4 Mitos yang Sering Hambat Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Dini

2017.03.23
4 Mitos yang Sering Hambat Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Dini

Di era globalisasi seperti sekarang, Bahasa Inggris sangatlah berguna. Namun, tidak sedikit orangtua yang masih menampik pentingnya Bahasa Inggris pada anak. Bagi mereka, mengajak anak berbicara Bahasa Inggris sejak kecil, apalagi sejak balita, dianggap terlalu dini. Dikhawatirkan akan membingungkan anak. Sebagian orangtua lainnya pun masih terpaku dengan mitos soal pengajaran Bahasa Inggris bagi balita. Untuk meluruskan mitos-mitos tersebut, simak fakta di baliknya, Moms.

 

Mitos: Belajar banyak bahasa dalam satu waktu sekaligus (pada masa pertumbuhan) nanti akan membingungkan anak.

Fakta: Dr. David Freeman dan Dr. Yvonne Freeman, Professor of Bilingual Education di Amerika Serikat, menyatakan semakin dini anak terpapar lebih dari satu bahasa, semakin cepat mereka menguasainya. Hal ini disebabkan otak anak sangatlah kuat dan memiliki kapasitas untuk bisa berubah saat menanggapi tuntutan lingkungan, inilah mengapa bahasa justru bagus diajarkan sejak dini.

 

Mitos: Belajar bahasa secara bertahap. Satu bahasa dulu, baru bahasa lainnya.

Fakta: Ini sepenuhnya salah, karena setelah mahir dalam satu bahasa, seseorang butuh mengumpulkan motivasi dan usaha kembali dari 0 untuk mempelajari bahasa baru, termasuk bagi anak. Studi terbaru mengatakan, mengajarkan dua bahasa secara bersamaan justru lebih efektif bagi anak maupun  orangtua.

 

Mitos: Anak akan berbicara dengan percampuran dua bahasa. Itu tidak baik.

Fakta: Pada saat proses belajar berlangsung, sudah pasti akan terjadi pencampuran dua bahasa berbeda oleh anak. Mengapa? Karena anak sedang belajar merangkai kalimat, dan jika ia tidak ingat atau tidak tahu kosakata salah satu bahasa dari apa yang ia maksud, maka ia akan menggunakan kosakata dari bahasa lainnya. Misalnya “Saya ingin play”. Pada saat yang sama pembentukan tata bahasa atau grammar juga sedang berlangsung, wajar jika mereka melakukan kesalahan.

 

Mitos: Anak bisa belajar bahasa sendiri saat sudah besar.

Fakta: Jika orang tua merasa sudah memberikan dukungan bagi anak dengan memberikan tontonan berbahasa Inggris, atau buku berbahasa Inggris dan merasa itu sudah cukup, coba pikirkan lagi, Moms. “Anak-anak harus dibiasakan berinteraksi dengan bahasa kedua paling sedikit 30% dari keseluruhan hari mereka saat mereka terjaga,” ujar Fred Genesse, professor dalam bidang psikolingusitik dari McGill University, Montreal, AS. Hal itu yang menjadi salah satu faktor sukses menumbuhkan anak bilingual atau bahkan multilingual.

 

Mengajarkan anak untuk bisa menguasai bahasa Inggris di usia dini membutuhkan dukungan dan konsistensi darimu selaku orangtua, Moms.  Nah, dukungan ini bisa dilakukan dengan memberi anak les di tempat kursus bahasa Inggris yang profesional dan berkualitas seperti EF English First yang menyediakan kursus bahasa Inggris untuk anak dari usia balita hingga dewasa.
Sumber: Family Fimela