereka, kompetisi juga dapat membuat mereka stress. Tapi apakah benar kompetisi memberikan dampak yang buruk bagi anak?

Timothy Gunn, Psy.d, seorang neuropsikolog anak mengatakan bahwa kompetisi mengajarkan anak bahwa yang paling pintar belum tentu menjadi yang paling sukses. Namun, orang yang paling sukses adalah mereka yang paling bekerja keras dan gigih. Sesungguhnya, kompetisi memberikan manfaat yang besar loh untuk anak. Berikut 5 manfaat mengikuti kompetisi untuk anak.

1. Menambah teman

kids learning english

Kompetisi ajang bakat bukan hanya soal menang atau kalah. Manfaatkan momen ini untuk mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan peserta yang lain. Selain dapat mengurangi demam panggung, anak juga dapat menjalin pertemanan baru dengan teman sebayanya.

2. Meningkatkan bonding

quality time with family

Menemani anak dalam mempersiapkan kompetisi dapat meningkatkan bonding antara anak dengan orang tua loh. Kegiatan seperti berlatih, menyiapkan kostum untuk kompetisi, hingga memberi dukungan untuk anak di hari kompetisi dapat meningkatkan ikatan antara anak dengan keluarga dan dapat menambah semangat anak untuk berkompetisi. Anda juga dapat mengenal lebih dalam kepribadian dan kemampuan anak.

3. Mengetahui bakat terpendam

cooking class

Setiap anak dikaruniai dengan bakat. Namun, jika bakat tersebut kurang diasah, maka bakat tersebut akan terpendam begitu saja.  Dengan mengikuti berbagai kompetisi, Anda dapat mengetahui bakat terpendam anak. Ketika Anda sudah mengetahui bakat terpendam tersebut, jangan lupa untuk sering mengasahnya ya. Anda dapat mengikut sertakan buah hati Anda ke  EF Life Club. EF Life Club merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang memungkinkan anak melakukan kegiatan yang seru sekaligus mengasah kemampuan bahasa Inggris.

4. Mengajarkan pentingnya kerja keras

two laughing kids

Menang atau kalah adalah hal yang biasa. Anda harus mempersiapkan anak untuk menerima kemenangan dan kekalahan dengan baik. Anda dapat melatih agar anak berjiwa besar ketika menerima kekalahan atau sebaliknya, mengajari anak untuk tetap rendah hati ketika menjadi pemenang. Yang perlu Anda tekankan kepada anak adalah, untuk menggapai sesuatu dibutuhkan kerja keras, ketekunan, dan juga kegigihan. Jika anak Anda mengalami kekalahan, berikan motivasi kepada anak untuk berusaha lebih giat lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

5. Meningkatkan rasa percaya diri

girl sing

Ketika mengikuti kompetisi ajang bakat, anak akan tampil di hadapan umum untuk menunjukkan bakatnya. Namun, seringkali demam panggung menghampiri. Demam panggung ini akan sirna ketika ia melihat peserta lain berani tampil. Hal ini akan memacu anak untuk menjadi berani dan percaya diri seperti temannya. Terbiasa mengikuti kompetisi memupuk rasa percaya diri anak. Sering mengikuti kompetisi juga menjadikan anak menjadi kreatif. Anak akan belajar berpikir cepat dan mencari alternatif untuk menyelesaikan masalah.

Jika kompetisi berjalan dengan baik, maka anak akan menunjukkan reaksi positif seperti:

  1. Anak meminta ikut serta di kompetisi lain
  2. Anak dapat menerima kemenangan atau kekalahan dengan tenang tanpa emosi yang berlebihan
  3. Ada kegiatan baru yang ingin mereka pelajari
  4. Termotivasi untuk untuk menjadi lebih baik
  5. Anak terlihat bahagia dan kepercayaan diri mereka meningkat

Sebaliknya,  jika anak merasakan kompetisi yang tidak sehat anak akan menunjukkan kondisi:

  1. Menolak mengikuti kompetisi lagi
  2. Berpura-pura atau berbohong untuk menghindari kompetisi
  3. Menunjukkan gejala depresi seperti kecemasan, sulit tidur, dan kehilangan nafsu makan setelah kompetisi berakhir

Mengalami kekalahan memang tidak selalu mudah untuk anak. Tetapi Anda dapat membantu anak untuk berpikir positif mengenai kompetisi. Sebelum mengikuti kompetisi ajang bakat, beri pengertian tentang kemenangan dalam kompetisi. Katakan kemenangan tidak selalu diartikan dengan mendapatkan piala atau hadiah, namun buat tujuan tersendiri dan tanamkan dalam benak anak. Misalnya, anak menang jika berani tampil di depan umum dengan percaya diri atau ketika anak dapat menyelesaikan penampilannya hingga selesai.

“Saya percaya bahwa bagian terpenting dalam kompetisi yang sehat adalah anak belajar bahwa kompetitor terberat adalah dirinya sendiri,” ujar Gunn. Gunn memberikan pengalamannya ketika mengikut sertakan anaknya ke dalam kompetisi lari. Di perlombaan pertama, sang anak menjadi pelari di garis paling akhir. Gunn membuat target waktu yang harus ditempuh sang anak sehingga tujuan dari kompetisi tersebut berubah dari berkompetisi melawan temannya menjadi berkompetisi melawan kemampuannya sendiri. Hasilnya, sang anak menerima kekalahannya dengan baik namun tetap bahagia karena  telah mengalahkan targetnya sendiri.

Pada 11 Maret – 6 Mei 2019, EF kembali mengadakan EF Challenge yang berhadiah EF homestay voucher senilai US $ 5,000! EF Challenge merupakan video kompetisi dan juga kompetisi ajang bakat untuk anak usia 3-9 tahun dan remaja usia 10-17 tahun. Klik di sini  untuk informasi lebih lanjut. Persiapkan video bakat terbaik anak Anda dan raih Grand Prizenya! #AkuBisa Jadi Juara

Dapatkan Diskon Kursus Terbatas 2,3 Juta di EF hanya 7 Hari, klik link biru ini ▶PaydayKursus Bahasa Inggris di EF English First, Belajar Bahasa Inggris makin seru!